Payakumbuh – Baru sehari dilantik, Lurah Payolansek Muhammad Junaidi yang akrab disapa Bang DJ langsung tancap gas. Ia tak memilih duduk manis di kantor kelurahan, melainkan turun ke lapangan bersama Ketua Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, Fitrayanto, Selasa (27/10/2026).
Langkah cepat itu menjadi penanda komitmen pelayanan di Kelurahan Payolansek, Kecamatan Payakumbuh Barat. Kunjungan lapangan tersebut memang bukan sekadar seremonial, melainkan wujud komitmen menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan berjalan sesuai harapan warga.
Fitrayanto, legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kini menakhodai Komisi C, datang tidak hanya untuk melihat kondisi di lapangan, tetapi juga untuk berdialog langsung dengan warga, mendengar keluh kesah, dan mencatat kebutuhan riil masyarakat.
“Lurah baru semangat baru. Kami ingin pastikan pembangunan yang diperjuangkan melalui Pokir itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Fitrayanto di sela peninjauan.
![]()
Kehadiran dua sosok tersebut menjadi perhatian warga. Di gang-gang lingkungan, Fitrayanto dan Bang DJ menyapa warga satu per satu, duduk bersama di warung, hingga meninjau langsung pengerjaan drainase yang bersumber dari program Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
Bagi Muhammad Junaidi, yang resmi dilantik sebagai Lurah Payolansek pada 26 Oktober 2026, kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memahami denyut kehidupan warganya.
“Ini hari pertama saya efektif sebagai lurah. Saya ingin langsung melihat kondisi riil di lapangan, apa yang dibutuhkan warga, dan apa yang harus kita benahi bersama,” kata Bang DJ.
Peninjauan difokuskan pada pekerjaan drainase di beberapa titik di Kelurahan Payolansek. Drainase menjadi kebutuhan mendesak warga, terutama saat musim hujan. Melalui program Pokir DPRD, pembangunan ini diharapkan mampu mengurangi genangan dan memperbaiki lingkungan permukiman.
Lebih dari sekadar proyek fisik, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan pemerintah kelurahan. Komunikasi yang terbangun secara langsung di lapangan dinilai jauh lebih efektif daripada sekadar laporan di atas kertas.
Warga pun menyambut antusias. Mereka merasa aspirasi mereka didengar dan diperjuangkan, bukan hanya janji di masa kampanye.
Langkah turun lapangan yang dilakukan Ketua Komisi C bersama Lurah Payolansek ini menjadi cerminan pola pembangunan yang ideal: tepat sasaran, berbasis kebutuhan masyarakat, dan dikawal dengan pengawasan langsung. (Benpi)