Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Kudeta di Myanmar Jadi Bahasan AIPA, Indonesia Dorong Lima Konsensus

by Ruang Politik
in Kilas Update
434 8
0
Peserta Sidang Umum ke-44 ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA)./Ist

Peserta Sidang Umum ke-44 ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA)./Ist

473
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Adapun lima poin konsensus tersebut, yakni tidak adanya kekerasan, setop konflik yang terjadi. Kedua, agar semuanya kembali damai. Ketiga, adanya mediasi dari spesial envoy.

RUANGPOLITIK.COM —Persoalan demokrasi di Myanmar menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam Sidang Umum ke-44 ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA).

Pengawalan proses demokrasi di Myanmar oleh ASEAN dipandang perlu dilakukan setelah junta militer melakukan kudeta di negara tersebut.

RelatedPosts

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

Ketua Desk Kerja Sama Regional Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana mengatakan, di Myanmar saat ini terjadi pengambilalihan kekuasaan secara tidak demokratis oleh junta militer. Dalam konteks tersebut, Indonesia sebagai ketua AIPA akan mendorong lima poin konsensus agar diterapkan dan diimplementasikan oleh Myanmar.

Adapun lima poin konsensus tersebut, yakni tidak adanya kekerasan, setop konflik yang terjadi. Kedua, agar semuanya kembali damai. Ketiga, adanya mediasi dari spesial envoy.

“Isu-isu yang berhubungan dengan human rights atau kemanusiaan harus dijaga karena banyak pengungsi, jangan sampai merugikan masyarakat yang tidak berdosa. Terakhir, ASEAN mengirim utusan atau envoy untuk mengawal proses demokratisasi di Myanmar. Itulah poin-poin dari konsensus yang ingin kita capai,” katanya pada Senin, 7 Agustus 2023.

Negara Myanmar sendiri tidak diundang ke AIPA karena buntut kudeta yang dilakukan oleh junta militer. Menurut Putu, Parlemen Indonesia ingin mengundang Committee Representing Pyidaungsu Hluttaw (CRPH), yakni parlemen yang dianggap demokratis karena dipilih oleh rakyat Myanmar. Namun, hal tersebut perlu dibicarakan lagi dengan negara ASEAN lainnya.

“Tentu kita juga harus menghargai pendapat negara-negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Sidang Umum AIPA akan membahas berbagai isu, selain masalah demokrasi di Myanmar. Mengusung tema Responsive Parliaments for a Stable and Prosperous ASEAN atau Parlemen yang responsif untuk ASEAN yang stabil dan sejahtera. Putu mengatakan, tujuan utama sidang umum AIPA ini adalah mendorong terciptanya stabilitas kawasan.
Selain itu, menurutnya, pembahasan sejumlah isu di Sidang Umum AIPA juga akan melibatkan parlemen perempuan AIPA dan parlemen muda AIPA.

“Isu seperti isu kesetaraan gender pada komite perempuan, isu keterlibatan pemuda pada komite kepemudaan, komite politik, ekonomi, sosial dan komite organisasi yang membahas berbagai isu internal. AIPA juga tentunya akan mengangkat isu sawit nikel, isu konflik Rusia Ukraina, SDGs dan green ekonomy,” katanya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo membuka Sidang Umum AIPA yang diselenggarakan di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 7 Agustus 2023. Ketua DPR RI Puan Maharani turut juga meresmikan pembukaan Sidang Umum ke-44 AIPA bersama Sekretaris Jenderal AIPA, Siti Rozaimeriyanty Dato Haji Abdul Rahman.

Jokowi bersama Puan dan Siti menekan tombol tanda dibukanya Sidang Umum ke-44 AIPA.

“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, Sidang Umum ke-44 AIPA secara resmi saya buka,” kata Jokowi.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

 

Tags: AIPAASEANRIMyanmar
Previous Post

Warga Jakarta Ngadu Alat Peraga Kampanye Banyak Terpasang Ilegal

Next Post

Peserta Jambore Dunia Korea Selatan Dihantui Topan Khanun, Sekjen Pramuka Dunia Kewalahan

Ruang Politik

Next Post
Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan. /Reuters

Peserta Jambore Dunia Korea Selatan Dihantui Topan Khanun, Sekjen Pramuka Dunia Kewalahan

Recommended

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

5 hari ago
Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

5 hari ago

Trending

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

7 hari ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

3 minggu ago

Popular

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

4 bulan ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

3 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

1 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

7 hari ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election