• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
28 - 09 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangOpini

Koalisi Politik, Interpretasi Budaya dan Peran Presiden Jokowi

by Ruang Politik
in RuangOpini
454 4
0
Presiden Jokowi serta Petinggi KIB dan KIR di Kantor DPP PAN/Ist

Presiden Jokowi serta Petinggi KIB dan KIR di Kantor DPP PAN/Ist

490
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Azhari Ardinal, Dir. Eksekutif Trust Indonesia

 

RelatedPosts

Nana Supiana, Pejabat Gagal Yang Ngotot Jadi Sekda! Mahasiswa Akan Kepung Kemendagri!

PJ. Sekda Banten Tidak Layak Definitif: Relawan Gubernur Terpilih Turun ke Jalan

PJ Gubernur Banten Main Licik! Jelang Angkat Kaki, Masih Berani Merusak Birokrasi?

RUANGPOLITIK.COM —Pengumpulan para Ketua Partai oleh Presiden Jokowi yang bagi sebagian besar pengamat politik dianggap sebagai strategi politik untuk memperkuat koalisi partainya, ternyata mulai menimbulkan kritik khususnya di media sosial.

Dimana tindakan tersebut dapat merugikan demokrasi karena mempersempit ruang bagi partai politik lain untuk berkompetisi dalam pemilu.

Dalam konteks pemilihan presiden, koalisi terbentuk ketika beberapa partai politik atau kelompok kepentingan bergabung untuk mendukung calon tertentu dalam pemilihan presiden.

Koalisi dapat terdiri dari partai politik yang memiliki ideologi dan tujuan yang sama, atau dapat juga terdiri dari partai politik yang memiliki perbedaan pandangan tetapi bergabung untuk memenangkan pemilihan presiden.

Dalam pandangan Geertz, koalisi politik dalam pemilihan presiden dapat dilihat sebagai tindakan sosial yang memiliki makna budaya.

Setiap partai politik atau kelompok kepentingan memiliki simbol, nilai, dan norma yang berbeda dalam membentuk koalisi politik. Oleh karena itu, interpretasi dan pemahaman terhadap makna budaya masing-masing partai politik dan kelompok kepentingan dalam membentuk koalisi politik sangat penting dalam memahami dinamika koalisi politik dalam pemilihan presiden.

Dalam konteks koalisi politik dalam pemilihan presiden, teori Geertz juga menekankan pentingnya interpretasi dan pemahaman terhadap makna budaya yang terkait dengan kepentingan politik dan strategi dalam membentuk koalisi.

Dengan memahami makna budaya masing-masing partai politik dan kelompok kepentingan dalam membentuk koalisi politik, kita dapat memahami tujuan, ideologi, strategi, dan perbedaan pandangan yang terlibat dalam koalisi tersebut.

Karena itu, meski teori Clifford Geertz tidak secara spesifik membahas tentang koalisi politik dalam pemilihan presiden, konsep interpretasi budaya yang diusungnya dapat diterapkan dalam memahami dinamika koalisi politik dalam pemilihan presiden. Interpretasi dan pemahaman terhadap makna budaya yang terkait dengan kepentingan politik dan strategi dalam membentuk koalisi politik sangat penting dalam memahami dinamika koalisi politik dalam pemilihan presiden.

Contohnya dalam penyebutan ‘Islam santri’. Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelompok masyarakat Muslim di Indonesia yang cenderung taat beragama dan mengikuti tradisi keagamaan Islam yang lebih konservatif, seperti pesantren dan pengajian.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dianggap mewakili kelompok Islam santri karena ia pernah menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina, sebuah perguruan tinggi swasta yang didirikan oleh banyak kelompok Islam. Termasuk juga oleh organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang banyak diikuti kelompok santri.

Kemudian penyebutan ‘Islam abangan’ yang justru menggambarkan kelompok masyarakat Muslim di Indonesia yang memiliki ciri-ciri keagamaan yang lebih liberal dan sering kali mencampurkan unsur-unsur kepercayaan lokal dengan Islam. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dianggap mewakili kelompok Islam abangan karena ia dianggap sebagai sosok yang moderat dan pluralistis, serta banyak berinteraksi dengan masyarakat Jawa yang memiliki tradisi kepercayaan kejawen.

Di sisi lain ada penyebutan ‘Priyayi’, yang merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelompok masyarakat elite Jawa yang memiliki latar belakang pendidikan dan budaya Jawa tradisional. Calon Presiden Prabowo Subianto dianggap mewakili kelompok Priyayi karena ia berasal dari keluarga bangsawan Jawa dan memiliki latar belakang militer yang kuat, serta berbicara dengan bahasa Jawa yang fasih.

Namun perlu dipahami bahwa masyarakat Indonesia memiliki beragam latar belakang dan budaya yang kompleks. Dan, di sinilah risiko dan tantangannya. Mampukah koalisi mengakomodir perbedaan pandangan politik dan agenda politik yang berbeda antara partai atau kelompok politik yang tergabung dalam koalisi. Maka penting bagi masyarakat untuk ikut menyuarakan pandangan dan aspirasinya terkait isu-isu politik yang ada melalui berbagai media dan forum diskusi yang tersedia.

Membentuk kelompok-kelompok advokasi atau gerakan sosial untuk mengajukan tuntutan dan keinginan mereka terhadap para pemimpin dan calon pemimpin negara. Selain itu, masyarakat juga dapat memperjuangkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses politik, termasuk dalam pengumpulan dan penyaluran dana kampanye serta pemilihan calon pemimpin.

Selain itu, masyarakat juga harus dapat memahami dan menghargai perbedaan pendapat dan pandangan politik, serta berusaha untuk menyelesaikan konflik dan perbedaan dengan cara yang damai dan menghormati hukum.

Dalam hal ini, masyarakat dapat memanfaatkan sarana-sarana demokrasi yang ada, seperti pemilihan umum, referendum, dan mekanisme partisipatif lainnya untuk memperjuangkan kepentingan dan aspirasinya secara damai dan demokratis.

Sementara, sebagai pemimpin negara, Presiden Joko Widodo seharusnya tidak memihak pada satu kelompok politik atau partai tertentu. Dirinya harus bersikap netral dan menghargai hak setiap kelompok politik untuk berpartisipasi dalam proses politik secara demokratis.

Saatnya membentuk koalisi politik yang mengedepankan kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat secara umum, bukan semata-mata untuk memenuhi kepentingan partai atau kelompok politik tertentu.

Selain itu, Presiden Jokowi juga seharusnya memastikan koalisi politik yang terbentuk dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Presiden harus mampu mengakomodasi kepentingan-kepentingan yang beragam dari berbagai pihak dan memastikan bahwa kepentingan nasional tetap diutamakan dalam setiap keputusan yang diambil.

Dan, karena itu, Presiden Jokowi seharusnya mampu mengedepankan dialog, transparansi, dan partisipasi publik dalam seluruh proses politik menuju pemilu 2024. Tujuannya, untuk memastikan bahwa kepentingan nasional dan masyarakat dapat terwakili dengan baik.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Koalisi ParpolPemilu 2024Presiden Jokowi
Previous Post

Jokowi Dipastikan Tinjau Lampung pada Jumat

Next Post

Bawaslu Ingatkan Pendaftaran Mesti Diawasi secara Maksimal

Ruang Politik

Next Post
Gedung Bawaslu/Ist

Bawaslu Ingatkan Pendaftaran Mesti Diawasi secara Maksimal

Recommended

Aspon Dodi Kembali Memimpin PWI Payakumbuh-Lima Puluh Kota, Setelah Meraih Suara Terbanyak

Aspon Dodi Kembali Memimpin PWI Payakumbuh-Lima Puluh Kota, Setelah Meraih Suara Terbanyak

2 jam ago
KRL Green Line Rangkasbitung Makin Padat, Sofwan Dedy Desak Infrastruktur Diperkuat

KRL Green Line Rangkasbitung Makin Padat, Sofwan Dedy Desak Infrastruktur Diperkuat

1 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Penyalahgunaan Narkoba/Ilustrasi

Terlibat Narkoba, Pegawai Penjara di Riau Dipecat

4 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Zakka Arafah Harapan Masyarakat, Caleg DPRD Dapil Payakumbuh Utara dan Latina

Zakka Arafah Harapan Masyarakat, Caleg DPRD Dapil Payakumbuh Utara dan Latina

3 tahun ago
Tragedi Virgo Transport 8, Legislator PDIP Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor

Tragedi Virgo Transport 8, Legislator PDIP Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor

2 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive