• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
14 - 08 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Efriza: Megawati Tak Ingin Gegabah Umumkan Capres, Perlihatkan Kualitas Politisi Senior

by Rupol
in Nasional
447 14
0
493
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM— Peta pilpres 2024 masih terlihat buram, pasalnya durasi waktu yang masih panjang sebelum pendaftaran parpol ke KPU membuat para elit masih mengulur waktu dengan melihat srategi lawan politik lainnya. Dan srategi ini yang tengah dimainkan oleh PDIP dengan tak umumkan capres terlalu dini.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjelaskan, sebagai Ketua Umum yang terpilih di kongres partai, maka menjadi kewenangannya untuk mencalonkan kandidat capres.

RelatedPosts

Investor Pelangi Hijab Tuntut Aninditia Santoso atas Dana Rp182 Miliar

Legislator PDIP Dukung Polri Bongkar Korupsi Batu Bara dan TPPU

Komisi I DPR Tekankan Latsarmil SPPI Utamakan Pembentukan Karakter Peserta

“Saiki nungguin. Gak ada, ini urusan gue,” kata Mega saat menyampaikan pidato dalam acara HUT PDIP di JIExpo, Selasa (10/1/2023).

Hal senada juga diungkap oleh politisi senior PDIP Panda Nababan, bahwa untuk penetapan capres kali ini Megawati lebih berhati-hati dan mempertimbangkan banyak hal. Apalagi persaingan yang ketat antar Puan Maharani dan Ganjar Pranowo yang tentu saja itu tak mudah.

Dia menceritakan pengalaman pahit tahun 2013 yang dimaksudnya. Saat itu, Panda masih menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Sumatera Utara.

“Sebagai Ketua DPD, rakernas gitu. Saya naik podium, saya umumkan waktu itu, calon presiden Joko Widodo. Saya mendahului Megawati, waktu itu,” jelas Panda.

“Sebagai Ketua DPD, rakernas gitu. Saya naik podium, saya umumkan waktu itu, calon presiden Joko Widodo. Saya mendahului Megawati, waktu itu,” jelas Panda.

Panda mengatakan kejadian itu di Ecopark, Ancol. Imbas aksinya itu, Megawati selaku Ketum PDIP geram terhadapnya.

“Dalam kapasitas itu, aku lihat muka Megawati murem, kesel. Kayaknya marah gitu loh. Geram, kelihatan mukanya itu dia,” tutur Panda.

Lebih lanjut, dia menambahkan, sehari setelah kejadian itu, Megawati langsung mengumpulkan para Ketua DPD dan DPP PDIP. Panda mengaku dalam kesempatan itu, ia dimarahi habis oleh Megawati.

Megawati saat itu mencecar dirinya mengapa sampai mengumumkan nama Jokowi.

“Di situ habis aku disemprot sama Mega. Bisa apa dia? Kenapa kau usulkan? Apa itu Jokowi? Mampu apa itu Jokowi? Kau kenal di mana Jokowi? Kenapa kau ini,” tutur Panda menirukan ucapan Megawati.

Sementara, itu menurut pengamat politik Efriza dari Citra Institute saat dihubungi RuPol, Jumat (13/1/2023) mengatakan jika pidato Ketum PDIP tersebut sedang melakukan konsolidasi partai dan menunjukkan kekuatan partai.

“Ia juga menunjukkan dirinya adalah pemegang hak prerogatif PDIP soal capres dan cawapres. Strategi PDIP hanya diteguhkan, diingatkan kembali, dengan cara menunjukkan makna partai yang hakiki bukanlah sebagai kendaraan tetapi bekerja untuk masyarakat dengan dasar ideologi, serta kader telah mempercayai Megawati sebagai pemegang keputusan tunggal. Dan, Megawati dalam pidato berhasil mengubur impian dan wacana tiga periode, artinya PDIP masih sebagai partai yang konsisten menjaga reformasi,” jelas Efriza.

Nama Ganjar Pranowo juga tak disinggung oleh Mega dalam pidatonya tersebut. Namun dosen ilmu pemerintahan ini melihat bagian dari skenario Mega memperlihatkan seolah Ganjar tak dianggap.

“PDIP, sengaja menyingkirkan Ganjar, agar bisa menunjukkan kualitas diri sebagai kader dengan kinerja, meningkatkan elektabilitas dengan bersama rakyat,” ungkapnya.

Dan Efriza menilai langkah ini juga dilakukan Mega terhadap Puan Maharani saat pidato kemarin. Padahal keduanya dianggap memiliki kans yang sama sebagai capres dari PDIP.

“Jadi saat ini, Megawati tidak terlalu dapat dianggap sudah memutuskan Puan Maharani. Tetapi, Megawati sedang membuat tiga koalisi yang ada saat ini berpikir lebih keras. Megawati berhasil secara tidak langsung mengendalikan koalisi-koalisi di luar, untuk menunggu PDIP. Ini menunjukkan Megawati bukan lagi memancing lawan politiknya, tapi sudah membuat lawan politiknya lebih berhati-hati, mereka amat memperhitungkan sepak terjang Megawati, ” jelasnya.

HUT PDIP telah menunjukkan kualitas PDIP, berhasil membuat resah, lebih mawas diri partai-partai lain yang sedang akan berkoalisi maupun yang telah berkoalisi.

” Artinya penentuan capres dapat memanas hingga menit akhir, tiga koalisi berhasil dibawa arus untuk lebih memperhatikan PDIP, ketimbang percaya diri untuk bertarung melawan PDIP dengan misalnya menetapkan capres/cawapres,” pungkasnya.

Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)

Tags: CapresMegawatiPDIP
Previous Post

Ini Isi Pembicaraan Sandiaga dan Prabowo soal Isu Pindah ke PPP

Next Post

Tolak Sistem Pemilu Tertutup, Golkar: Kami Mengawal Konstitusi Bela Rakyat

Rupol

Next Post
Tolak Sistem Pemilu Tertutup, Golkar: Kami Mengawal Konstitusi Bela Rakyat

Tolak Sistem Pemilu Tertutup, Golkar: Kami Mengawal Konstitusi Bela Rakyat

Recommended

Investor Pelangi Hijab Tuntut Aninditia Santoso atas Dana Rp182 Miliar

Investor Pelangi Hijab Tuntut Aninditia Santoso atas Dana Rp182 Miliar

2 hari ago
Walikota Zulmaeta Tegaskan Seluruh Pelaksanaan Proyek Pemko Payakumbuh Berjalan Bersih

Walikota Zulmaeta Tegaskan Seluruh Pelaksanaan Proyek Pemko Payakumbuh Berjalan Bersih

2 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

4 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive