Payakumbuh–Bukan sekadar hari kerja biasa bagi masyarakat di kecamatan Harau. Dibawah atap pertemuan yang sarat akan harapan, lebih dari 300 pasang mata, mulai dari para Niniak Mamak yang arif, Bundo Kanduang yang teduh, hingga pemuda yang progresif, berkumpul dengan satu tujuan, menitipkan masa depan nagari mereka pada pundak Marsanova Andesra, SH, MH.,Selasa (17/3/2026).
Reses anggota DPRD kabupaten Limapuluh Kota kali ini terasa berbeda. Bukan sekadar seremoni serap aspirasi, melainkan ruang diskusi hati ke hati yang membedah persoalan mendasar di empat nagari yakni Koto Tuo, Lubuak Batingkok, Tarantang, dan Simalanggang.
Suasana menjadi emosional ketika Maidafri, warga Nagari Tarantang, menyuarakan kegelisahan warga tentang gelapnya malam di daerah mereka.
![]()
”Sedang terang saja kejahatan mengintai, apalagi jika lampu jalan kami mati dan gelap gulita. Kami butuh cahaya untuk merasa aman di rumah sendiri,” ungkapnya lirih namun sarat penekanan.
Di sisi lain, Efriandi Sikumbang dari Simalanggang, membawa suara para petani. Ia membedah pentingnya drainase dan Jalan Usaha Tani (JUT) sebagai urat nadi perekonomian masyarakat. Tak ketinggalan, Lidya dari Tanjung Pati, menyampaikan harapan para ibu-ibu Majelis Taklim dan kelompok wanita yang tahun ini harus gigit jari karena keterbatasan anggaran.
![]()
”Kami bermohon amat sangat, Pak Andesra. Jangan biarkan kegiatan pembinaan umat ini terhenti karena kendala biaya,” harap Lidya.
Mendengar rentetan keluh kesah tersebut, Marsanova Andesra tidak hanya mencatat. Ia memberikan respon konkret yang langsung menyentuh dapur warga, pembagian 4 ton beras sebagai bentuk kepedulian nyata di tengah fluktuasi harga pangan.
Namun, yang paling menggetarkan adalah sikap politiknya terkait anggaran daerah. Andesra menegaskan bahwa hak-hak rakyat tidak boleh dikorbankan atas nama “efisiensi” yang kaku.
![]()
”Kepentingan masyarakat jangan sampai tersandera oleh alasan efisiensi. Jika itu menyangkut ekonomi rakyat, jika itu menyangkut keamanan warga, maka itu adalah prioritas utama. Saya akan menyuarakan ini dengan lantang di gedung dewan,” tegas Andesra di hadapan konstituennya.
Bagi politisi berlatar belakang hukum ini, reses adalah jembatan untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Ia berjanji akan mengawal setiap aspirasi, mulai dari lampu jalan di Tarantang hingga bantuan Majelis Taklim di Tanjung Pati, agar masuk dalam kebijakan pembangunan yang nyata.
![]()
Pertemuan sore itu ditutup dengan jabat tangan hangat dan senyum lega dari warga. Di Harau, harapan baru saja disemai kembali lewat komitmen seorang wakil rakyat yang percaya bahwa kesejahteraan warga tidak boleh efisien, ia harus maksimal.
![]()
Akhir dari reses Marsanova Andesra,SH.MH beserta masyarakat berbuka bersama di halaman rumah PAN tanjung pati..Suasana tampak akrab dan penuh rasa kekeluargaan. Sebagaimana mereka melebur dalam satu keluarga dibawah Partai berlambangkan Matahari tersebut. (Benpi)
(