• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
01 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

CSIIS: PPP Berpeluang Masuk Lima Besar, Dengan Syarat?

by RuangPolitik
in Nasional
492 5
0
PPP

Ilustrasi PPP/ RuPol

531
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PPP itu bisa masuk lima besar, karena memiliki sejarah yang panjang. Tinggal bagaimana keseriusan elit-elitnya, di bawah komando Plt Ketum Mardiono…

RUANGPOLITIK.COM – Peluang PPP untuk bisa menembus parlemen pada Pemilu 2024, mendapat keraguan dari berbagai pihak.
Hal tersebut terjadi, setelah banyak lembaga survey menyatakan elektabilitasnya berada di bawah ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) 4 persen.

Direktur Eksekutif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) Dr Sholeh Basyari, malah berkeyakinan PPP akan bangkit pada Pemilu 2024 mendatang.
Jika PPP bisa menjalankan beberapa langkah progresif dalam sisa waktu yang ada.

RelatedPosts

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Komitmen Pelayanan, Jasaraharja Putera Serahkan Armada Shuttle untuk ASDP

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

“PPP itu bisa masuk lima besar, karena memiliki sejarah yang panjang. Tinggal bagaimana keseriusan elit-elitnya, di bawah komando Plt Ketum Mardiono untuk membuat langkah-langkah progresif,” ujar Sholeh ketika berbincang dengan RuPol di Ruang Politik, Minggu (27/11/2022).

Langkah pertama yang harus dilakukan, adalah merajut dan membangkitkan kembali semangat bersama 4 tiang pendiri, yakni NU, Parmusi, PERTI dan PSII.
Ke-4 pondasi yang sebelumnya berfusi itu, harus kembali dirangkul dan diajak untuk ikut membesarkan PPP lagi.

“Dari ke-4 itu, saat ini hanya NU yang berusaha untuk terus dirangkul oleh PPP, yang 3 lainnya seperti ditinggalkan. Sementara penggarapan NU sendiri, terlihat tidak maksimal karena kalah progresif dengan PKB. Harusnya saat ini kesempatan bagi PPP untuk meraih simpati warga Nahdliyin, karena antara PBNU dengan PKB sedang terjadi friksi,” lanjut Aktivis NU itu.

Langkah kedua, menurut Sholeh adalah menampilkan wajah partai Islam yang lebih soft, adem dan bijaksana.
Dalam dinamika pilpres yang semakin memanas, polarisasi di tengah masyarakat juga terbuka lebar, sebagai partai Islam tertua, harus bisa memberikan ketenangan.

“Bukan berarti elit-elitnya memilih diam dan tidak bersuara, tapi tetap harus sering tampil untuk menyampaikan posisi PPP. Jadilah partai Islam yang lebih bijaksana, mendamaikan dan menenangkan. Banyak masyarakat yang juga resah dengan polarisasi itu, ambil simpati mereka dan yakinkan jika memilih PPP maka tidak ada lagi polarisasi,” terangnya.

Pengajar di berbagai perguruan tinggi itu, juga melihat parpol berlambang Kabah itu, tidak mampu meraih pemilih baru, terutama di kalangan pemilih milenial.
Dalam berbagai survey, PPP merupakan partai yang paling banyak pemilih setianya, namun paling tidak menarik bagi pemilih baru.
Sementara suara pemilih milenial pada Pemilu 2024 sangat besar, mencapai 60 persen.

“Langkah ketiga, ini yang paling penting. harus segera ada formula yang tepat untuk meraih suara milenial. Rekrut orang-orang yang pas dan memahami arah kecenderungan pemilih milenial itu,” tegasnya.

 

Baca juga:
KIB Dukung Ganjar, Parpolnya Siap-siap Ditinggal Pemilih

 

Jika pada langkah ketiga ini, berhasil mendapatkan strategi yang tepat, maka akan berpeluang masuk dalam 5 besar pada Pemilu 2024.
Namun jika tidak, PPP terpaksa harus hilang dari parlemen periode 2024-2029.

“Inilah pekerjaan terberat. Sampai saat ini kita belum melihat ada strategi dari nahkoda baru untuk menjawab itu, memang baru 3 bulan, tapi waktu terus berjalan. Sosialisasi ke daerah-daerah memang penting, tapi jangan lupa itu hanya untuk merangkul pemilih yang sudah pasti memilih PPP juga,” imbuhnya.

Untuk meraih pemilih baru dari kalangan milenial, Sholeh memberikan masukan guna lebih memanfaatkan teknologi, terutama teknologi media komunikasi.

“Perlu ada tim khusus yang menangani itu, yang berisi kumpulan orang-orang yang berpengalaman di media, konten kreator dan IT. Karena saya tegaskan lagi, jika tidak serius menggarap pemilih milenial, jangan berharap bisa tembus parlemen lagi. Mudah-mudahan Pak Mardiono mendengar masukan ini,” pungkasnya. (ASY)

Editor: Asiyah Lestari
RuPol

Tags: #parlemenMuhammad MardionoNUParmusiPartai IslamPemilu 2024PERTIPilpres 2024Plt Ketum PPPPPPPSII
Previous Post

Pengamat: Paket Paling Ideal Itu Anies-Muhaimin, Paling Memenuhi Semuanya!

Next Post

Usai Kode ‘Rambut Putih’ dari Jokowi, Ganjar Malah Pamer Rambut Hitam

RuangPolitik

Next Post
Ganjar

Usai Kode 'Rambut Putih' dari Jokowi, Ganjar Malah Pamer Rambut Hitam

Recommended

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

3 jam ago
Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

3 jam ago

Trending

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

13 jam ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive