Indrawan menerangkan, polisi memeriksa dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi termasuk istri korban
RUANGPOLITIK.COM —Polres Kubu Raya mengungkap hasil penyelidikan kasus bunuh diri mantan Ketua Golkar Kubu Raya, M Iqbal Zafarullah. Iqbal melompat ke Sungai Kapuas di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (14/5/2023).
Kasatreskrim Polres Kubu Raya, Iptu Indrawan menerangkan, korban didiagnosa mengalami skizofrenia dan stres berat. Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan yang sempat dilakukan oleh korban ke dokter di Rumah Sakit Anugerah Bunda Khatulistiwa (ABK), Kota Pontianak.
“Menurut keterangan temannya, Zulluthfi yang berkomunikasi dengan dokter pada saat korban dibawa ke rumah sakit, bahwa korban kemungkinan menderita skizofrenia,” katanya dalam pers rilis, Senin (5/6/2023) sore.
Indrawan menerangkan, polisi memeriksa dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi termasuk istri korban.
Berdasarkan keterangan istri, korban dalam satu minggu sebelum kejadian bertingkah laku aneh dari biasanya.
“Korban sering merasa cemas dan ketakutan yang sangat akut,” ujarnya.
Korban pun kemudian dibawa ke RS ABK untuk menjalani pemeriksaan medis terkait hal tersebut pada 13 Mei 2023. Korban saat itu ditemani oleh rekannya, Zulluthfi. Saat dibawa, korban dalam keadaan lemas dan tampak sakit.
“Hasil pemeriksaan dokter pada hari sabtu mengatakan jika korban saat itu mengalami demam, stres berat, dan sangat butuh istirahat. Dan saat itu diberikan obat untuk hasil pemeriksaan tersebut,” jelas Indrawan.
Indrawan menerangkan, pada hari kejadian 14 Mei 2023, sebelum korban berangkat ke kantor DPD Golkar bersama istri, Iqbal tidak mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Menurut istrinya, korban sudah minum obat tersebut pada subuh sekitar pukul 04.00 WIB.
“Dari hasil visum korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” katanya.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa obat-obatan yang dikonsumsi oleh Iqbal Zafarullah yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Polisi juga mengamankan pakaian seragam Golkar yang dikenakan saat bunuh diri, sepatu, handphone serta uang tunai.
Indrawan menegaskan, kasus ini murni bunuh diri yang dilatarbelakangi oleh permasalahan kesehatan mental yakni stres berat hingga skizofrenia yang diderita oleh korban. Tidak ada unsur pengancaman serta dorongan permasalah politik di tubuh Parpol yang dinakhodai korban.
“Kami memeriksa HP korban dan tidak ada chat mengandung unsur-unsur pengancaman. Hanya memang mengalami kecemasan. Sampai sekarang tidak ada (permasalahan politik)” pungkasnya.
Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)