RUANGPOLITIK.COM – Dalam tulisan Partai Amplop pada kolom Disway edisi Jumat (9/9), Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP) Suharso Monoarfa memberi pengakuan kepada Dahlan Iskan soal kisruh yang terjadi di internal partainya.
Dalam pembicaraan dengan mantan Menteri BUMN itu, Suharso yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN) sekaligus Kepala Bappenas blak-blakan soal penggulingannya dari posisi Ketum PPP.
Motifnya “Itu kudeta,” Dahlan mengutip pernyataan Suharso terkait Mukernas PPP pada 2-3 September 2022 lalu. Suharso dilengserkan melalui musyawarah kerja nasional (Mukernas) itu.
Posisinya digantikan oleh Mardiono, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga ketua Majelis Pertimbangan Partai.
“Itu tidak sah. Sejak rapat DPP PPP sudah tidak sah,” lanjut Dahlan menirukan omongan Suharso.
Alasannya Suharso menjelaskan untuk rapat DPP partai, seharusnya dialah yang mengundang, tetapi dia malah mengaku tidak mengetahui ada pleno yang memutuskan Mukernas.
Berita Terkait:
Tok! Muhammad Mardiono Resmi Jadi Plt Ketum PPP, Gantikan Suharso Monoarfa
Diberhentikan Dari Ketum PPP, Suharso Akan Kobarkan Perlawanan
Mukernas PPP Sedang Berlangsung, Nasib Suharso Ditentukan Malam Ini?
Ketika rapat itu berlangsung, Suharso masih di Eropa. Yang mengundang rapat ialah Wakil Ketum PPP yang juga Wakil Ketua MPR RI Asrul Sani.
Rapat DPP itulah yang memutuskan untuk menyelenggarakan Mukernas. Agar ketua umum bisa diberhentikan.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Mardiono, akhirnya resmi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP PPP setelah dikukuhkan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Serang, Banten, Senin, (5/9/2022).
Mukernas yang berlangsung secara cepat dan penuh kekeluargaan itu, hanya menetapkan Mardiono sebagai Plt Ketum, sementara untuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) masih dijabat oleh Arwani Thomafi.
Terlihat hampir seluruh Pengurus Harian DPP PPP hadir, kecuali Ketum Suharso Monoarfa dan Sekjen Arwani Thomafi.
Pimpinan sidang sendiri merupakan Wakil Ketua Umum (Waketum) Amir Uskara, yang didampingi oleh beberapa orang Ketua DPP dan para Ketua Dewan Majelis. (disway)
Editor: Rikky A. D
RuPol