• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
01 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangPolling

Survei: Anies Capai 42 Persen di Pilihan Pendukung Gerakan 212

by Ruang Politik
in RuangPolling
447 5
0
Anies Baswedan, capres usulan NasDem. /Antara

Anies Baswedan, capres usulan NasDem. /Antara

483
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pada survei SMRC, 31 Juli-11 Agustus 2023, terdapat 44 persen publik yang tahu atau pernah mendengar gerakan atau aksi bela Islam 212 dan yang tidak tahu 56 persen.

RUANGPOLITIK.COM – Sebanyak 42 persen pendukung gerakan 212 memilih Anies Baswedan, 35 persen mendukung Prabowo Subianto, hanya 18 persen memilih Ganjar Pranowo, dan masih ada 4 persen tidak menjawab.

Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 31 Juli-11 Agustus 2023 yang disampaikan pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani, dalam program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ episode “Kelompok 212 dan Pilpres 2024” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV, Kamis (21/9).

RelatedPosts

Perjalanan Sang Pemimpin YB.Dt. Parmato Alam Saat Menyambangi Masyarakat Payakumbuh

Real Count KPU: PPP Tembus DPR Lagi, Suara 4 Persen Lebih

Survei: 71,1 Persen Percaya Quick Count Gambarkan Hasil Pemilu 2024

Saiful menjelaskan bahwa Anies belum pernah mendapat dukungan sebesar 42 persen publik secara nasional dalam pelbagai survei.

”Namun di kalangan pendukung aksi 212, dia bisa mendapatkan angka dukungan sebesar itu,” ujar Saiful.

”Gerakan ini terlibat atau engage dalam Pemilu 2019. Para pendukung atau setidak-tidaknya elite gerakan 212 pada waktu itu mendukung Prabowo. Sekarang kecenderungannya belum ada keputusan definitif gerakan 212 ini akan mendukung siapa,” tambahnya.

Namun, menurut Saiful, pertama-tama perlu diketahui seberapa besar publik yang memiliki sikap dan pandangan yang positif terhadap gerakan 212. Sikap dan dukungan itu ditunjukkan dengan setidak-tidaknya dengan persetujuan pada apa yang dilakukan oleh gerakan 212.

”Walaupun tidak ikut turun ke jalan, tidak menyumbang dalam bentuk uang, atau ikut menyebarkan pengumuman tentang aksi 212, tapi minimal secara psikologis, mereka menyatakan setuju gerakan 212,” jelas Saiful.

”Seberapa banyak masyarakat yang mendukung gerakan 212? Dari yang mendukung, juga perlu diketahui seberapa banyak yang terlibat langsung dalam gerakan tersebut? Kemudian yang mengaku mendukung gerakan 212, preferensi politik untuk pemilihan presiden mereka ke mana?” ulasnya.

Pada survei SMRC, 31 Juli-11 Agustus 2023, terdapat 44 persen publik yang tahu atau pernah mendengar gerakan atau aksi bela Islam 212 dan yang tidak tahu 56 persen.

“Gerakan ini cukup populer, dalam pengertian banyak orang yang tahu,” jelas Saiful.

Dari 44 persen yang tahu, sebanyak 38 persen yang setuju atau mendukung gerakan atau aksi 212 tersebut. Yang tidak setuju atau tidak mendukung 52 persen dan tidak jawab 10 persen. Sementara dari yang tahu, sebanyak 4 persen yang menyatakan pernah datang atau ikut serta dalam aksi 212 tersebut, 92 persen tidak ikut, dan 3 persen tidak menjawab.

Saiful menyatakan bahwa publik yang mendukung gerakan ini cukup banyak, sekitar 16 sampai 17 persen populasi atau sekitar 30 – 35an juta orang. Karena itu, menurut Saiful, kalau ada klaim bahwa gerakan ini besar dan mewakili jumlah masyarakat yang besar, hal itu beralasan.

Sementara yang mengaku ikut langsung gerakan ini hanya 4 persen dari yang tahu. Hal itu, menurut Saiful, adalah wajar.

”Orang yang mau mengambil resiko turun ke jalan memang biasanya tidak banyak. Namun angka 4 persen dari 44 persen populasi ini juga sudah sangat besar, sekitar 2 jutaan orang,” ungkapnya.

“Itu kekuatan yang, menurut saya, besar. Dan saya kira belum ada demo yang sebesar itu, kecuali demonstrasi untuk menjatuhkan Soeharto dan itu pun berbahaya demonya ketika itu. Sementara demo 212 relatif tertib. Kalau ada klaim demo 212 itu diikuti dua jutaan orang, itu masuk akal,” jelasnya lagi

Mereka yang mendukung gerakan 212 tersebut preferensi calon presidennya siapa? Dari yang tahu gerakan 212, 26 persen memilih Anies, 35 persen Ganjar, 32 persen Prabowo, dan tidak jawab 7 persen. Sementara yang tidak tahu gerakan tersebut, 16 persen memilih Anies, 36 persen Ganjar, 35 persen Prabowo, dan tidak jawab 13 persen. Saiful menjelaskan bahwa dalam hal tahu atau tidak tahu gerakan 212, variabel ini tidak punya efek pada pilihan presiden.

“Faktor tahu terhadap gerakan 212 tidak berpengaruh pada pilihan presiden,” kata Saiful.

Sementara dari yang setuju atau mendukung gerakan 212, 42 persen mendukung Anies, 35 persen mendukung Prabowo, hanya 18 persen memilih Ganjar, dan masih ada 4 persen tidak menjawab. Sebaliknya, dari yang tidak mendukung gerakan tersebut, 51 persen mendukung Ganjar, 30 persen Prabowo, hanya 14 persen Anies, dan masih ada 5 persen yang tidak jawab.

Pola yang serupa terjadi pada yang pernah ikut gerakan 212, 43 persen mendukung Anies, 35 persen Prabowo, hanya 16 persen memilih Ganjar, dan masih ada 6 persen yang tidak jawab. Sedangkan dari yang tahu tapi tidak pernah ikut gerakan tersebut, 37 persen memilih Ganjar, 32 persen Prabowo, 25 persen Anies, dan masih ada 6 persen yang belum menjawab.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Anies BaswedanSurvei
Previous Post

Relawan Jokowi Ingin Ganjar dan Prabowo Saling Mengisi, Bukan Berkompetisi

Next Post

Gerindra Tak Paksakan Duet Prabowo-Ganjar

Ruang Politik

Next Post
Potret kedekatan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto./Ist

Gerindra Tak Paksakan Duet Prabowo-Ganjar

Recommended

Soroti Dampak AI Lintas Sektor, Marinus Gea Dorong Pembentukan UU Artificial Intelligence

Soroti Dampak AI Lintas Sektor, Marinus Gea Dorong Pembentukan UU Artificial Intelligence

5 hari ago
Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

6 hari ago

Trending

Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive