Kini Ketua Partai Gerindra itu tetap yakin akan menjadi Capres meski hal itu muncul di tengah isu menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Ganjar Pranowo, Capres usulan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
RUANGPOLITIK.COM —Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkap kepercayaan dirinya saat menjadi Calon Presiden (Capres) saat ditanya wartawan seusai halalbihalal di rumah Presiden Jokowi di Solo, Jawa Tengah pada Sabtu 22 April 2023 lalu.
Diketahui pria 71 tahun itu pernah menjadi Capres pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2014 dan 2019. Namun dalam kontestasi politik itu, Prabowo harus mengakui keunggulan lawannya yakni Jokowi.
Kini Ketua Partai Gerindra itu tetap yakin akan menjadi Capres meski hal itu muncul di tengah isu menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Ganjar Pranowo, Capres usulan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
“Tapi kan beliau (Ganjar Pranowo) sudah diusung jadi Capres. Partai saya (Gerindra) mencalonkan saya sebagai Capres dan partai saya agak kuat juga sekarang,” katanya kepada wartawan ketika itu pada Sabtu 22 April 2023.
Kilas balik Prabowo Subianto gagal nyapres dan nyawapres
Pada 2014, ia didampingi Hatta Rajasa dari Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi pasangan Capres-Cawapres. Mereka kalah dari pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dengan 70.997.833 suara atau 53,15 persen. Prabowo dan pasangannya hanya meraih 62.576.444 suara atau 46,85 persen.
Adapun pada 2019 lalu, Prabowo didampingi pria yang kini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Jokowi (yang saat itu didampingi Ma’ruf Amin) kembali menjadi lawannya. Total suara yang diraih 68.650.239 atau 44,5 persen, kalah dari lawannya yang meraih 85.607.362 suara atau 55,5 persen.
Selain menjadi Capres, Prabowo juga pernah menjadi Cawapres yang kala itu mendampingi Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009. Sayangnya ketika itu mereka kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang meraih 73.874.562 suara atau 60,8 persen. Mega-Prabowo hanya meraih 32.548.105 suara atau 26,79 persen.
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)