• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
02 - 07 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

PK Moeldoko Disebut Rusak Demokrasi, Din Syamsuddin: Presiden Tidak Diam Saja

by Ruang Politik
in Nasional
432 13
0
Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC) Din Syamsuddin/Ist

Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC) Din Syamsuddin/Ist

476
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ia melihat Kepala Staf Presiden itu ngotot. Sudah kalah dipengadilan masih mengajukan PK ke Mahkamah Agung. Padahal ia bukan anggota partai dan tidak memiliki kartu anggota

RUANGPOLITIK.COM —Upaya Moeldoko dalam mengambil alih Partai Demokrat melalui Peninjauan Kembali (PK) dinilai merusak demokrasi. Pakar Politik meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak diam saja.

“Adanya pengajuan PK oleh Moeldoko atas kasus klaim kepemimpinan Partai Demokrat patut dinilai merusak demokrasi Indonesia,” tegas Guru Besar Politik Islam M. Din Syamsuddin, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (7/6/2023).

RelatedPosts

Yasonna Laoly Ajak Mahasiswa Kawal Revisi UU HAM

Dikunjungi Gubernur ASR di Madinah, Jamaah Haji Berterima Kasih pada Gubernur

Marinus Gea Dorong Penguatan Sistem Check and Balance dalam Program MBG

Ia melihat Kepala Staf Presiden itu ngotot. Sudah kalah dipengadilan masih mengajukan PK ke Mahkamah Agung. Padahal ia bukan anggota partai dan tidak memiliki kartu anggota.

“Apalagi, menurut berita, dia tidak mendasarkan PKnya atas novum (bukti baru),” ujarnya.

“Hal ini dapat dinilai dari sudut Etika Politik sebagai pembajakan demokrasi, yaitu seseorang melalui rekayasa permusyawaratan merebut kepemimpinan partai,” jelasnya.
.
Din Syamsuddin menyebut publik sebenarnya yakin para hakim akan menolak PK itu. Namun jika melihat posisi Moeldoko di istana yang strategis, potensi dikabulkannya PK masih ada.

Sebagai atasan Moeldoko, Din Syamsuddin meminta Presiden Jokowi tak diam saja. Karena bawahannya telah melanggar etika politik.

“Kalau tetap didiamkan maka akan mudah dituduh Presiden ikut bermain dan cawe-cawe negatif dan dekonstruktif,” terangnya.

Apalagi isu yang berkembang, ada dugaan penjegalan pencapresan Anies Baswedan. Sementara Anies diusung oleh Koalisi Perubahan yang salah satu anggota partainga merupakan Partai Demokrat.

“Jika hal demikian terjadi maka itulah yang disebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Saya yakin perilaku itu akan mendapatkan penolakan dari rakyat yang cinta kejujuran dan keadilan,” ucapnya.

“Sebaiknya Moeldoko mundur dari ambisinya, dan Presiden Joko Widodo harus menegurnya, bukan diam tanda setuju,” tandasnya.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Partai DemokratPK
Previous Post

Anies Dikalahkan Prabowo dan Ganjar di Sejumlah Survei

Next Post

Pembangunan IKN Nusantara, Suharso Monoarfa Ungkap Pemerintah Segera Ajukan Revisi UU IKN

Ruang Politik

Next Post
Ilustrasi Pembangungan IKN/AP

Pembangunan IKN Nusantara, Suharso Monoarfa Ungkap Pemerintah Segera Ajukan Revisi UU IKN

Recommended

Yasonna Laoly Ajak Mahasiswa Kawal Revisi UU HAM

Yasonna Laoly Ajak Mahasiswa Kawal Revisi UU HAM

2 hari ago
FORKI Limapuluh Kota Gelar Kejurwil Forki Open se Sumatera 2026

FORKI Limapuluh Kota Gelar Kejurwil Forki Open se Sumatera 2026

2 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive