• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
03 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangPemilu

Demokrat Condong Pilih Prabowo Ketimbang Ganjar?, Ini Kata Pakar…

by Ruang Politik
in RuangPemilu
442 5
0
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku merasa terhormat dikunjungi Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Ist

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku merasa terhormat dikunjungi Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Ist

478
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Meski demikian, Burhanuddin menekankan ada langkah yang harus dipenuhi Demokrat jika bergabung dengan salah satu dari dua koalisi itu.

RUANGPOLITIK.COM – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai Partai Demokrat lebih berpotensi untuk bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto usai menarik dukungan dari Anies Baswedan.

Menurutnya, Partai Demokrat masih memiliki sejumlah opsi usai memutuskan keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), yakni membentuk poros baru dengan PKS dan partai lain, bergabung dengan gerbong pengusung Prabowo Subianto atau opsi lain bergabung dengan koalisi PDIP yang mengusung Ganjar Pranowo.

RelatedPosts

Open Turnamen Bulutangkis Parmato Alam PB Merpati CUP 2024 Sukses Digelar

Perjalanan Sang Pemimpin YB.Dt. Parmato Alam Saat Menyambangi Masyarakat Payakumbuh

Mencari Sosok Ideal Untuk Payakumbuh” YB. Dt. Parmato Alam Tampil Gemilang

Namun, Burhanuddin menilai potensi Demokrat membentuk poros baru atau merapat ke Ganjar lebih kecil mengingat riwayat hubungan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Megawati Soekarnoputri.

“Jadi potensi Demokrat untuk bergabung memang lebih besar ke Pak Prabowo. Meski pun lagi-lagi kita perlu lebih sabar untuk menunggu pergerakan Partai Demokrat ke depan,” katanya kepada media.

Meski demikian, Burhanuddin menekankan ada langkah yang harus dipenuhi Demokrat jika bergabung dengan salah satu dari dua koalisi itu.

Partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu harus mengubah narasi perubahan yang selama ini disuarakan. Sebab, capres Prabowo yang diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, dan PAN maupun capres Ganjar sama-sama menjadi bagian dari pemerintah Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Partai Demokrat selama ini menyuarakan narasi perubahan dengan mengusung Anies Baswedan yang berasal dari luar pemerintahan untuk menjadi calon presiden.

“Misalnya masuk ke dalam salah satu koalisi pendukung pemerintah, Partai Demokrat harus melakukan packaging ulang terhadap narasi perubahan yang selama ini mereka suarakan,” tutur Burhanuddin.

Partai Demokrat sebenarnya masih memiliki alternatif lain setelah berpisah dari Partai NasDem dan PKS. Burhanuddin menyebut partai itu dapat membentuk poros baru bersama PPP dan PKS, seperti yang belakangan ini ramai diisukan.

Namun, potensi opsi itu agak sulit terwujud. Burhanuddin memberi contoh PKS yang berat meninggalkan Koalisi Perubahan. Alasannya, basis massa PKS adalah pendukung Anies Baswedan, sehingga terlalu berisiko jika PKS pindah gerbong dengan mengusung capres baru.

“PKS ini basis massanya sudah terlalu Anies, jadi kalau mereka mengusung Capres baru bersama Demokrat tentu akan menimbulkan bumerang dari kalangannya sendiri,” ujar Burhanuddin.

Sementara itu, Burhanuddin menjelaskan Partai Demokrat juga semakin berisiko jika memutuskan tidak mengusung siapa pun dalam Pilpres 2024.

Sebab, menurut UU Pemilu, partai yang memenuhi syarat mengajukan pasangan calon dapat kena sanksi tidak mengikuti pemilu berikutnya jika tidak mengajukan capres-cawapres.

“Kalau tidak mengusung mereka tidak boleh mengikuti Pemilu 2029. Jadi pilihannya memang memilih antara Ganjar dan Prabowo atau menarik mitra koalisi baru untuk membentuk poros baru,” ujar Burhanuddin.

Partai Demokrat resmi menarik dukungan terhadap Anies Baswedan karena AHY batal dijadikan cawapres. Demokrat juga menentang keputusan Anies dan Partai NasDem yang meminang Ketum PKB Muhaimin Iskandar untuk menjadi cawapres.

Sementara itu, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) resmi dideklarasikan sebagai bakal calon pasangan presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024.

Deklarasi ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9).

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: AHYPrabowo Subianto
Previous Post

Putri Gus Dur Minta Gusdurian Tak Bawa Nama Organisasi untuk Pemilu

Next Post

Pengamat: Koalisi Dengan PKS, Cak Imin Bisa Tuai Badai…

Ruang Politik

Next Post
Ketum PKB Muhaimin Iskandar/RuPol

Pengamat: Koalisi Dengan PKS, Cak Imin Bisa Tuai Badai...

Recommended

TSR Pemko Payakumbuh Kunjungi Masjid Muhsinin

TSR Pemko Payakumbuh Kunjungi Masjid Muhsinin

1 jam ago
Satreskrim Polres 50 Kota Lakukan Penyelidikan Dugaan PETI di Kapur IX

Satreskrim Polres 50 Kota Lakukan Penyelidikan Dugaan PETI di Kapur IX

12 jam ago

Trending

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

1 bulan ago
Anggota DPRD Golkar Sumbar dan Payakumbuh Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan

Anggota DPRD Golkar Sumbar dan Payakumbuh Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan

3 hari ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

4 minggu ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

2 minggu ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive