• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
19 - 02 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Ujang Komarudin: Para Capres Belum Mampu Beri Solusi Persoalan Bangsa

by Rupol
in Nasional
444 9
0
485
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Narasi pemimpin yang memikirkan rakyat dengan analogi ‘berambut putih’ yang digagas oleh Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Relawan Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (26/11) lalu dinilai sebagai bentuk marketing politik untuk menaikkan popularitas seseorang.

Menurut Ujang Komarudin, pengamat politik dan Dosen Ilmu Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, saat dihubungi RuPol, Selasa (29/11) mengatakan bentuk marketing politik dalam analogi fisik emang kerap dilakukan segelintir elit. Namun ini tak mewakili sosok pemimpin yang sebenarnya.

RelatedPosts

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

“Karena porsinya lebih kepada penyerapan pemberitaan yang semakin besar, terutama ketika sinyal itu ditangkap Ganjar dengan merubah warna rambut jadi hitam. Sehingga porsi beritanya semakin besar,” jelas Ujang.

Namun, ia mengkritik jika narasi yang dijual oleh capres atau cawapres belum mampu menyentuh substansi persoalan bangsa yang sangat kompleks.

“Penggunaan fisik tubuh dengan idiom ganteng atau fisik rupiah yang identik dengan money politik sangat kental dengan pemilu kita. Sehingga menjual ide atau gagasan menjadi tidak laku. Padahal ini sangat berbahaya ketika politik menjadi sangat pragmatis,” jelas Ujang.

Karena itu, ia melihat di sini kegagalan partai politik dalam melakukan komunikasi politik kepada rakyat tidak mengarah kepada menemukan solusi dari banyaknya persoalan Bangsa yang sangat kompleks.

“Parpol atau pasangan capres  yang berkompetisi tidak pernah memberikan solusi terhadap persoalan Bangsa. Misalnya masalah hutang piutang negara, kemiskinan, PHK, narkoba, gejolak sosial. Elit hanya mengutamakan kepentingan golongan bukan rakyat. Ini yang berbahaya,” jelas Ujang.

Padahal dasar seorang pemimpin yang ideal adalah mengutamakan segala kepentingan rakyat diatas kepentingan golongan. Dan Ujang melihat sejauh ini yang menyebabkan ‘money politik’ menjadi suatu hal biasa dalam setiap pemilu.

“Politisi menyiapkan uang, rakyat mengambil uang atau amplop. Sehingga soal ide dan gagasan tidak laku. Dan ini fakta yang kita hadapi saat ini. Ini sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ulasnya.

Karena itu, bentuk fisik yang disampaikan oleh Jokowi menurut Ujang Komarudin hanyalah bagian dari gimmick politik demi kepentingan ‘Ganjar’ yang memang sengaja di endorse oleh Jokowi.

“Pemimpin yang sebenarnya harus berjiwa negarawan, kepentingan rakyat lebih utama. Bukan kepentingnan golongan atau partai yang menjadi prioritas,” pungkasnya. (IY)

Editor: Ivo Yasmiati
Previous Post

PKS Ingatkan Jokowi Tak Dengarkan Masukan Provokatif Relawan

Next Post

Survei Charta Politika: Peta Politik Berubah, Elektabilitas Anies Salib Prabowo

Rupol

Next Post
Willy Aditya Ungkap Isi Pertemuan Anies-Surya Paloh di NasDem Tower

Survei Charta Politika: Peta Politik Berubah, Elektabilitas Anies Salib Prabowo

Recommended

Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Polres Payakumbuh Gelar Apel Siaga

Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Polres Payakumbuh Gelar Apel Siaga

4 hari ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

4 hari ago

Trending

Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

2 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

4 hari ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive