Payakumbuh—Ditengah guyuran hujan yang masih sering turun di awal November, anggota DPRD Kota Payakumbuh yang juga Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Payakumbuh, Nasmi Juaro memilih turun kelapangan
Bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Kota Payakumbuh, ia meninjau langsung kondisi drainase di kawasan Tajuang Anau, Kecamatan Payakumbuh Utara, Senin (2/11/2026).
Bukan dikantor, bukan diruang rapat. Nasmi berdiri di pematang sawah, melihat langsung saluran air yang membelah permukiman dan areal persawahan warga.
“Kami ingin lihat faktanya. Drainase ini bukan sekadar parit, ini urat nadi lingkungan,” ujar Nasmi dilokasi.
Kawasan Tajuang Anau memang punya posisi penting. Disatu sisi ada sawah produktif warga, di sisi lain ada permukiman padat. Saat hujan deras, jika drainase tersumbat, air meluber ke jalan dan ke lahan pertanian.
![]()
Dalam peninjauan itu, Nasmi bersama tim PUPR Payakumbuh menyusuri beberapa titik saluran. Ada yang sudah dangkal karena sedimentasi, ada yang tertutup rumput liar, dan ada yang dindingnya jebol dimakan usia.
Peninjauan ini, kata Nasmi, adalah bagian dari fungsi pengawasan DPRD sekaligus menyerap aspirasi yang nanti akan menjadi bahan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Payakumbuh untuk perencanaan pembangunan 2027-2028.
“Keluhan warga soal genangan ini sudah lama. Hari ini kami pastikan kondisinya terekam, agar bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang ada di Pemko,” katanya.
![]()
Bagi warga Tanjuang Anau, drainase yang baik bukan soal estetika. Ini soal hasil panen tetap aman, anak-anak bisa berangkat sekolah tanpa sepatu penuh lumpur, dan lingkungan tidak menjadi sarang penyakit.
Nasmi berharap, sinergi antara DPRD, Dinas PU, dan masyarakat bisa mempercepat penanganan. Tidak harus menunggu rusak parah baru diperbaiki.
“Kita ingin pembangunan yang dirasakan langsung. Infrastruktur kecil seperti drainase ini dampaknya besar untuk kesejahteraan warga,” tutupnya.
Kegiatan sederhana di pinggir sawah itu menegaskan satu hal: wakil rakyat tidak hanya hadir saat reses, tapi juga saat air mulai menggenangi di antara sawah dan pemukiman warga. (Benpi)