RUANGPOLITIK.COM-Unjuk rasa yang digelar oleh aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berakhir ricuh.
BEM SI menggelar unjuk rasa di Gedung DPR RI Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat l.
Mahasiswa menyampaikan setidaknya ada 18 aspirasi, yang mana salah satunya terkait penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.
Pimpinan DPR RI yang diwakili Sufmi Dasco Ahmad, Rahmad Gobel dan Lodewijk F Paulus, serta Kapolri Listyo Sigit menemui para mahasiswa.
Berita Terkait:
Aksi Bakar Ban Mahasiswa Ambon Tolak 3 Periode
Mahasiswa Bergerak, Aksi 11 April Ricuh di Berbagai Daerah
Keras! Masinton: Tunjuk Batang Hidung Menteri Penghembus 3 Periode
Aksi 11 April, Dampak dari Lemahnya Legitimasi Presiden Terhadap Menteri
Di atas mobil Komando, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa DPR RI dan MPR RI akan tetap menjalankan tahapan pemilu 2024 sesuai dengan kosntitusi.
Serta aspirasi dari para mahasiswa akan segera disampaikan langsung ke Pemerintah.
Namun, situasi mulai memanas usai Pimpinan DPR dan Kapolri turun dari mobil komando.
Dari pantauan di lapangan, sekitar pukul 15.58 WIB masa dari mahasiswa berlarian ke arah Flyover Slipi, Palmerah dan diburu oleh pasukan Brimob.
Tak hanya itu, aparat kepolisian pun menembakan gas air mata kearah mahasiswa yang ricuh.(AFI)
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)