• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
27 - 08 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Usulan Jabatan Gubernur Dihapus, BRIN: Langgengkan Kekuasaan Seperti Orba

by Rupol
in Nasional
449 4
0
485
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM— Peneliti politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati menilai usulan gubernur dipilih langsung oleh Presiden seperti mengembalikan Indonesia ke masa Orde Baru (Orba). Ia menilai hal ini kepentingan pragmatis parpol semata.

“Tentu itu kita akan mengulangi era Orde Baru, di mana Gubernur sebagai Kepala Daerah Tingkat I/Kepala Wilayah adalah wakil pusat di daerah,” kata Wasis, Sabtu (4/2/2023).

RelatedPosts

Kariyasa Adnyana: DTSEN Jangan Menjadi Alasan Negara Meninggalkan Rakyat yang Membutuhkan

Legislator PDIP: Persoalan Desil Indikasi BPS Perlu Evaluasi dan Anggaran Negara Tersedia untuk Bantuan Masyarakat

DPR Minta Pemerintah Perkuat Jaminan Sosial dan Anggaran Penanganan Gempa NTT

Pada masa Orde Baru, para kepala daerah merupakan hasil seleksi dan rekomendasi DPRD. Tetapi kewenangan akhir untuk menentukan kepala daerah ada di tangan Soeharto.

Wasis mengatakan usulan usulan itu kepentingan pragmatis politis parpol semata karena mereka ingin kemudahan menempatkan kader-kadernya di posisi tersebut.

“Peniadaan Pilgub dan ditunjuknya gubernur secara langsung selevel jabatan menteri oleh presiden itu memang ada kepentingan politis untuk bisa memungkinkan parpol koalisi mengisi posisi itu tersebut,” kata Wasis.

Selain itu, Wasis mengatakan jabatan gubernur nantinya akan setingkat menteri bila gubernur langsung dipilih oleh Presiden. Dampaknya, kata Wasis, presiden juga memiliki kekuatan yang makin besar lantaran memiliki wakil-wakilnya di daerah.

“Secara politis dan administratif juga gubernur akan lebih besar daripada bupati atau wali kota,” kata dia.

Wasis mengatakan pemilihan gubernur secara langsung oleh rakyat sudah ideal. Meski harus diakui Pilkada membuat biaya tinggi ketika kandidat kepala daerah menggelar kampanye.

Ia menduga kondisi mahalnya proses kandidasi hingga kampanye kepala daerah membuat parpol khawatir sehingga memunculkan dukungan gubernur dipilih presiden.

“Karena yang membuat itu berbiaya tinggi lebih pada besarnya dana kampanye daripada penyelenggaraan pemilu. Itulah yang mungkin membuat beberapa parpol merasa keberatan,” kata dia.

Belakangan ini partai politik ramai mendukung jabatan Gubernur dipilih langsung oleh Presiden. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKB, Daniel Johan mengatakan pihaknya mengusulkan agar jabatan gubernur bisa diganti dengan gubernur jenderal. Posisi itu setingkat menteri yang bisa dipilih langsung oleh Presiden.

Daniel meyakini skema penunjukan gubernur oleh Presiden akan mengurangi beban negara dan masyarakat bisa cepat sejahtera.

“Salah satu alternatifnya nanti cukup diangkat secara langsung gubernur jenderal setingkat menteri oleh presiden,” kata Daniel.

Senafas dengan PKB, Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Adiguna Daniel Jerash menilai jabatan gubernur masih tetap dibutuhkan tapi gubernur ditunjuk Presiden.

Usulan itu dikemukakan karena posisi gubernur untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah setingkat provinsi.

“Jabatan Gubernur tidak perlu dihapus, karena dia perpanjangan tangan pemerintah pusat dan untuk menjaga proyek strategis nasional,” kata Adiguna.

Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)

Previous Post

Relawan Ganjar NTB Bagi-bagi Sembako, Bawaslu Lakukan Pengawasan Ketat

Next Post

Demokrat Sindir Luhut Alergi Kritik Singgung Negara Otoriter, Diminta Belajar ke SBY

Rupol

Next Post
Demokrat Sindir Luhut Alergi Kritik Singgung Negara Otoriter, Diminta Belajar ke SBY

Demokrat Sindir Luhut Alergi Kritik Singgung Negara Otoriter, Diminta Belajar ke SBY

Recommended

Kariyasa Adnyana: DTSEN Jangan Menjadi Alasan Negara Meninggalkan Rakyat yang Membutuhkan

Kariyasa Adnyana: DTSEN Jangan Menjadi Alasan Negara Meninggalkan Rakyat yang Membutuhkan

7 jam ago
Legislator PDIP: Persoalan Desil Indikasi BPS Perlu Evaluasi dan Anggaran Negara Tersedia untuk Bantuan Masyarakat

Legislator PDIP: Persoalan Desil Indikasi BPS Perlu Evaluasi dan Anggaran Negara Tersedia untuk Bantuan Masyarakat

20 jam ago

Trending

Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
Begini Reaksi MUI Sikapi Minuman Wine Berlabel Halal

Begini Reaksi MUI Sikapi Minuman Wine Berlabel Halal

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
H. Muhammad Thohir, pengusaha papan atas nasional, Ayah Boy Thohir dan Erick Thohir/RuPol

Mengenal H Teddy Thohir, Pengusaha Nasional yang Lengket dengan Masjid

4 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

4 tahun ago
Gedung Mahkamah Konstitusi/Ist

Sejarah Terbentuknya Mahkamah Konstitusi, Ini Tugas serta Wewenangnya…

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive