RUANGPOLITIK.COM-Massa yang terdiri atas ratusan orang yang mengatasnamakan Front Persaudaraan Islam (FPI) Reborn, Senin (6/6/2022) mendeklarasikan dukungannya ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Koordinator Aksi M. Jufri membeberkan beberapa alasan mengapa puluhan massa mendukung Anies Baswedan di Pilpres 2024, di antaranya selama lima tahun memimpin, Anies dinilai sebagai Gubernur yang telah banyak menorehkan keberhasilan dalam membangun kesejahteraan dan meningkatkan mutu kualitas warga Jakarta.
Terlebih, kata dia, keberhasilan tersebut juga mendapatkan balasan dengan banyak penghargaan yang didapat Anies Baswedan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Semua hal tersebut tidak terlepas dari kemampuan Anies Baswedan dalam melihat persoalan ibukota yang tak kunjung selesai dan cepat dalam mencari solusinya,” ucap Jufri dalam rilisnya.
Berita Terkait:
Soal Kepolisian Bunuh Anggota FPI, Deplu AS Terbitkan Laporan
Surya Paloh Konon Jodohkan Ganjar-Anies, Relawan Tak Dukung Jika Cawapres
Puan Maharani Duduk Antara Anies Baswedan dan Jokowi, Pengamat: Itu Sudah Diatur
Peneliti Insis: Anies Baswedan Sukses Gelar Balapan Formula E, Kartu Mati untuk PSI dan Giring
Hanya saja, penampilan massa yang memakai atribut putih hijau itu jadi sorotan warganet. Bahkan izin keramaian yang dikeluarkan Polda Metro Jaya ikut disorot.
Lembaga Informasi Persaudaraan (LIP) salah satu lembaga yang menyoroti massa yang ikut dalam deklarasi itu.
“Mereka melakukan pemberitahuan ke Polda bahwa mereka (mengaku) FPI akan melakukan Aksi. Apa Polda tidak bisa membedakan mana Real mana Fake? Dan strategi apa yg mereka mainkan sehingga mau membayar banyak masa & mengaku sbg FPI?,” tulis LIP lewat akun Twitter-nya @DPP_LIP.
Tak hanya itu, LIP mengaku heran polisi membiarkan penggunaan atribut mirip Ormas terlarang FPI dalam acara itu.
“Adakah keterlibatan salah satu institusi Negara mengatur ini semua? Sehingga aksi yg mereka lakukan dgn banyak masa dan menggunakan atribut palsu berjalan mulus tanpa kekhawatiran?,” ungkapnya. (RYU)
Editor: Ris Tian
(RuPol)