• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
01 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Diperingati Besok 18 April 2023, Ini Tema dan Logo Hari Konferensi Asia Afrika ke-68

by Ruang Politik
in Kilas Update
441 19
0
Logo Hari Konferensi Asia Afrika ke-68 /Museum Asia Afrika

Logo Hari Konferensi Asia Afrika ke-68 /Museum Asia Afrika

492
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dasasila hasil Konferensi Asia Afrika pada 68 tahun lalu, diharapkan akan terus relevan dengan situasi internasional saat ini maupun di masa depan

RUANGPOLITIK.COM —Peringatan Hari Konferensi Asia Afrika ke-68 jatuh pada 18 April 2023. Untuk merayakan peringatan ini, pihak Museum Asia Afrika telah merilis tema dan logo Hari KAA ke-68.

Dilansir dari laman Instagram Museum Asia Afrika @asiafricamuseum), tema Hari KAA ke-68 adalah ‘Road to 2025: Towards Stronger Asia Africa’. Tema ini membawa harapan terciptanya hubungan lebih erat antarbangsa Asia dan Afrika, serta terwujudnya tonggak baru kerja sama untuk menuju Asia Afrika yang lebih kuat dan sejahtera.

RelatedPosts

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Tak hanya itu, Peringatan 68 tahun KAA pada tahun 2023 juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempersiapkan penyelenggaraan Asian African Summit 2025 dalam rangka memperingati 70 tahun KAA.

Dasasila hasil Konferensi Asia Afrika pada 68 tahun lalu, diharapkan akan terus relevan dengan situasi internasional saat ini maupun di masa depan.

Adapun 10 prinsip pada Dasasila Bandung, yaitu:

1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta azas-azas yang termuat dalam piagam PBB.

2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa-bangsa.

3. Mengakui persamaan semua suku-suku bangsa dan persamaan semua bangsa-bangsa besar maupun kecil.

4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal-soal dalam negeri negara lain.

5. Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian atau secara kolektif, yang sesuai dengan Piagam PBB.

6. a. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu dari negara-negara besar.

b. Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.

7. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas        teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.

8. Menyelesaikan segala perselisihan-perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan,                  persetujuan, arbitrase atau penyelesaian hakim atau pun lain-lain cara damai lagi menurut pilihan pihak- pihak      yang bersangkutan, yang sesuai dengan Piagam PBB.

9. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama.

10. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.

Pertama, sebagai core values berupa angka 6 dan 8. Angka ini menggambarkan angka Peringatan 68 Tahun KAA dengan warna yang berbeda, yaitu Merah melambangkan Asia dan Hijau melambangkan Afrika. Kedua angka dibuat menempel atau tidak berjarak untuk menunjukkan kedekatan hubungan dan kebersamaan antarbangsa Asia dan Afrika.

Selanjutnya, unsur kedua adalah garis-garis lurus dan tegak yang menggambarkan dan membentuk angka 6 dan 8, garis-garis ini untuk menunjukkan cita-cita penguatan Asia dan Afrika. Kelokan-kelokan yang membentuk angka 6 dan 8 menggambarkan jalan yang tidak lurus atau mulus serta upaya yang tidak mudah dalam mencapai tujuan bersama. Meskipun demikian, garis dan kelokan tersebut menuju tujuan akhir yakni membentuk Asia dan Afrika yang kuat.

Terakhir, unsur ketiga tampak pada kata “Stronger” pada tulisan tema “Road to 2025: Towards Stronger Asia Africa” dibentuk dengan gaya yang lebih solid tanpa lubang dan lebih tebal dibandingkan kata-kata lainnya. Penekanan citra “kuat” ini dipertegas dengan pemilihan warna merah pada kata tersebut.

Sejarah KAA tidak lepas dari pengaruh besar Indonesia. Konferensi Asia Afrika lahir dari perasaan senasib yang dialami oleh negara-negara di kawasan Asia dan Afrika akibat Perang Dunia II usai lahirnya dua blok kekuatan besar yang semakin memanas.

Ide penyelenggaraan KAA berasal dari ajakan Perdana Menteri Ceylon, Sir John Kotelawala kepada para Perdana Menteri U Nu (Birma), Jawaharlal Nehru (India), Ali Sastroamidjojo(Indonesia), dan Mohammed Ali (Pakistan). Undangan tersebut bermaksud untuk mengajak pertemuan secara informal di negaranya.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Asia AfrikaHut ke-68 Asia AfrikaPBB
Previous Post

Viral Bupati Sula Ditagih Utang saat Sidak Pasar

Next Post

Kabid Propam Polda Kaltara Teguh Triwantoro Dicopot

Ruang Politik

Next Post
Kombes Pol Teguh Triwantoro. /Humas Polda Kaltara

Kabid Propam Polda Kaltara Teguh Triwantoro Dicopot

Recommended

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

9 jam ago
Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

9 jam ago

Trending

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

19 jam ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

19 jam ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive