• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
18 - 05 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangOpini

Pesan Damai dari ‘Yang Menipu”, Berpotensi Jadi “Hymne” Publik Pemilu 2024

by Ruang Politik
in RuangOpini
441 9
0
Grafis Album Yusuf Ibrahim/Repro

Grafis Album Yusuf Ibrahim/Repro

481
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Zahar Muzakir, Wartawan Senior, Pengamat Demokrasi Pemilu

RUANGPOLITIK.COM – Mantan Wakil Pemimpin Redaksi ANTV News dan Sports, Yusuf Ibrahim merilis tembang bertema pemilu berjudul “Yang Menipu” melalui kanal Youtube pribadinya @yusufi1170.

Lagunya berirama rancak yang menyenangkan. Liriknya sederhana namun membawa makna yang dalam: Mengajak kita menjalani proses demokrasi pemilu dengan penuh integritas.

RelatedPosts

Nana Supiana, Pejabat Gagal Yang Ngotot Jadi Sekda! Mahasiswa Akan Kepung Kemendagri!

PJ. Sekda Banten Tidak Layak Definitif: Relawan Gubernur Terpilih Turun ke Jalan

PJ Gubernur Banten Main Licik! Jelang Angkat Kaki, Masih Berani Merusak Birokrasi?

Yusuf mengajak kita meyakini, tidak ada hasil demokrasi yang gemilang dari proses yang curang.

Harus diakui, “Yang Menipu” merupakan lagu bertema proses demokrasi yang paling kuat dan paling segar saat ini.

Seolah ingin berdampingan dengan lagu “Partai Anjing” besutan Iksan Skuter dan beberapa lagu pesanan partai dalam rangka Pemilu 2024.

Dengan kekuatan musikalitas dan kesederhanaan liriknya yang agak sufis, lagu ini berpotensi menjadi “hymne” bersama pada Pemilu 2024 nanti.

Menurut Yusuf, “Yang Menipu” tercipta pada pekan pertama setelah tidak aktif lagi sebagai karyawan ANTV.

“Liriknya sebenarnya sudah lama rampung, setelah mengalami beberapa perubahan. Ketika nada dan melodinya ketemu, saya minta tolong seorang sahabat musikus mengaransemen dan membuat komposisinya,” kata Yusuf.

Menurut sang komposer, Heru Kusnadi, yang dikenal sebagai guru musik sejak muda dan pernah menjadi personil Kwartet Punakawan asuhan Jaya Suprana, “Yusuf ini wartawan talented. Jago menulis, bisa menggambar, mampu berpuisi dan ternyata punya rasa musikalitas. Meski jadi orang TV olahraga selama 30 tahun, dia tetap mampu memelihara kemampuannya yang beragam itu. Termasuk dalam bermusik.”

Heru mengaku hanya memperkaya nada dan melodi lagu ciptaan Yusuf dengan komposisi yang cocok dengan pesan yang ingin dia sampaikan. Semula nuansa nadanya agak slow, terpengaruh lagu-lagu Iwan Fals, salah satu role-model Yusuf selain Bob Dylan dan Cat Stevens (Yusuf Islam) dalam bersenandung.

“Iramanya saya bentuk bergenre bluegrass-rock, dengan sentuhan rock lebih kuat di sana-sini. Saya dan Yusuf juga sepakat memasukan ketukan birama mars sebagai penyemangat. Bisa buat nge-dance. Karena pemilu kan berkaitan dengan semangat, tidak mendayu-dayu,” lanjut Heru.

Pesan Damai dari ‘Yang Menipu”, Berpotensi Jadi “Hymne” Publik Pemilu 2024/Ist
Pesan Damai dari ‘Yang Menipu”, Berpotensi Jadi “Hymne” Publik Pemilu 2024/Ist

Hak Cipta

Yusuf sudah mendaftarkan hak cipta tembang “Yang Menipu” Ke Kemenkum HAM dan sudah terregistrasi HAKI dengan nomor EC00202359998 pertanggal 27 Juli 2023.

Kenapa mencipta lagu yang bertema pemilu? “Mungkin didorong naluri kewartawanan saya. Ini bukan sok-sokan ngajarin lewat lagu, tapi proses kreatifnya seolah mengalir begitu saja,” jawab Yusuf.

Yusuf berpendapat, dalam pemilu, banyak orang mengejar kekuasaan dan berambisi menjadi pemimpin. Itu sah-sah saja. Namun mereka yang sedang berlomba itu perlu diingatkan agar tidak melampaui batas. Agar tidak saling bertipu daya.

“Pemilu sebagai proses demokrasi tentu harus kita jalani. Ini proses penting bagi kita untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin. Jalanilah dengan penuh kehormatan dan berintegritas. Jangan jadikan rakyat objek tipu daya. Kitab-kitab suci pun menyatakan, kemenangan yang diraih dengan cara tipu daya adalah keberhasilan atau kesenangan yang menipu. Itu kegembiraan semu yang sebenarnya bermuatan masalah.”

Tembang “Yang Menipu” boleh dikatakan merupakan oase segar kreatif dan literatif di tengah beragam media campaign dalam menyongsong Pemilu 2024.

“Yang Menipu” menyampaikan pesan pemilu yang luber dan jurdil secara sederhana namun indah. Ia menohok langsung kesadaran pendengarnya lewat lirik yang, sekali lagi, agak sufis tapi sederhana.*

YANG MENIPU
Cipt : Yusuf Ibrahim
Komposer : Heru Kusnadi

Disanjung dan dipuja
Diusung dan dibela
Pencitraan-propaganda
Habis sudah kata-kata

Kau berniat kau berjanji
Kau bilang dari hati
Demi kekayaan negeri
Gemah ripah loh jinawi

Duhai, yang ‘kan berkuasa
Yang ‘kan mewakili
Amanahlah pada hati nurani

Jangan bertipu daya
Demi kemenangan
Demi kesenangan
Yang menipu

Dilantik berkitab suci
Bekerja dipasung janji
Suara Tuhan menanti
Jangan dikhianati

Benar saja tidak cukup
Selain benar perlu bijak
Maka berdamailah pada
Kesenangan yang menipu

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

 

Tags: ANTVLagu DamaiPemilu 2024Yusuf Ibrahim
Previous Post

47 Tower Rusun ASN-Hankam IKN Nusantara Ditarget Selesai Desember 2024

Next Post

Tegaskan Koalisi Perubahan Sudah Solid, Anies: Rencana Sandiaga Tidak Bakal Terjadi

Ruang Politik

Next Post
Bakal Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan tiba di kediaman Presiden Keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat/Ist

Tegaskan Koalisi Perubahan Sudah Solid, Anies: Rencana Sandiaga Tidak Bakal Terjadi

Recommended

Walikota Zulmaeta Tinjau Dampak Banjir di Payakumbuh

Walikota Zulmaeta Tinjau Dampak Banjir di Payakumbuh

4 hari ago
Dinas Kominfo Payakumbuh Dukung Pembinaan dan Penguatan Kapasitas ASN

Dinas Kominfo Payakumbuh Dukung Pembinaan dan Penguatan Kapasitas ASN

4 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Walikota Payakumbuh Gelar Pemeriksaan Kendaraan Dinas

Walikota Payakumbuh Gelar Pemeriksaan Kendaraan Dinas

6 hari ago

Popular

Desri : Jangan Tanggung tanggung Safni Harus Ambil Jabatan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten 50 Kota

Desri : Jangan Tanggung tanggung Safni Harus Ambil Jabatan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten 50 Kota

3 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

3 minggu ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive