Juru Bicara KPK Ipi Maryati mengonfirmasi kabar tersebut hari ini. Dia juga mengatakan bahwa KPK telah mengirim surat undangan kepada Andhi Pramono dan telah dijadwalkan untuk dimintai klarifikasi atas harta kekayaannya pada Selasa, 14 Maret 2023
RUANGPOLITIK.COM —Setelah Rafael Alun dan Eko Darmono, kini KPK akan memeriksa Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono atas jumlah harta kekayaannya yang dilaporkan ke KPK melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) setelah foto dan video barang-barang mewah milik Andhi berhasil dikorek warganet.
Juru Bicara KPK Ipi Maryati mengonfirmasi kabar tersebut hari ini. Dia juga mengatakan bahwa KPK telah mengirim surat undangan kepada Andhi Pramono dan telah dijadwalkan untuk dimintai klarifikasi atas harta kekayaannya pada Selasa, 14 Maret 2023.
“Benar, KPK telah mengirim surat undangan kepada saudara Andhi Pramono untuk permintaan klarifikasi atas LHKPN besok,” ujar Ipi kepada awak media.
Pemanggilan terhadap Andhi Pramono dilakukan setelah KPK mendapatkan laporan dari berbagai sumber, salah satunya media sosial dan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) atas harta kekayaan milik Andhi.
Di media sosial, nama Kepala Bea Cukai Makassar itu disebut-sebut memiliki rumah dan barang-barang mewah. Anak Andhi yang juga diketahui cukup aktif di media sosial kerap memamerkan gaya hidup mewah serta koleksi barang-barang mewah.
Berdasarkan laporan harta kekayaan yang laporkan oleh Andhi ke KPK terakhir kali pada Februari 2023. Andhi yang menjabat sebagai Kepala Bea Cukai Makassar itu memiliki harta kekayaan senilai Rp13,7 miliar.
Dalam LHKPN, Andhi melaporkan bahwa dirinya memiliki sejumlah tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Jakarta, Salatiga, Batam, Bekasi, Banyuasin, Bogor, dan Cianjur.
Andhi juga mengoleksi beberapa kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga. Beberapa di antara kendaraan mobil milik Andhi merupakan mobil antik keluaran 1950 dan 1960-an.
Andhi Pramono merupakan pejabat dari lembaga di bawah Kementerian Keuangan ketiga yang terlibat kasus penyalahan kode etik karena gaya hidup mewahnya.
Sebelumnya, Pejabat Eselon II dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rafael Alun Trisambodo menjadi pembuka mata publik akan kehidupan mewah para pejabat penyelenggara negara Indonesia.
Rafael diperiksa KPK pada awal Maret 2023 lalu. Pemeriksaan terhadap Rafael berlangsung hingga delapan jam lamanya. Dari pemeriksaan tersebut diketahui Rafael ternyata memiliki tabungan lainnya yang menggunakan nama orang lain (nomine).
Setelah Rafael, nama Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto mencuat ke publik. Foto-foto Eko bersama motor dan mobil mewahnya yang ia unggah di Instagram memancing amarah warganet. Eko kemudian diperiksa KPK pada Selasa, 7 Maret 2023 lalu.
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)