• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
01 - 09 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangOpini

Sandi Uno Si Pemain Licin

by Ruang Politik
in RuangOpini
454 24
0
Abi Rekso / Penyuluh #RakyatAkalSehat

Abi Rekso / Penyuluh #RakyatAkalSehat

511
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Abi Rekso (Penyuluh #RakyatAkalSehat)

RUANGPOLITIK.COM —Figur Sandiaga Uno bukan orang baru dalam politik, bisa dibilang yang bersangkutan menyandang “Pemain Licin” dalam setiap event elektoral. Bagaimana tidak, kegagalan menang sebagai Calon Wakil Presiden bersama Menhan Prabowo Subianto pada 2019, justeru terkonversi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

RelatedPosts

Nana Supiana, Pejabat Gagal Yang Ngotot Jadi Sekda! Mahasiswa Akan Kepung Kemendagri!

PJ. Sekda Banten Tidak Layak Definitif: Relawan Gubernur Terpilih Turun ke Jalan

PJ Gubernur Banten Main Licik! Jelang Angkat Kaki, Masih Berani Merusak Birokrasi?

Sandi juga tidak bisa dibilang anak kemaren sore, jejak politiknya yang penuh liku dan intrik adalah catatan tersendiri. Bagi yang mengerti sisi selokan Balai Kota Jakarta, begitu santer pola permainan Sandi dalam “Tata Kelola Kuasa”. Kesempatan emas bagi Sandi, menghadapi seorang Anies Baswedan yang asik dengan tata-kata.

Rintihan ‘hengky-pengky’ itu mengalir dari gorong-gorong anggaran daerah, senyap namun tetap lembab dan sesekali basah. Yang menonjol dan menjadi desas-desus abdi dalam Balai Kota adalah bagaimana Sandi Uno secara cermat dan tepat memonitor sirkulasi karung-karung pengelolaan anggaran daerah untuk bisa dicuci bersih, jika ada sisa boleh dibawa pulang. Ya sebut saja, bagaimana kegembiraan “hengky-pengky” itu terdengar dari dapur PD. Pasar Jaya atau fenomena wajah-wajah tamak petinggi Bank DKI yang masuk ke Balai Kota melalui saluran selokan, bukan gerbang utama.

Namanya ‘Pemain Licin’, Sandi lebih erat bergelut dalam sisi ‘pertaruhan’ ketimbang ‘perjuangan’. Berbeda dari mantan pelatihnya yang kini lebih fokus membangun Partai Politik, Prabowo Subianto. Jika hari-hari ini kita menyaksikan bagaimana Prabowo Subianto terus membangun partai dalam rangka perjuangan cita-cita bangsa. Justru ‘Pemain Licin’ berlomba-lomba dalam berjudi di gelanggang politik. Bukan tidak mungkin dalam akal-akalan ‘Pemain Licin’ cita-cita bagsa yang mulia ini pun bisa diperjudikan.

Perpisahan antara Prabowo dan Sandi, jangan dilihat dalam aspek politis saja. Dalam banyak kejadian, perpisahaan ini tidak lebih dari pemain yang berpindah bandar saja. Pemain Licin sekelas Sandiaga Uno, tidak pernah sendirian dalam setiap melakukan aksi dan reaksi. Boleh dibaca, perpisahan Sandi dengan Prabowo, karena ada figur lain yang dianggap Sandi lebih kuat dan menjanjikan, atau dianggap lebih bisa bermain kotor, cukup kotor atau sangat kotor. Siapa dia ?

Mungkin belum penting kita mengungkap siapa bandar sekaligus pelatih dibelakang Sandi. Namun gerak-gerik politik ala penjudi Sandi Uno yang lebih menarik untuk kita cermati bersama.

Sebut saja operasi Ka’bah, bagaimana tiba-tiba nama Sandi Uno menjadi salah satu figur kuat dalam internal partai. Tidak tanggung-tanggung, bahkan Sandi sudah tahu lebih awal jadwal Pengumuman Ganjar Pranowo oleh Ibu Mega jauh sebelum para kader partai. Itu alasan kuat, mengapa Sandi segera merapat ke PPP dan memilih berpisah dari Prabowo. Selain ada figur kuat, Sandi juga sepertinya sedang dijanjikan untuk menjadi wakil Ganjar. Tentu, dengan beberapa syarat penting.

Apa lacur, operasi tidak berjalan baik. Di tengah perjalanan Presiden mengumpulkan para Ketua Umum Partai Pemerintah, kecuali Partai NasDem. Operasi Ka’bah pun tertunda untuk beberapa hal. Ditambah Romahurmuziy, tiba-tiba menyebut nama lain selain Sandi, bersamaan status Sandi yang belum diterima menjadi anggota Partai oleh Ketua Umum PPP Mardiono. Menandakan jalan Sandi kian terjal di PPP.

TIba-tiba, publik dikejutkan dengan sikap kader PKS yang siap mendukung Sandi untuk berpasangan dengan Anies Baswedan. Secara basis pemilih antara PPP dan PKS jelas sangat berbeda. PPP cenderung pada kaum Nahdliyin dan Islam Tradisional, sedangkan PKS Islam Perkotaan dan Ikhwanul Muslimin kecenderungannya.

Namun, sejauh saya menyimak bagi Sandi ini bukan soal popularitas dan basis pemilih, melainkan tentang melaksanakan tugas kepentingan orang besar dibelakang Sandi. Kita sebut operasi Simatupang 82, setelah Sandi tidak begitu moncer di PPP kemudian muncullah operasi Simatupang 82 ini. Tentu Sandi bukan orang baru bagi PKS, sejak Pilkada 2017 dan Pilpres 2019 Sandi punya keintiman khusus dengan PKS. Operasi Simatupang 82 ini juga bukan tanpa maksud, kali ini Sandi diarahkan untuk membuka peluang bergandengan lagi bersama Prabowo. Pertanyaan, apakah bisa semudah itu diterima kembali oleh Prabowo?

Kodrat dari ‘Pemain Licin’ berhamba pada kepentingan sesaat, sebagai sebuah jalan tujuan berpolitik. Dalam politik model perjudian yang dilakukan Sandi sama sekali lazim, kendati kita sebagai rakyat akal sehat perlu kritis terhadap muatan dan motif setiap kandidat yang akan bertarung di 2024 nanti.

Mungkin tidak mudah akan lahir kembali figur kepemimpinan nasional kalibrasi Presiden Jokowi. Kendati begitu; mata, telinga, pikiran dan suara kita harus menjadi mesin perangkat dalam melakukan seleksi elektoral yang semakin dekat. Rakyat adalah satu-satunya secara tunggal harus berdaulat bukan saja dibalik suara, melainkan dalam proses pengelolaan pemerintahan.

Bandung, Selasa 9 Mei 2023

Salam #RakyatAkalSehat

*Abi Rekso (Penyuluh #RakyatAkalSehat)*

Tags: Abi Rekso (Penyuluh #RakyatAkalSehat)Cawapres 2024PPPSandiaga Uno
Previous Post

Maju Capres, Prabowo Harus Mengundurkan Diri dari Menhan?

Next Post

DPR: RUU Kesehatan Belum Final, Bisa Didiskusikan

Ruang Politik

Next Post
Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi/RuPol

DPR: RUU Kesehatan Belum Final, Bisa Didiskusikan

Recommended

PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum Terkait Pembatalan Alokasi Lahan

PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum Terkait Pembatalan Alokasi Lahan

4 hari ago
Legislator PDIP: Persoalan Desil Indikasi BPS Perlu Evaluasi dan Anggaran Negara Tersedia untuk Bantuan Masyarakat

Desil Tak Akurat, PDI-P Minta Pemerintah Buka Mekanisme Sanggah Data

5 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Begini Reaksi MUI Sikapi Minuman Wine Berlabel Halal

Begini Reaksi MUI Sikapi Minuman Wine Berlabel Halal

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

5 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive