• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
15 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Efriza: Keretakan PSI Akibat Komunikasi Politik Giring yang Garing

by ruang politik
in Nasional
451 4
0
Keretakan PSI

Pengamat Politik Citra Intitute Effriza SIP, MIP/ RuPol

487
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM – Aroma keretakan tercium dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pascakritik terbuka dari Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjoyo, kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) PSI.

Dalam kritiknya Wakil Ketua Komisi E DPRD Jakarta tersebut menyebut gaya komunikasi para pengurus DPP PSI menimbulkan antipati publik dan cenderung tendesius.
Karena terlihat DPP PSI hanya menyerang Anies Baswedan, serta menafikan isu-isu yang bersifat lebih nasional dan penting.

RelatedPosts

PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Usai Kepala BGN Dicopot, DPR PDIP Minta Pengawasan Diperketat dan Jadi Momentum Evaluasi

Pengamat Politik Citra Institute Efriza melihat sumber keretakan itu sudah terjadi sejak terpilihnya Giring Ganesha sebagai Ketum PSI.
Giring belum memiliki jam terbang untuk memimpin sebuah partai politik, sehingga terlihat tidak matang dalam berkomunikasi politik.

“Tanpa menilai rendah, tapi memang pengalaman Ketum PSI itu sangat minim dan miskin literasi. Pandangannya belum luas untuk menilai politik nasional, sehingga hanya terpaku di Jakarta saja, bisa jadi karena mereka punya fraksi di DPRD Jakarta,” kata Efriza melalui keterangan tertulis kepada RuPol, Selasa (3/5/2022).

Lebih rumitnya lagi, menurut Efriza, Giring dan teman-temannya di DPP itu tidak melihat apa yang terjadi di lapangan.

“Kritikan dari anggota fraksi PSI Jakarta karena dia mengetahui apa yang terjadi di masyarakat, dia bergaul dengan masyarakat langsung. Apa yang disebut Anggara itu, menunjukkan bahwa masyarakat jengah juga dengan gaya komunikasi Giring dan DPP PSI,” lanjutnya.

Serangan demi serangan kepada Anies Baswedan, juga tidak memberikan keuntungan politik bagi PSI, karena tingkat kesukaan kepada Anies yang sangat tinggi di DKI Jakarta.
Jika PSI ingin mengambil ceruk pemilih yang tidak suka sama Anies, maka tentunya harus berebut dengan PDIP yang jelas lebih matang.

Berita terkait:
Sering Kritik Anies, PSI Jakarta Sentil Pengurus DPP PSI

Sholat Ied Bersama di JIS, Zulhas Puji Kerja Anies Untuk Jakarta

Tsamara Hengkang dari PSI, PKB: Mungkin Sudah Bisa Bergabung

PSI di Bawah Giring Kehilangan Identitas

Kehadiran PSI sebelumnya yang sempat memberikan warna baru dalam perpolitikan Indonesia, dengan tampilan yang fresh dan smart jadi hilang di bawah kepemimpinan Giring Ganesha.

“Sebelumnya orang melihat ada sosok Grace Natalie, Tsamara dan figur-figur muda lainnya. Dengan berani mereka tampil menyikapi persoalan bangsa dari mata mereka. Saat ini PSI kehilangan aura tersebut. Tidak ada yang istimewa dengan PSI saat ini,” ujar Efriza yang merupakan Dosen Ilmu Politik di berbagai perguruan tinggi tersebut.

Sebagai panglima dan corong terdepan, lanjut Efriza, Giring belum bisa menggantikan sosok seperti Grace Natalie.

“Masih sangat jauh kalau membandingkan Giring dengan Grace, tapi juga tidak pernah ada usaha dari Giring untuk menambah literasinya. Sekalinya dapat panggung bagus di depan Presiden Jokowi, malah menyerang Anies lagi. Itu membuat komunikasi politik Giring jadi garing,” ungkap Efriza.

Kebingungan Giring dalam membuat komunikasi politik yang bagus, juga menular kepada pengurus-pengurus yang lain.

“Sudah lama kita tidak melihat pengurus-pengurus PSI berdebat tentang isu-isu nasional di televisi, semua hanya berkutat pada masalah Anies. Padahal dulu sosok Grace dan Tsamara memperlihatkan keberanian mereka satu panggung dengan politisi-politisi nasional seperti Fadli Zon atau Fahri Hamzah. Dan jujur saja, saya tidak yakin Giring akan memiliki keberanian seperti Grace dan Tsamara,” pungkas Efriza. (ASY)

Editor: Asiyah Lestari
(RuPol)

Sholeh Basyari: Pernyataan Muhaimin ke Gus Yahya Picu Perpecahan Nahdliyin
Tags: Efriza PSIGiring AniesGiring BlunderGiring PSIKeretakan PSIKritik PSIPSI PecahPSI RetakPSI Serang AniesRuang PolitikRuangPolitik
Previous Post

Anies Berjanji Akan Perbaiki Pasar Gembrong yang Terbakar

Next Post

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Naik 24,7 Persen

ruang politik

Next Post
Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Naik 24,7 Persen/Ist

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Naik 24,7 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

17 Atlet PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota Siap Guncang Porwanas 2027, Demi Emas Sumbar

17 Atlet PWI Payakumbuh-Limapuluh Kota Siap Guncang Porwanas 2027, Demi Emas Sumbar

3 jam ago
PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

PDIP: Pengerahan Komcad untuk Pengamanan Demo Mahasiswa Berdasarkan UU Dinilai Tidak Tepat

15 jam ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

6 hari ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive