Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Novel Baswedan Sebut KPK Lama-lama Diberantas Pemerintah Sendiri

by Ruang Politik
in Nasional
446 5
0
Ilustrasi KPK/Ist

Ilustrasi KPK/Ist

482
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menurutnya, revisi UU KPK saat itu telah mempereteli kewenangan lembaga yang kini dipimpin Firli Bahuri dalam memberantas korupsi.

RUANGPOLITIK.COM —Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan salah satu upaya pemerintah memberantas korupsi pasca-reformasi adalah dengan membentuk lembaga KPK.

Lembaga antikorupsi itu lahir setelah Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terbit. Namun, kata Novel, pemerintah sendiri yang justru memberantas atau melemahkan KPK pada 2019 lalu. Pemerintah dan DPR sepakat untuk merevisi UU KPK.

RelatedPosts

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Menurutnya, revisi UU KPK saat itu telah mempereteli kewenangan lembaga yang kini dipimpin Firli Bahuri dalam memberantas korupsi.

“Upaya memberantas korupsi dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dibentuk KPK, ternyata lama-lama diberantas (oleh pemerintah) sendiri,” kata Novel dalam diskusi ’25 Tahun Reformasi: Perlukah Reformasi Hadir Kembali?’, di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Rabu (24/5).

Wakil Kepala Satgasus Pencegahan Korupsi Polri itu menilai hari ini, setelah 25 tahun reformasi, praktik korupsi semakin meluas. Bahkan merambah ke sektor-sektor yang krusial.

“Hari ini praktik korupsi semakin banyak, bahkan di semua sektor, bahkan sektor yang menjadi kebutuhan masyarakat itu tidak luput,” ujarnya.

Di sisi lain, Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang juga merupakan ‘anak kandung’ reformasi dianggap mengalami kemunduran, terlebih jelang Pemilu 2024.

“Justru pemilu ke 6 di Pemilu di era reformasi didistorsi oleh penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan, padahal diskusikan harusnya maju ke depan,” kata Titi.

Titi mengatakan KPU juga sudah tak peduli lagi dengan suara keterwakilan perempuan di Parlemen.

Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2023 pasal 8 ayat (2) yang mengatur keterwakilan perempuan dalam pencalegan pada Pemilu 2024 menuai kritik dari berbagai aktivis.

Pasal itu dianggap mengurangi minimal keterwakilan perempuan dan tidak sesuai dengan kewajiban keterwakilan perempuan 30 persen dari total caleg setiap partai.

Pasal itu menerapkan pembulatan ke bawah apabila angka desimal keterwakilan perempuan di bawah 50. Aturan itu dinilai merugikan caleg perempuan di daerah pemilihan dengan jumlah caleg 4, 7, 8, dan 11 orang.

“Yang membonsai keterwakilan perempuan justru lembaga negara produk reformasi, KPU,” katanya.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: KPKNovel Baswedan
Previous Post

Istri Gubernur Kaltim Isran Noor Meninggal Dunia

Next Post

Diduga Ingin Bunuh Joe Biden, Sopir Truk ‘Sengaja’ Tabrak Kendaraannya Dekat Gedung Putih

Ruang Politik

Next Post
Joe Biden: AS Hampir Kehabisan Dana Setelah Kirim Bantuan Senjata ke Ukraina Senilai 150 Juta Dolar/Reuters

Diduga Ingin Bunuh Joe Biden, Sopir Truk ‘Sengaja’ Tabrak Kendaraannya Dekat Gedung Putih

Recommended

Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Polres Payakumbuh Gelar Apel Siaga

Antisipasi Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Polres Payakumbuh Gelar Apel Siaga

2 jam ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

7 jam ago

Trending

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

2 tahun ago
Santer Isu Koalisi Perubahan Bubar, Efriza: Nasib Pencapresan Anies Tersandera

Efriza: PKS Lumerkan Kebekuan Koalisi, KIB Tunggu Sinyal Jokowi

3 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election