Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Pengamat: Kepemimpinan Suharso Monoarfa Membuat Elektabilitas PPP Merosot

by ruang politik
in Nasional
436 4
0
dugaan gratifikasi

Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa/ RuPol

471
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM – Kepemimpinan Suharso Monoarfa di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi salah satu penyebab merosotnya elektabilitas partai tersebut.
Kurangnya nilai jual Suharso serta kegagalannya membangun relasi dengan kader akar rumput, membuat PPP seperti kehilangan karakter sebagai partai Islam tradisional.

“Suharso membangun elitisme pada dirinya sendiri, sehingga membuat jarak dengan akar rumput partai. Pemilih PPP yang merupakan kelompok Islam tradisional merasa ada tembok tinggi yang membatasi mereka,” ujar Pengamat Politik Dedi Kurnia Syah melalui keterangan tertulis kepada RuPol, Sabtu (16/7/2022).

RelatedPosts

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

PDIP Sebut RUU Penyiaran Bukan Untuk Bungkam Masyarakat

Sindir Ribka Tjiptaning, Idrus Marham: Jangan Tutupi Jasa Soeharto dengan Emosi Politik

Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Political Opinion (IPO) tersebut, ada dua kelemahan yang sangat menonjol pada sosok Suharso yang membawa dampak kepada PPP.
Yang pertama, Suharso bukanlah seorang yang terlahir atau memiliki sejarah dengan Nahdlatul Ulama (NU) secara kultural dan struktural.

“PPP itu lahir dari rahim NU juga, bahkan sampai saat ini pemilih terbesar PPP masih berasal dari kalangan NU. Sejak meninggalnya Kiai Maemun Zubaer, PPP semakin menjauh dari NU. Tidak adanya sejarah yang menghubungkan Suharso dengan NU, membuatnya sulit bergerilya mencari suara ke basis-basis Nahdliyin,” terang Dedi.

Kelemahan kedua Suharso, menurut Dedi adalah tidak memiliki strategi yang jelas dan terukur dalam menjadikan PPP sebagai partai Islam tradisonal.
PPP perlu kembali kepada khittah politiknya, sehingga bisa membuat pemilih tradisonal kembali.

“Suharso harus kembali memanggil para senior dan tokoh-tokoh partai untuk mengembalikan warna asli PPP. Kepengurusan di bawah Suharso memang banyak berisikan para politisi muda, dengan harapan untuk menarik perhatian para pemilih muda. Tapi tidak terlihat program yang jelas, sehingga harapan itu tidak tercapai,” lanjut Dedi.

Berita terkini:
Elektabilitas Terendah, SMRC: Peluang PPP Lolos ke Parlemen Sangat Berat

Hasil Survei Rendah, Pengamat: PPP Butuh Keajaiban Lolos ke Parlemen

Manuver Jusuf Kalla Untuk Anies atau Golkar?

Survey Parpol: PPP dan PAN Terancam Tak Lolos Parlemen

Dua kelemahan Suharso Monoarfa tersebut, kata Dedi membawa pengaruh sangat besar atas merosotnya elektabilitas PPP.
Apabila tidak ada sebuah upaya penyelamatan yang luar biasa, sangat kecil kemungkinan PPP berada di parlemen pada Tahun 2024 mendatang.

“Jika diperlukan langkah ekstrem, mundurnya Suharso bisa jadi akan membuka peluang PPP kembali bergerak lebih cepat. Mungkin pilihannya seorang tokoh muda yang juga memiliki kedekatan dengan NU, jadi ada dua peluang terbuka. Bisa menarik pemilih muda dan juga bisa mengembalikan pemilih tradisional dari Nahdliyin,” pungkas Dedi. (ASY)

Editor: Asiyah Lestari
(RuPol)

Tags: Dedi Kurnia SyahElektabilitas PPPIndonesia Political OpinionIPONahdlatul Ulama PPPPPPPPP MerosotRuang PolitikSuharso MonoarfaSuharso mundur
Previous Post

Prabowo: Yang Berkuasa di Negeri Ini Emak-emak!

Next Post

Survei: Kepuasan ke Jokowi Turun, Dominasi Warga Jakarta

ruang politik

Next Post
Joko Widodo-Maruf Amin/Ist

Survei: Kepuasan ke Jokowi Turun, Dominasi Warga Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

Sat Lantas Polres Payakumbuh Sabet Empat Penghargaan

2 hari ago
Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

Pariwisata 2026: Saatnya Berhenti Ramai, Mulai Bernilai

2 hari ago

Trending

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

4 hari ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

3 minggu ago

Popular

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

Legislator PDIP Soroti Syuting di Indonesia Lebih Mahal Dibanding di Luar Negeri

4 bulan ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

3 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

7 hari ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

4 hari ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election