• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
31 - 03 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Setelah Heboh ‘Amplop Kiai’, Ketum PPP Minta Maaf

by Ruang Politik
in Nasional
453 5
0
Ketum PPP Suharso Monoarfa/RuPol

Ketum PPP Suharso Monoarfa/RuPol

489
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa meminta maaf telah membuat kegaduhan karena pernyataannya mengenai “amplop” kiai.

Permintaan maaf itu disampaikan Suharso saat memberikan sambutan di acara Sekolah Politik PPP di Bogor kemarin, Jumat (19/8/2022).

RelatedPosts

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Komitmen Pelayanan, Jasaraharja Putera Serahkan Armada Shuttle untuk ASDP

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

“Saya mengaku itu sebuah kesalahan, saya memohon maaf dan meminta untuk dibukakan pintu maaf seluas-luasnya,” tutur Suharso.

Tentang gaduhnya “amplop kiai”, Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa meminta maaf. Hal ini disampaikannya didepan kader Partai PPP saat memberikan sambutan pada Sekolah Politik PPP di Bogor.

Dirinya menyesalkan ada pihak yang sengaja memotong pidato dirinya, sehingga menyebabkan pernyataan dirinya menjadi diluar konteks dan membentuk opini sehingga menimbulkan kegaduhan.

“Sambutan saya itu tidaklah berdiri sendiri, melainkan merespon atas apa yang disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron yang waktu itu saya panggil dengan sebutan Kiai, mengapa? agar sambutan saya secara esensial berkesinambungan dengan yang disampaikan beliau dan saya berusaha menyambungkan dengan yang dipersentasikan oleh Deputi Pendidikan dan Peran Masyarakat Wawan Wardian,” papar Suharso.

Berita Terkait:
Survei: PPP Berada di Papan Bawah, Terancam Tidak Lolos Parlemen

Pagi Ini, KIB Golkar, PAN dan PPP Bakal Jalan Bareng Daftar ke KPU

PPP Dapil IX Jateng Targetkan Rebut 1 Kursi DPR RI

PPP Bantah Ada Kejanggalan Kenaikan Harta Suharso Monoarfa

Pernyataan yang beredar itu merupakan respon dirinya terhadap sambutan yang disampaikan oleh Nurul Ghufron, Beliau mengingatkan bahwa seseorang mengikratkan diri untuk berjuang dengan partai mereka harusnya ingat bahwa posisinya adalah seorang abdun dan khalifah yang kelak harus mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Allah SWT di yaumul akhir.

Sedangkan Wawan Warian menguraikan, pentingnya edukasi anti korupsi dengan tujuan menumbuh kembangkan budaya anti korupsi agar masyarakat tidak lagi membenarkan hal yang biasa, kecuali itu benar. Melainkan membiasakan hal-hal yang benar, jadi bukan membenarkan hal-hal biasa melainkan membiasakan hal-hal yang benar.

Suharso ingin mengulangi dan menggaris bawahi bahwa pesan yang disampaikan itu penting, dirinya sungguh tergugah oleh himbauan KPK agar para peserta yang mengikuti PCB dapat meneladani pesan yang disampaikan tersebut.

“Saya sungguh tergugah oleh himbauan KPK agar kita tau diri dan saya memulai sambutan dengan sedikit merefleksi atas apa yang saya alami sebagai sebuah ilustrasi. Sama sekali tidak ada maksud untuk menyalahkan siapapun saya hanya mengilustrisasikan,” ucap Suharso.

Pada saat pidato, dirinya sedikit terbawa emosi untuk mencoba tau diri, menurutnya ilustrasi yang disampaikan tersebut merupakan kekhilafan dan tidak pantas untuk diungkapkan di depan publik.

“Saya akui ilustrasi dalam sambutan itu sebuah kekhilafan dan tidak pantas saya ungkapkan, mestinya ada ilustrasi atau cara lain bukan mengungkapkan ilustrasi yang justru mengundang penafsiran yang keliru apalagi dipotong – potong,” kata Suharso.

“Kekeliruan terhadap pemahaman yang saya sampaikan di KPK kemarin, anggap saja saya yang awam ini salah mengambil contoh untuk diilustrasikan, karena itu lebih mudah daripada menyimpulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan. Saya mengaku itu sebuah kesalahan, saya memohon maaf dan meminta untuk dibukanan pintu maaf seluas-luasnya,” terang Suharso.

Suharso menuturkan pernyataannya yang beredar mengenai “amplop” kiai itu merupakan respons terhadap sambutan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron. Saat itu, ia memanggul Ghufron dengan sebutan kiai.(ASY)

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Capres 2024Ketum PPPPemilu 2024Pilpres 2024PPPRuang PolitikSuharso
Previous Post

Beredar Isu Nasdem Pamit ke Jokowi, Pastikan Dukung Anies?

Next Post

Eks Menteri PUPR Era SBY Meninggal di Kecelakaan Jalan Tol

Ruang Politik

Next Post
Mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Achmad Hermanto Dardak/Ist

Eks Menteri PUPR Era SBY Meninggal di Kecelakaan Jalan Tol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

Walikota Payakumbuh Tegaskan 5. Prioritas Utama Pembangunan Daerah

11 jam ago
Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan Dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas

Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan Dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas

11 jam ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive