Payakumbuh — Perumda Air Minum Tirta Sago (PAM TIGO) Kota Payakumbuh terus berupaya meningkatkan kinerja perusahaan melalui optimalisasi operasional, pembenahan pelayanan, dan pengelolaan keuangan yang lebih efektif. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Payakumbuh.
Direktur Utama PAM TIGO Kota Payakumbuh, Dr. Prety Diawati, S.Sos, MM, menegaskan bahwa peningkatan kinerja perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Menurutnya, pengelolaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target keuangan, tetapi juga pada upaya memastikan masyarakat memperoleh pelayanan air bersih yang semakin baik dan berkelanjutan.
“Peningkatan kinerja perusahaan membutuhkan upaya bersama dan komitmen berkelanjutan. Kami terus melakukan evaluasi terhadap operasional perusahaan, memperbaiki berbagai kendala pelayanan, serta mengoptimalkan pengelolaan keuangan agar perusahaan dapat tumbuh lebih sehat. Harapan kami, perbaikan ini tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan air bersih yang semakin baik,” demikian rumusan pernyataan yang dapat dikonfirmasikan kepada Direktur Utama sebelum dipublikasikan.
Prety juga menekankan pentingnya keseimbangan antara peningkatan pelayanan, efisiensi operasional, dan pengelolaan keuangan perusahaan. Dengan pengelolaan yang baik, PERUMDA TIRTA SAGO diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus menjalankan perannya sebagai perusahaan milik daerah yang turut mendukung pembangunan Kota Payakumbuh.
Upaya tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perusahaan Umum Daerah Tirta Sago Kota Payakumbuh, yang antara lain mengatur tujuan perusahaan untuk meningkatkan PAD. Dalam hal ini, kontribusi perusahaan terhadap daerah berkaitan dengan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Dari sisi keuangan, Eka Susianti dari Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan PERUMDA TIRTA SAGO menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan kontribusi terhadap PAD sebesar Rp2,5 miliar, dengan alokasi sebesar Rp 1,8 miliar untuk pengembangan perusahaan. Dana pengembangan tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan infrastruktur dan perluasan layanan agar distribusi air bersih kepada masyarakat semakin optimal.
Untuk mewujudkan target tersebut, perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara pendapatan, biaya operasional, dan kebutuhan pengembangan jaringan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pengendalian kehilangan air yang masih memengaruhi efektivitas operasional perusahaan.
Kepala Bagian Teknik PERUMDA TIRTA SAGO, David, mengungkapkan bahwa tingkat kehilangan air saat ini mencapai 39,35 persen, yang terdiri atas kehilangan fisik dan nonfisik.
“Kehilangan air secara fisik terjadi ketika air keluar dari jaringan perpipaan, baik akibat kebocoran yang belum terdeteksi maupun kerusakan pipa karena aktivitas pekerjaan di lapangan, seperti penggalian. Sementara itu, kehilangan air nonfisik dapat disebabkan oleh meter air yang telah melewati masa ekonomis sehingga pencatatan pemakaian kurang akurat, serta dugaan adanya sambungan ilegal yang tidak melalui meter air,” jelas David.
Untuk menekan tingkat kehilangan air tersebut, PERUMDA TIRTA SAGO melakukan sejumlah langkah, di antaranya mempercepat perbaikan kebocoran berdasarkan laporan pelanggan maupun temuan petugas, meningkatkan intensitas pencarian titik kebocoran, serta mengganti meter air yang telah melewati masa ekonomis agar pencatatan pemakaian air lebih akurat.
David mengakui bahwa pencarian titik kebocoran masih menghadapi tantangan, terutama ketika kebocoran terjadi pada jaringan pipa yang tertanam di bawah tanah atau berada di lokasi yang sulit. (Benpi)