• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
02 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Kilas Update

Wakapolri Tepis Isu Sambo Jilid 2 di Kasus Penembakan Bripda Ignatius

by Ruang Politik
in Kilas Update
431 9
0
Wakapolri Komjen Agus Andrianto/Ist

Wakapolri Komjen Agus Andrianto/Ist

471
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ihwal pemberian informasi Bripda Ignatius tewas karena sakit, Agus menilai hal itu mungkin dipertimbangkan agar pihak keluarga tidak kaget.

RUANGPOLITIK.COM —Wakapolri Komjen Agus Andrianto menepis kasus tewasnya Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage seperti kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Eks Kabareskrim Polri itu menilai jajaran penyidik Polda Jawa Barat, Densus 88 Antiteror serta Propam Polri telah menjalankan tugasnya dengan baik dengan menetapkan dua tersangka di kasus tersebut.

RelatedPosts

Pemko Payakumbuh Gelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila

Pemko Payakumbuh Gelar Pasar Murah

Pemko Payakumbuh Tegaskan SPMB Bersih dan Transfaran

“Saya rasa penyidik sudah melakukan tugasnya. Saya yakin apa yang sudah dilakukan jajaran Densus dan Propam dalam menangani kasus tersebut pasti diungkapkan masalahnya apa adanya,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (3/8).

“Karena beberapa tersangka sudah ditetapkan, tentunya tidak ada unsur menutup-nutupi masalah ini, karena dari awal sudah dilaporkan,” imbuhnya.

Ihwal pemberian informasi Bripda Ignatius tewas karena sakit, Agus menilai hal itu mungkin dipertimbangkan agar pihak keluarga tidak kaget.

“Kalau misalnya langsung dikasih informasi bahwa putranya meninggal pasti akan menimbulkan pertanyaan. Karena informasinya sakit tentunya dengan harapan jangan sampai shock, dengan pertimbangan itu yang saya rasa,” jelasnya.

Lebih lanjut, meski sempat diberi kabar tewas karena sakit, Agus memastikan tidak ada informasi apapun yang ditutupi kepada pihak keluarga.

Ia mengatakan pada akhirnya keluarga tetap diberikan penjelasan terkait kronologi kematian Bripda Ignatius. Selain itu, kata dia, pihak keluarga juga dibebaskan untuk melihat dan mengonfirmasi kematian Bripda Ignatius.

“Toh tidak ditutup-tutupi kok, semua dibuka artinya keluarga korban bisa melihat jenazah yang bersangkutan. Tidak ditutupi dan bebas terbuka, artinya pihak Densus 88 terbuka,” tuturnya.

Diketahui Bripda Ignatius tewas tertembak di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Bogor Jawa Barat, pada Minggu (23/7) pukul 01.40 WIB. Dua pelaku penembakan yakni Bripda IMS dan Bripka IG telah ditangkap dan ditahan.

Karo Penmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan Bripda Ignatius tewas usai terkena peluru senjata api rakitan non organik alias ilegal milik tersangka Bripka IG yang saat itu dipegang oleh Bripda IMS.

Atas perbuatannya, Bripda IMS dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 359 KUHP dan atau Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951.

Sementara Bripka IG dikenakan Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 56 dan atau Pasal 359 KUHP Juncto Pasal 56 dan atau Undang-undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Densus 88Polri
Previous Post

Gibran Rakabuming Kembali Tegaskan Tak Akan Jadi Cawapres dari PDIP

Next Post

Operasional LRT Jabodebek Kemungkinan Molor Sampai Akhir Agustus

Ruang Politik

Next Post
Kereta LRT Jakarta. /Dok. PT LRT Jakarta via Antara

Operasional LRT Jabodebek Kemungkinan Molor Sampai Akhir Agustus

Recommended

Pemko Payakumbuh Gelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila

Pemko Payakumbuh Gelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila

22 jam ago
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Legislator PDI P Sebut Perlunya Modernisasi Pertanian

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Legislator PDI P Sebut Perlunya Modernisasi Pertanian

1 hari ago

Trending

Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

Kurator dan Kreditur Kecewa Atas Upaya Menghambat Proses Kepailitan Rachmat Agung Leonardi

1 minggu ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive