• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
13 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Anggaran untuk Jadi Calon Bupati atau Wali Kota Mencapai Rp 30 Miliar

by Ruang Politik
in Nasional
423 13
0
Pilkada Serentak Dilaksanakan

Pelaksanaan Pilkada Serentak 27 November 2024/ ilustrasi net

467
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan bekal antikorupsi kepada puluhan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Selasa pagi (19/7/2022).

Pembekalan antikorupsi dalam program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2022 untuk puluhan pengurus PKS itu juga turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi.

RelatedPosts

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Komitmen Pelayanan, Jasaraharja Putera Serahkan Armada Shuttle untuk ASDP

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata juga menyampaikan hasil survei KPK dan Kemendagri tentang mahalnya biaya untuk menjadi calon bupati atau wali kota.

Alexander mengatakan, untuk menjadi bupati atau wali kota membutuhkan anggaran biaya mencapai puluhan miliar rupiah. Dan untuk menjadi anggota DPRD juga tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan.

Berita terkait:
Laporan Dugaan Gratifikasi Ketum PPP Diterima KPK

Kasus Mardani Maming, KPK Periksa Dua Karyawan Swasta

Lili Pintauli Mundur, KPK: Kegiatan dan Program Kerja Tetap Berjalan Normal

KPK Peringatkan 3 Saksi di Kasus Mardani Maming Agar Kooperatif

“Untuk bisa menang menjadi bupati atau wali kota, membutuhkan anggaran dua kali lipat bisa mencapai Rp 75 miliar,” ujar Alexander.

Menurut Alexander, capaian anggaran tersebut berdasarkan hasil survei KPK dan Kemendagri.

“Biaya untuk menjadi calon bupati atau wali kota mencapai angka Rp 30 miliar,” sambungnya.

Alexander menambahkan, hasil survei Kemendagri mencapai anggaran biaya Rp 20 sampai 30 miliar untuk kepala daerah tingkat II bupati/wali kota.

“Capaian anggarannya seperti itu berdasarkan hasil survei KPK dan Kemendagri,” katanya.

Dia mengatakan, anggaran sebesar itu tidak dijamin menang. Kalau mau menang, harus double anggarannya mencapai Rp 50 sampai 75 miliar.

“Wani Piro? Siapa yang kasih lebih gede, itulah yang dipilih. Realitasnya seperti itu bapak ibu sekalian, masyarakat kita juga menjadi pragmatis melihat hal seperti ini,” imbuhnya.

Hasil survei KPK dan Kemendagri menunjukkan semakin besar biaya yang dikeluarkan, terdapat korelasi langsung antara biaya yang dikeluarkan dengan keterpilihan kepala daerah.

“Secara realistis, masyarakat Indonesia juga masih mengharapkan adanya uang yang diberikan dari para calon kepala daerah,” kata Alexander. (DAR)

Editor: Zulfa Simatur
(RuPol)

Tags: KPKPKSRuang PolitikRuangPolitik
Previous Post

Masuk Tahap Penyidikan, Polda Metro Jaya Ambil Alih Kasus Polisi Tembak Polisi di Rumah Ferdy Sambo

Next Post

Wacana Duet Anies-AHY, Demokrat Masih Lakukan Survei Internal

Ruang Politik

Next Post
AHY Disandingkan dengan Anies di Pilpres 2024/Ist

Wacana Duet Anies-AHY, Demokrat Masih Lakukan Survei Internal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Singgalang 2026, Polres Payakumbuh Nyatakan Siap Amankan Perayaan Idul Fitri 1447 H

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Singgalang 2026, Polres Payakumbuh Nyatakan Siap Amankan Perayaan Idul Fitri 1447 H

14 jam ago
Tim II TSR Limapuluh Kota Salurkan Bantuan Rp20 Juta dan Paket Ramadhan di Masjid Syuhada Situjuah Gadang

Tim II TSR Limapuluh Kota Salurkan Bantuan Rp20 Juta dan Paket Ramadhan di Masjid Syuhada Situjuah Gadang

15 jam ago

Trending

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

23 jam ago
Operasi Ketupat Singgalang Digelar Pada 12 Maret 2026 Mendatang

Operasi Ketupat Singgalang Digelar Pada 12 Maret 2026 Mendatang

5 hari ago

Popular

Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

4 minggu ago
Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

23 jam ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive