• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
15 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangPemilu

Anies Bicara Politik Identitas, Bawaslu Ingatkan Jangan Memancing Polarisasi

by Rupol
in RuangPemilu
448 4
0
484
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Pernyataan kontroversial Anies Baswedan soal politik identitas melahirkan kontroversi antar elit. Anies Baswedan mengatakan politik identitas tak bisa dihindari lantaran setiap calon yang bersaing selalu punya identitas yang melekat pada dirinya.

“Politik identitas itu adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Misalnya calon yang bersaing adalah laki-laki dan perempuan, maka di situ ada identitas gender,” kata Anies, Sabtu (18/3/2023).

RelatedPosts

Open Turnamen Bulutangkis Parmato Alam PB Merpati CUP 2024 Sukses Digelar

Perjalanan Sang Pemimpin YB.Dt. Parmato Alam Saat Menyambangi Masyarakat Payakumbuh

Mencari Sosok Ideal Untuk Payakumbuh” YB. Dt. Parmato Alam Tampil Gemilang

Anies lantas bercerita tentang apa yang terjadi pada Pilkada DKI 2017, di mana kala itu yang bersaing adalah paslon dengan latar belakang beda agama. Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno melawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat.

“Yang terjadi pada 2017, calon yang bersaing agamanya berbeda. Maka identitasnya yang terlihat adalah agama. Itu akan terus terjadi selama calonnya punya identitas berbeda, baik gender, suku, maupun agama,” jelas Anies.

Pernyataan Anies ini ditanggapi oleh Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono.

“Menggunakan isu SARA itu paling gampang, murah, dan mudah untuk meraup (suara). Karena apa? Melahirkan sentimen kelompok, paling gampang,” kata Totok di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3/2023).

Totok menuturkan orang yang menempuh politik identitas, kenegarawanannya diragukan. Dia pun mempersilakan rakyat untuk menilai.

“Tapi kalau itu dilakukan, kualitas kenegarawanannya juga kita ragukan. Biarkan rakyat yang menilai,” ujarnya.

Menurut Totok, identitas merupakan pemberian Tuhan yang tidak bisa ditolak. Dia tetap mengimbau agar tidak menggunakan identitas untuk mencari perbedaan.

“Jadi perbedaan itu diarahkan untuk berbuat kebaikan, bukan untuk mencari perbedaan. Jangan menggunakan hal-hal yang berbau agama untuk memantik perbedaan, karena kita itu ideologi Indonesia itu tinggi. Makanya kita redam,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Totok mengatakan calon pemimpin yang baik akan dapat memperhitungkan tindakan-tindakan yang dilakukannya. Sehingga, menurut dia, masyarakat dapat menilai tindakan yang dilakukan oleh calon pemimpin mereka.

“Calon negarawan ingat, peserta pemilu calon negarawan mana yang baik mana yang buruk, dia bisa mem-forcast, memperhitungkan, ‘Oh kalau saya gunakan ini, nanti akan memancing ya, polarisasi’,” terang Totok.

“Itulah kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual dari calon kepala negara. Dan rakyat akan menilai apakah calon pemimpin, calon negarawan ini menggunakan cara-cara yang baik atau tidak,” tukasnya.

Politik identitas ini dinilai sangat berbahaya, bahkan dapat mengancam keterbelahan rakyat. Dan ini tentunya berlawanan dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Kritikan ini disampaikan oleh Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing.

“Menurut saya para kandidat itu sendiri bersama-sama menolaknya supaya itu nggak berkembang. Tapi ketika para kandidat itu membiarkan, ya sama saja, dia bagian dari politik identitas yang tidak sesuai dengan Pancasila itu, Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya, Jumat (24/3/2023).

Jangan sampai polarisasi kembali terjadi seperti pada Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019 yang lalu, yang membuat masyarakat terbelah karena politik identitas.

Soal pernyataan bakal calon presiden Anies Baswedan bahwa politik identitas tidak bisa dihindari dalam kontestasi politik, menurutnya kemungkinan itu bisa saja terjadi.

“Kalau muncul dari perspektif yang positif boleh, tapi jika muncul dari perspektif negatif bisa saja. Misalnya, dari keturunan A, keturunan yang minoritas di negara ini. bisa saja diangkat itu. itu tidak baik, tak boleh,” tukasnya.

Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)

Previous Post

Azas Tigor Diangkat Jadi Komisaris LRT Jakarta, PKS: LRT Lebih Baik Dari Sebelumnya

Next Post

Pelaku Pembacokan di Sindangpalay Sukabumi Ditangkap, Ketiganya Berstatus Pelajar

Rupol

Next Post
Kapolres Sukabumi Kota Ajun Komisaris Besar Polisi S.Y. Zainal Abidin saat merilis kasus pembacokan pelajar/DOK/NET

Pelaku Pembacokan di Sindangpalay Sukabumi Ditangkap, Ketiganya Berstatus Pelajar

Recommended

Wawako Payakumbuh dan UNP Buka Bersama

Wawako Payakumbuh dan UNP Buka Bersama

7 jam ago
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman Buka Lomba tahfiz Al-Qur’an Juz 30 dan Azan

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman Buka Lomba tahfiz Al-Qur’an Juz 30 dan Azan

9 jam ago

Trending

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

2 hari ago
Anggota DPRD Provinsi Sumbar Hj Aida,SH Gelar Sosialisasi Perda No 9 Tahun 2018

Anggota DPRD Provinsi Sumbar Hj Aida,SH Gelar Sosialisasi Perda No 9 Tahun 2018

1 hari ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

2 hari ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

Ciptakan Lalu Lintas Aman dan Tertib, Satlantas Polresta Payakumbuh Gelar Operasi Keselamatan 2026

4 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive