Pihaknya mencatat, ketersediaan beras di Jawa Barat saat ini mencapai 199,620 ton, sementara kebutuhannya mencapai 84,901 ton. Artinya ada surplus sebanyak 114,119 ton
RUANGPOLITIK.COM —Dalam hitungan minggu, liburan Natal dan Tahun Baru 2023 segera hadir.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun memastikan ketersediaan 11 komoditas pangan strategis aman dan cukup. Bahkan, di antaranya berlebih alias surplus.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat M Arifin Soedjayana mengatakan, berdasarkan data aplikasi neraca yang di-input oleh kabupaten dan kota, rata-rata 11 komoditas pangan strategis saat ini mengalami surplus.
Pihaknya mencatat, ketersediaan beras di Jawa Barat saat ini mencapai 199,620 ton, sementara kebutuhannya mencapai 84,901 ton. Artinya ada surplus sebanyak 114,119 ton.
Beras terpantau dijual dengan harga di pasaran yakni Rp 10.830 per kilogram.
“Dari data neraca pangan strategis yang dilaporkan DKPP Jabar kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, ada 11 komoditas yang ketersediaannya aman secara umum di 27 kabupaten dan kota yaitu beras, jagung, bawang merah, daging ayam, daging sapi, telur ayam, gula pasir, cabai besar dan cabai rawit, minyak goreng, dan bawang putih,” katanya kemarin.
Namun, ada beberapa daerah yang mengalami defisit beras seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Cimahi.
Untuk komoditas bawang merah, menurut Arifin, juga mengalami surplus. Ketersediaan mencapai 5,258 ton sedangkan kebutuhan 4,392 ton alias surplus 866 ton dengan harga jual Rp 30.321 per kilogram.
Sementara untuk daging sapi ketersediaan mencapai 3,340 ton, kebutuhan 2,454 ton atau surplus 886 ton. Harga jual Rp 133.883 per kilogram.
Untuk telur ayam, kebutuhan 13,042 ton ketersediaanya 14,593 ton.
Produk hewan
Selain itu, Arifin memastikan DKPP Jabar juga terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan keamanan produk hewan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Natal juga tahun baru.
Pemantauan dilakukan bersama organisasi perangkat daerah dan instansi terkait di daerah.
Berdasarkan hasil pemantauan, kata dia, ketersediaan produk hewan di Jawa Barat masih aman dengan fluktuasi harga relatif wajar.
“Kami terus memantau dan memastikan ketersediaan dan keamanan pangan menjelang Natal dan tahun baru terjamin,” ujarnya.
Selain pemantauan, menurut Arifin, pihaknya juga menggelar program Gelar Pangan Murah (GMP) di sejumlah kabupaten dan kota.
Menurutnya kegiatan ini menjadi salah satu indikator kecukupan pangan masyarakat, dan merupakan salah satu elemen penting dalam perekonomian, serta berkontribusi terhadap inflasi.
Gerakan Pangan Murah kali ini merupakan hasil kolaborasi dari DKPP Jabar dengan berbagai pihak di antaranya kolaborasi dengan Bapannas, KPED, TPID, BI, dan dinas yang menaungi bidang ketahanan pangan.
“Awal Desember ini, kami akan menggelar Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Tasikmalaya. Kami menyediakan ragam komoditas mulai dari bawang, gula, minyak goreng, hingga daging,” tutur Arifin.
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)