Payakumbuh–Ramadhan tinggal menghitung hari. Disaat ribuan pasang mata mulai berbinar menatap aspal panjang menuju kampung halaman. Sekelompok orang yang justru mempererat tali sepatu dan merapikan seragam putihnya. Di jantung Kota Payakumbuh, arus rindu tidak hanya disambut dengan hangatnya pelukan keluarga, tetapi juga dengan kesiagaan medis tanpa jeda. Inilah sebuah misi ketulusan bertajuk: “Mudik dengan Senyum, Balik dengan Sehat.”
Siang itu, suasana di ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, MPH, tampak sibuk namun sangat terorganisir. Di atas mejanya, peta persebaran pos kesehatan dan jadwal piket tenaga medis terbentang luas, sebuah bukti nyata bahwa bagi timnya, libur Lebaran adalah sebuah “mitos” demi sebuah pengabdian,Senin (16/3/2026).
Bagi dr. Yanti, memastikan pemudik tiba dengan selamat bukan sekadar tugas kedinasan, melainkan tanggung jawab moral yang mendalam.
”Kami ingin memastikan setiap langkah kaki yang menginjak bumi Payakumbuh diawali dengan kenyamanan. Mudik harus aman, dan yang terpenting, lancar tanpa kendala kesehatan yang berarti,” tutur dr. Yanti dengan nada tegas namun penuh empati.
Ada haru yang terselip di balik instruksi-instruksi teknis ini. Di belakang operasional layanan ini, ada ratusan tenaga kesehatan, mulai dari dokter spesialis hingga sopir ambulans, yang rela menunda momen sungkeman demi memastikan tidak ada duka yang mencoreng perjalanan pulang.
Dikatakannya, siaga 24 Jam, seluruh Puskesmas dipastikan tetap “bernapas” dan melayani tanpa henti. Transformasi layanan menjadi “dermaga sehat” di titik-titik strategis.Layanan tensi sederhana hingga tindakan darurat diberikan dengan standar empati yang sama tinggi.
”Ini bukan sekadar tenda di pinggir jalan,” ujar dr. Yanti. “Ini adalah manifestasi siaga tanpa batas. Kami tetap terjaga di jam-jam rawan, saat warga lainnya terlelap dalam suka cita hari raya.”
Uniknya, tugas dr. Yanti tidak berakhir saat opor ayam habis di meja makan. Perjuangan sesungguhnya justru berlanjut pada pengawalan arus balik.
”Misi kami tidak terputus. Setelah memastikan mereka sampai dengan senyum, kami bertanggung jawab mengawal mereka kembali ke perantauan dalam kondisi prima. Stamina pemudik saat arus balik sering kali lebih rentan, dan di sanalah kami tetap berdiri tegak,” tambahnya.
Kota Payakumbuh kini telah siap sepenuhnya. Lewat tangan dingin dr. Yanti dan dedikasi seluruh tim medis, kota ini mengirimkan pesan kuat kepada para perantau: “Pulanglah dengan tenang, karena kesehatanmu adalah prioritas yang tak pernah mengenal kata libur.” (Benpi)