• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
22 - 05 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangIlmu

Bayi Lahir dari DNA 3 Orang Lewat Eksperimen Mitokondria, Pertama Kalinya di Inggris

by Ruang Politik
in RuangIlmu
430 18
0
Ilustrasi ilmuwan. /Freepik

Ilustrasi ilmuwan. /Freepik

479
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pada 2015, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menetapkan UU khusus untuk membantu wanita dengan mitokondria rusak agar tidak meneruskan cacat genetik ke bayi mereka. Cacat genetik pada organ sel satu ini dapat menyebabkan penyakit seperti epilepsi, distrofi otot, masalah jantung, hingga cacat intelektual

RUANGPOLITIK.COM —Baru-baru ini, Otoritas Fertilisasi dan Embriologi Manusia (HEFA) di Inggris mengkonfirmasi kelahiran beberapa bayi dari hasil eksperimen dengan menggabungkan DNA 3 orang yang berbeda. Teknik reproduksi ini merupakan upaya untuk mencegah anak mewarisi penyakit-penyakit genetik yang langka dari orang tuanya.

Dilansir dari Al Jazeera, setidaknya ada lima orang bayi yang terlahir dari eksperimen ini. Namun, pihak otoritas enggan merinci lebih lanjut guna melindungi identitas keluarga yang bersangkutan.

RelatedPosts

Senam Zumba Menambah Kebugaran Fisik dan Mental

Terapi Sengat Lebah Efektif Obati Berbagai Penyakit

Pisang Sale, Camilan Manis dan Legit Khas Camilan Indonesia Asli (CI4)

Pada 2015, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menetapkan UU khusus untuk membantu wanita dengan mitokondria rusak agar tidak meneruskan cacat genetik ke bayi mereka. Cacat genetik pada organ sel satu ini dapat menyebabkan penyakit seperti epilepsi, distrofi otot, masalah jantung, hingga cacat intelektual.

Menurut penelitian, 1 dari 200 anak di Inggris lahir dengan kelainan mitokondria. Sampai sekarang, ada 32 pasien yang diizinkan untuk melakukan prosedur medis tersebut.

“Donasi mitokondria menawarkan kemungkinan kepada keluarga dengan penyakit mitokondria bawan yang parah untuk memiliki anak yang sehat,” ujar HEFA dalam sebuah pernyataan.

Secara garis besar, eksperimen ini dilakukan dengan mengambil materi genetik dari sel telur wanita dengan kelainan mitokondria. Kemudian materi tersebut dipindahkan ke sel telur donor yang mitokondrianya sehat, tetapi DNA kuncinya telah dihilangkan.

Sel telur yang sudah dibuahi kemudian dipindahkan ke dalam rahim ibu. Bayi yang lahir dari prosedur ini hanya memiliki kurang dari 1 persen materi genetik dari sel telur pendonor.

Wanita yang ingin menjalani prosedur ini harus mendapat persetujuan dari HEFA terlebih dahulu. Syarat utamanya adalah keluarga tidak memiliki pilihan lain untuk menghindari pewarisan penyakit genetik.

Banyak kritikus menentang teknik reproduksi buatan ini. Sebagian besar mengatakan bahwa masih ada cara lain untuk menghindari pewarisan penyakit genetik, seperti donasi sel telur atau tes skrining. Selain itu metode ini eksperimen ini belum terbukti aman.

Lainnya memperingatkan bahwa mengutak-atik kode genetik dengan cara ini bisa menjadi celah praktik perancangan bayi. Dalam hal ini orang tua tidak hanya ingin menghindari penyakit bawaan, tetapi juga memiliki anak yang lebih tinggi, kuat, pintar, atau ciri estetika tertentu lainnya.

Robin Lovell-Badge, pakar stem cell dari Francis Crick Institute, sebuah pusat penelitian biomedis di London mengatakan sangat penting untuk memantau perkembangan bayi yang lahir dengan cara ini di masa depan.

“Menarik untuk melihat seberapa baik teknik donasi mitokondria bekerja di situasi nyata. Apakah bayi akan bebas dari penyakit mitokondria, atau apakah akan ada resiko yang mereka alami di kemudian hari,” ujar Lovell-Badge.

Para ilmuwan Eropa yang menerbitkan penelitian awal tahun ini menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, sejumlah mitokondria abnormal yang dibawa dari sel telur ibu ke sel donor bisa mereplikasi diri ketika bayi sudah ada dalam kandungan. Akhirnya bayi akan tetap lahir dengan penyakit genetik.

Terkait hal tersebut, Lovell-Badge menyampaikan masalah itu belum dapat dipahami oleh para peneliti, sehingga perlu dikembangkan metode khusus untuk mengurangi resikonya.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: DNAInggris
Previous Post

Sufmi Dasco Ahmad Bilang Pakai Baju Kuning, Puan Maharani: Ini Tanda-tanda

Next Post

Potensi Kemenangan Capres Sama-sama Kuat, Pakar: Cawapres Ini Penentunya…

Ruang Politik

Next Post
Ilustarsi Capres/Repro

Potensi Kemenangan Capres Sama-sama Kuat, Pakar: Cawapres Ini Penentunya...

Recommended

Ikatan Keluarga Besar Alumni SMPN Tanjung Pati 1980/2025. Gelar Festival Karaoke 2026

Ikatan Keluarga Besar Alumni SMPN Tanjung Pati 1980/2025. Gelar Festival Karaoke 2026

2 hari ago
Dinas Ketapang Payakumbuh Gelar GPM

Dinas Ketapang Payakumbuh Gelar GPM

2 hari ago

Trending

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Walikota Payakumbuh Terima Kunjungan Investor Asal India dan Malaysia

Walikota Payakumbuh Terima Kunjungan Investor Asal India dan Malaysia

2 hari ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Desri : Jangan Tanggung tanggung Safni Harus Ambil Jabatan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten 50 Kota

Desri : Jangan Tanggung tanggung Safni Harus Ambil Jabatan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten 50 Kota

3 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

Ketua KONI Payakumbuh Terpilih, Chairul Mufti Targetkan Posisi 3 Besar Porprov Sumbar 2026

4 minggu ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive