• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
06 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangOpini

Fenomena Ketua Umum Partai Tak Laku Dijual

by Ruang Politik
in RuangOpini
422 32
0
ilustrasi RuPol

ilustrasi RuPol

486
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Peluang Sosok Internal vs Pragmatis Partai

Fenomena rendahnya elektabilitas ketua umum partai dalam banyak survei. Semestinya dapat menjadi pelajaran berharga untuk dikaji, dianalisis, dan mulai mempersiapkan sosok-sosok eksekutif daerah dari anggota-anggota internal partainya. Namun, sepertinya mereka tetap kekeuh, mereka merasa bahwa sebagai ketua umum partai maka diharuskan maju sebagai calon presiden.

RelatedPosts

Nana Supiana, Pejabat Gagal Yang Ngotot Jadi Sekda! Mahasiswa Akan Kepung Kemendagri!

PJ. Sekda Banten Tidak Layak Definitif: Relawan Gubernur Terpilih Turun ke Jalan

PJ Gubernur Banten Main Licik! Jelang Angkat Kaki, Masih Berani Merusak Birokrasi?

Mereka berasumsi sebagai Ketua Umum Partai sekaligus calon presiden adalah untuk konsolidasi partai di tingkat internal dan juga merekatkan hubungan partai politik dengan masyarakatnya.

Sangat disayangkan, ketua-ketua umum partai itu tak menyadari bahwa masyarakat telah menempatkan mereka sebagai ketua umum partai adalah pekerja administrasi partai semata. Mereka memang perlu bercengkrama dengan masyarakat, mereka mendapatkan penerimaan oleh masyarakat dan konstituennya, tetapi bukan artinya didukung sebagai calon presiden, kesadaran inilah yang tidak hadir bukan sekadar benak pikir tetapi dihati mereka.

Efriza, S.IP, M.Si. Pengamat Politik/ Dosen Ilmu Politik di berbagai Perguruan Tinggi/ ist

Penolakan masyarakat terhadap mereka semestinya mulai dijadikan langkah perubahan positif, wajah-wajah baru dari kader eksekutif daerah semestinya yang didorong. Ketua Umum tetap harus menyapa masyarakat, menyapa konstituennya, tetapi bukan tetap memaksakan dirinya sendiri, yang akhirnya bukan memperoleh respons positif malah menunjukkan lakon mempermalukan dirinya sendiri.

Akhirnya yang terjadi adalah mereka yang tidak memperoleh simpatik masyarakat tetapi memaksakan kehendak malah menghasilkan benih konflik internal. Seperti antara Muhaimin-PKB dengan PBNU sebagai konstituennya, hal yang sama juga terjadi di internal Golkar yang mulai jengkel atas tidak naiknya elektabilitas Airlangga Hartarto malah dikalahkan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyani.

Puan Maharani yang juga tak didukung internalnya dengan berharap kepada Ganjar Pranowo tetapi mereka ‘silent’ karena cinta dan kepatuhan atas Megawati dan PDI Perjuangan.

Malah konflik internal sudah terjadi dengan Partai Demokrat yang tetap bersikukuh Ketua Umumnya yang pernah kalah di Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017 tetap sosok yang diajukan sebagai calon presiden untuk periode Pemilu Serentak 2024 mendatang meski dalam hasil Survei perolehan elektabilitasnya dikalahkan oleh Ridwan Kamil yang merupakan sosok perseorangan dengan jabatan Gubernur Jawa Barat.

Fenomena populernya tokoh Ketua Umum tetapi tidak diterima masyarakat dalam berbagai hasil survei terkait elektabilitas. Akhirnya, beberapa partai telah memberikan respons positif atas fenomena kepala daerah yang sukses di daerahnya maupun kepala daerah perseorangan untuk diperhitungkan sebagai calon presiden, seperti Nasdem, PAN, PPP, dan PKS.

Meski, tetap ada yang masih malu-malu dengan mencoba kukuh bertahan dengan persepsi lama bahwa Ketua Umum Partai adalah Calon Presiden Partainya sampai sesadarnya dia, seperti PKB, Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, dan Partai Demokrat, semestinya jika memang ketua umumnya tidak laku dijual, mulai membuka kesempatan kepada kader internalnya yang sukses sebagai kepala daerah maupun mengusung calon perseorangan dari eksekutif daerah yang dirasa memang layak karena didukung oleh masyarakat.

Memang demokrasi, memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memilih dan dipilih, tetapi dengan tetap memaksakan diri, maupun menggunakan kekuasaan dan kewenangan sebagai ketua umum sekaligus sebagai calon presiden, adalah perilaku buruk dalam melakukan manajemen kepartaian. Perilaku ini bukanlah merupakan bentuk terbaik dalam pengelolaan kepartaian, malah yang ada adalah persepsi negatif di masyarakat semakin kental bahwa partai politik memang tak pernah serius dalam menjalankan fungsi melakukan rekruitmen politik. (***)

Sunting: Bejo. S
(RuPol)

Pilihan Ideal Muhaimin, Ajak Gabung Erick ke PKB
Page 4 of 4
Prev1...34
Tags: EfrizaKetua PartaiOpiniRuangPolitik
Previous Post

PKB Sumut Bergejolak, Ketua-ketua DPC Kirim Petisi ke Muhaimin

Next Post

PDIP: Erick Telah Berjasa Menjaga Warisan Bung Karno

Ruang Politik

Menyampaikan informasi dan fakta, membuka kebenaran, menepis hoax dan kebencian. Membuat politik menjadi indah, santun dan berakhlak demi kemajuan Bangsa dan Negara. Untuk itulah RuangPolitik.com hadir dan ikut berpartisipasi dalam memberi warna Demokrasi Indonesia. Masyarakat Cerdas, Pemimpin Amanah, Indonesia Maju dan Bermartabat..!!!

Next Post
Erick Telah Berjasa

PDIP: Erick Telah Berjasa Menjaga Warisan Bung Karno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

TSR Pemko Payakumbuh Kunjungi Masjid Darul Hikmah

TSR Pemko Payakumbuh Kunjungi Masjid Darul Hikmah

1 hari ago
Walikota Payakumbuh Gelar Buka Puasa Bersama IDI Paliko

Walikota Payakumbuh Gelar Buka Puasa Bersama IDI Paliko

1 hari ago

Trending

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

1 bulan ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago

Popular

Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

3 minggu ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

1 bulan ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive