• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
12 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Oligarki Sumber Masalah di Indonesia, Pengikut Gus Dur: Pemerintah Revisi UU Cipta Kerja dan ITE

by Ruang Politik
in Nasional
413 31
0
Pengikut Gus Dur: Pemerintah Revisi UU Cipta Kerja dan ITE/Ist

Pengikut Gus Dur: Pemerintah Revisi UU Cipta Kerja dan ITE/Ist

475
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Koordinator Jaringan GUSDURian Alissa Wahid menjelaskan, rumusan tersebut berlatar belakang dari masalah yang dihadapi Indonesia saat ini. Salah satunya kekuasaan yang berkonsentrasi pada kalangan elit atau oligarki

RUANGPOLITIK.COM –Temu Nasional (Tunas) yang digelar Jaringan GUSDURian pada Jumat hingga Minggu 14-16 Oktober 2022 menghasilkan lima resolusi dan rekomendasi.

Lima poin tersebut disusun dalam sebuah dokumen berjudul “Mempersoalkan Oligarki untuk Inklusi Sosial, Politik, dan Ekonomi”.

RelatedPosts

Komitmen Pelayanan, Jasaraharja Putera Serahkan Armada Shuttle untuk ASDP

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Koordinator Jaringan GUSDURian Alissa Wahid menjelaskan, rumusan tersebut berlatar belakang dari masalah yang dihadapi Indonesia saat ini. Salah satunya kekuasaan yang berkonsentrasi pada kalangan elit atau oligarki.

“Kekuatan kapital mengental di berbagai bidang. Kepentingan rakyat terabaikan. Kelestarian alam tergadaikan. Oligarki menjadi sumber masalah bangsa yang harus kita koreksi. Penguatan demokrasi substansial menjadi solusi untuk mewujudkan inklusi sosial, ekonomi, dan politik,” ungkap Alissa dikutip dari laman Twitter Gusdurian, Senin (17/10/2022).

Adapun lima poin yang dimaksud Alissa. Pada poin pertama Jaringan GUSDURian mendesak pemerintah dan parlemen untuk memperluas ruang demokrasi.

Alissa menerangkan, desakan ini salah satunya bisa dilakukan dengah melakukan revisi berbagai regulasi yang kontraproduktif terhadap keadilan ekonomi dan jaminan ruang hidup yang setara, seperti UU Minerba, UU Cipta Kerja; serta kebebasan berpendapat dan berekspresi, seperti UU ITE.

“Kedua, kami mendesak pemerintah menegakkan hukum yang mencerminkan keadilan dan pemenuhan hak-hak konstitusional dengan menuntaskan kasus HAM berat dan memulihkan hak-hak korban,“ ujar Alissa.

Jaringan GUSDURian juga mendesak pemerintah untuk melakukan demokratisasi ekonomi yang inklusif, responsif gender dan penyandang disabilitas.

Poin ini bisa dilakukan dengan tiga cara, dari memberikan perhatian yang lebih kuat kepada UMKM melalui penguatan program inklusi keuangan dan akses pasar hingga mewujudkan transisi energi yang berkeadilan.

“Keempat, kami berkomitmen mengawal pemilu 2024 untuk terwujudnya rekonfigurasi kekuasaan,” lanjut putri Gus Dur ini.

Terakhir, Alissa mengungkapkan bahwa Jaringan GUSDURian berkomitmen memperkuat konsolidasi masyarakat sipil untuk perimbangan oligarki kelompok elit.

 

Editor: B. J Pasaribu
(Rupol)

Tags: OligarkiRuang PolitikSimpatisan Gus Dur
Previous Post

Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Didakwa Rintangi Penyidikan 

Next Post

Jamiluddin Ritonga: KIB Deklarasikan Capres pada September 2023 Hanya Untungkan Golkar

Ruang Politik

Next Post
Nasdem Usung Anies, Analisis Pengamat Jamiluddin Ritonga Terkait Cawapres hingga KPK

Jamiluddin Ritonga: KIB Deklarasikan Capres pada September 2023 Hanya Untungkan Golkar

Recommended

Refleksi Satu Tahun Sakato Antara Tantangan Pembangunan dan Efisensi Anggaran

Refleksi Satu Tahun Sakato Antara Tantangan Pembangunan dan Efisensi Anggaran

19 jam ago
Dinilai Ramah Pelayanan, Masjid Musafir Payakumbuh Diresmikan sebagai Masjid Ramah Pemudik 1447

Dinilai Ramah Pelayanan, Masjid Musafir Payakumbuh Diresmikan sebagai Masjid Ramah Pemudik 1447

23 jam ago

Trending

Silaturrahmi  DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Payakumbuh Dihadiri Tokoh Masyarakat H.Wan Martabak

Silaturrahmi DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Payakumbuh Dihadiri Tokoh Masyarakat H.Wan Martabak

6 hari ago
Operasi Ketupat Singgalang Digelar Pada 12 Maret 2026 Mendatang

Operasi Ketupat Singgalang Digelar Pada 12 Maret 2026 Mendatang

4 hari ago

Popular

Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

4 minggu ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

1 bulan ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive