Mengenai penyebab kebakaran museum akan diumumkan setelah Tim Labfor selesai melakukan penyelidikan. Sejauh ini polisi telah memeriksa enam orang saksi untuk dimintai keterangan terkait kebakaran tersebut.
RUANGPOLITIK.COM – Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengusut penyebab kebakaran Museum Nasional yang terjadi Sabtu (16/9) malam kemarin.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan dalam olah TKP yang digelar Minggu (17/9) hari ini pihaknya turut melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.
“Hari ini ada (olah TKP), hari ini akan turun Tim Labfor,” kata Komarudin kepada media.
Mengenai penyebab kebakaran museum akan diumumkan setelah Tim Labfor selesai melakukan penyelidikan. Sejauh ini polisi telah memeriksa enam orang saksi untuk dimintai keterangan terkait kebakaran tersebut.
Berdasarkan pengakuan seorang saksi, yang bersangkutan mengaku mengetahui kebakaran tersebut setelah mendengar suara teriakan.
“Jadi informasi mereka, dari security mendengar ada yang teriak bahwa ada api, kemudian security berupaya memadamkan dengan menggunakan apar namun apar tidak mampu memadamkan,” tuturnya.
Sebelumnya kebakaran terjadi di Museum Nasional atau Museum Gajah pada Sabtu (16/9) sekitar pukul 20.00 WIB. Menurut seorang petugas kepolisian yang bertugas di TKP, api telah berhasil dipadamkan sebelum pukul 21.00 WIB.
Akibat dari kebakaran tersebut, Museum Nasional akan ditutup sementara untuk umum. Belum diketahui sampai kapan museum tersebut akan dibuka kembali.
Terkait insiden kebakaran ini, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendorong pihak kepolisian segera melakukan investigasi.
“Jadi ini merupakan hal yang sangat menyedihkan buat kami, bahwa ini bisa terjadi,” kata Nadiem Makarim di lokasi, Sabtu (16/9).
“Tentunya tadi kami juga berbicara dengan aparat kepolisian untuk bisa segera melakukan investigasi mengenai apa alasan dan penyebab kebakaran tersebut,” lanjutnya.
Kata Nadiem, pihaknya juga akan membuat tim gabungan yang terdiri dari pihak museum dan pakar museum yang bakal bekerja sama dengan aparat kepolisian dan pemadam kebakaran.
Tim gabungan ini akan bekerja sama untuk mengidentifikasi kerusakan dan mengamankan benda-benda bersejarah tersebut.
“Untuk memastikan bahwa benda-benda tersebut bisa kami catat apa kerusakannya dan juga bisa kami amankan bagi yang bisa diamankan,” ujarnya.
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)