RUANGPOLITIK.COM-Hepatitis misterius kini tengah menjadi perbicangan, karena dapat menjadi ancaman yang bisa menyerang tubuh manusia. Penyebab penyakit tersebut masih misterius dan sedang diteliti lebih lanjut.
Untuk mencegah hepatitis misterius, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan makanan.
Anjuran tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia.
“Masyarakat agar mewaspadai kalau makan atau jajan tentu pilih makanan yang tertutup, dimasak sempurna, cuci tangan sebelum makan,” kata Dwi Oktavia di Jakarta, Kamis (5/5/2022).
Berita Terkait:
Heboh Hepatitis Akut, Bagaimana Keterkaitannya Dengan Covid-19? Ini Kata Peneliti…
WHO Nyatakan KLB Hepatitis Misterius, Masyarakat Harus Waspada
Ada 228 Kasus Dugaan Hepatitis Misterius, Prof Zubairi Ungkap Virus Penyebabnya
Pemerintah Akan Ubah Status Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menggunakan alat makan bersama.
Upaya-upaya itu dilakukan untuk mencegah terjangkit penyakit hepatitis misterius yang diduga menular melalui jalur oral atau melalui saluran pencernaan.
Selain itu, masyarakat harus senantiasa memilih makanan sehat dan tidak terkontaminasi bakteri. Makanan jangan dibiarkan terbuka dan harus ditutup sehingga terbebas dari lalat.
Dwi Oktavia mengatakan bahwa, kini pihaknya masih terus mengikuti perkembangan kasus hepatitis misterius tersebut terutama terkait jalur penularannya.
Menurutnya, harus diselidiki lebih dalam lagi apakah penyebaran penyakit tersebut melalui saluran cerna atau melalui jalur lain.
Berdasarkan laporan, sebelumnya ada tiga orang anak yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Cipto Mangun Kusumo yang diduga terjangkit hepatitis misterius hingga meninggal dunia dalam kurun waktu yang berbeda selama rentang dua pekan terakhir hingga 30 April 2022.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ketiga pasien merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
Menurutnya, gejala yang ditemukan pada pasien-pasien tersebut adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang, dan penurunan kesadaran.
Saat ini, Kemenkes sedang melakukan investigasi terkait penyebab hepatitis misterius tersebut, melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.
Sementara Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dilaporkan sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.
Oleh karena itu, selama masa investigasi tersebut, mereka mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang.
Masyarakat harus melakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit dan tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, masyarakat diminta untuk segera memeriksakan anak-anaknya jika terlihat memiliki gejala-gejala berikut:
- Kuning.
- Sakit perut.
- Muntah-muntah dan diare mendadak.
- Buang air kecil berwarna teh tua.
- Buang air besar berwarna pucat.
- Kejang.
- Penurunan kesadaran.
Sejak informasi itu dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah laporan terus bertambah. Tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara. (BJP)
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)