Pasca-penentuan status tersangka, Sadikin langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan, sejak 15 Oktober 2023.
RUANGPOLITIK.COM – Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah menetapkan seorang tersangka baru dalam kasus korupsi proyek pembangunan menara BTS 4G dan infrastruktur pendukung.
Tersangka tersebut adalah Sadikin Rusli (SR), yang pernah disebut dalam persidangan oleh terdakwa Windi Purnama sebagai perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana, mengkonfirmasi bahwa Sadikin ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitas sebagai pihak swasta, meskipun keterkaitannya dengan BPK RI masih sedang didalami.
Pasca-penentuan status tersangka, Sadikin langsung ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan, sejak 15 Oktober 2023.
Ketut menjelaskan bahwa Sadikin menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan permufakatan jahat gratifikasi atau pencucian uang sehubungan dengan kasus korupsi proyek BTS 4G Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Sadikin diduga terlibat dalam melakukan permufakatan jahat untuk melakukan penyuapan atau gratifikasi dengan nilai sekitar Rp 40 miliar, yang dianggap sebagai hasil dari tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka lain, Irwan Hermawan, melalui Windy Purnama.
Ketut juga menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung, dan pihak berwenang sedang mendalami alat bukti yang telah disita sehubungan dengan penetapan Sadikin sebagai tersangka.
Atas perbuatan tersebut, Sadikin dijerat dengan beberapa pasal dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)