Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangOpini

Perlukah Indonesia Memiliki Angkatan Siber sebagai Matra Keempat TNI?

by Ruang Politik
in RuangOpini
451 5
0
Ilustrasi Matra Siber TNI/Repro

Ilustrasi Matra Siber TNI/Repro

488
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Rahadian Diffaul Barraq Suwartono

RUANGPOLITIK.COM – Indonesia masih rentan terhadap serangan siber pada dimensi keamanan. Jadi, usulan pembentukan Angkatan Siber bisa diterima nalar. Namun, usulan ini harus ditinjau secara komprehensif.

RelatedPosts

Nana Supiana, Pejabat Gagal Yang Ngotot Jadi Sekda! Mahasiswa Akan Kepung Kemendagri!

PJ. Sekda Banten Tidak Layak Definitif: Relawan Gubernur Terpilih Turun ke Jalan

PJ Gubernur Banten Main Licik! Jelang Angkat Kaki, Masih Berani Merusak Birokrasi?

Komisi I DPR mengusulkan pembentukan Angkatan Siber sebagai matra keempat Tentara Nasional Indonesia pada 14 Agustus 2023.

Pembentukan Angkatan Siber diproyeksikan untuk memperkuat pertahanan nasional dan mendukung tiga matra yang sudah ada sebelumnya, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Menurut DPR, keberadaan Angkatan Siber sudah lazim di negara-negara tetangga, seperti Singapura.

Usulan DPR ini berawal dari gagasan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto.

Menurut Andi, diperlukan evolusi di ranah pertahanan siber. Saat ini, ancaman serangan siber semakin tinggi, dibuktikan dengan beberapa kali serangan peretasan yang terjadi di laman dan situs pemerintah belakangan.

Selain AD, AU dan AL, Lemhannas mengusulkan Indonesia memiliki matra baru, yakni Angkatan Siber! Kamu setuju nggak nih? Seberapa penting kita memiliki Angkatan Siber? Bukankah selama ini sudah ada Satuan Siber TNI?

Usulan ini awalnya dilontarkan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto.

Andi menyebut kerawanan siber dan serangan siber di Indonesia terus meningkat. Per Senin (07/08/2023) Indonesia mengalami 2.200 serangan siber anomali setiap satu menit. Bahkan sepanjang tahun 2022, Indonesia itu mendeteksi 1,2 miliar serangan siber.

Ia lantas menyebut bahwa Indonesia paling tertinggal dalam keamanan siber, dibanding negara ASEAN lain. Ia membandingkan Angkatan Siber yang telah dibentuk oleh Singapur tahun 2022 telah memiliki 3000 pasukan.

Dengan kian pesatnya digitalisasi, ruang siber memang menjadi medan pertempuran baru yang tidak kelihatan. Dampaknya bisa merembet ke aspek lainnya.

Tak hanya Angkatan Siber, menurut Andi, pertahanan juga harus dilengkapi dengan regulasi yang menurutnya “bolong-bolong”. Praktis Indonesia hanya memiliki UU ITE sebagai regulasi yang mengatur interaksi siber.

Masalah keamanan siber apa yang menurutmu perlu dilindungi ke depannya? Apakah dibentuknya matra keempat Angkatan Siber dapat menjadi salah satu solusi? Apa dampaknya terhadap aktivitas siber kita sehari-hari?

Selain itu, bagaimana pembiayaan Angkatan Siber ke depannya? Apa batasan tupoksinya dibanding angkatan lainnya? Siapa yang kredibel bergabung ke dalamnya: TNI atau pakar/praktisi digital?

Lalu bagaimana posisinya dengan BSSN & Direktorat Polri Tindak Pidana Siber?…

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

 

Tags: Matra TNIOpiniSiber
Previous Post

Di Depan Prabowo, Telunjuk Pak Jokowi Mengarah ke Ganjar

Next Post

Kredibilitas Media dalam Menyambut Pemilu 2024

Ruang Politik

Next Post
Ilustrasi Media Cetak/Ist

Kredibilitas Media dalam Menyambut Pemilu 2024

Recommended

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

2 minggu ago

Trending

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Antoni, S.Pd., M.Pd.T: Pendidik Visioner Menuju Payakumbuh Kota Pendidikan yang Cerdas, Religius dan Unggul

Antoni, S.Pd., M.Pd.T: Pendidik Visioner Menuju Payakumbuh Kota Pendidikan yang Cerdas, Religius dan Unggul

4 bulan ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election