Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangPemilu

Tidak Kunjung Deklarasi Bersama, Ada Apa Dengan Koalisi Perubahan?

by Rupol
in RuangPemilu
480 5
0
519
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM – Kesolidan Koalisi Perubahan yang dibangun oleh Partai NasDem, Demokrat dan PKS mulai mendapat keraguan, karena tidak kunjung melaksanakan deklarasi bersama pencapresan Anies Baswedan.

Ketiga partai tersebut sudah menyatakan calon presiden mereka Anies Baswedan, namun pernyataan itu terkesan hanya untuk mengejar suara pemilih dari kalangan oposisi pemerintah, bukan benar-benar untuk mengusung capres.

RelatedPosts

Open Turnamen Bulutangkis Parmato Alam PB Merpati CUP 2024 Sukses Digelar

Perjalanan Sang Pemimpin YB.Dt. Parmato Alam Saat Menyambangi Masyarakat Payakumbuh

Mencari Sosok Ideal Untuk Payakumbuh” YB. Dt. Parmato Alam Tampil Gemilang

Pengamat Politik Dr Sholeh Basyari melihat ada keraguan dari partai-partai tersebut, terutama tentang status Anies Baswedan di kasus Formula E.

“Sebenarnya ini sangat sederhana ketika NasDem, Demokrat dan PKS sudah sepakat untuk Anies. Tentukan jadwal dan deklarasi bersama, sesederhana itu. Sisanya tinggal berkampanye secara masif. Tapi kenyataannya, malah masing-masing partai berkomunikasi lagi dengan partai lain,” ujarnya ketika berbincang dengan RuPol di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (14/02/2023).

Direktur Eksekutif Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) itu, merasakan keraguan ketiga partai semakin terlihat sejak adanya pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketum NasDem Surya Paloh beberapa waktu lalu.

“Setelah pertemuan ‘sakral’ itu, peta politik jelas berubah. NasDem tiba-tiba membangun komunikasi dengan Golkar, Golkar juga bertemu PKB. Begitu juga PKS, langsung bertemu Golkar. Saya melihat ada pesan penting dari Jokowi ke SP (Surya Paloh) dan pastinya ini terkait Anies,” terang Sholeh.

Lanjut Sholeh, pesan penting dari Jokowi itu bisa jadi soal perkembangan kasus Formula E, yang menyeret nama Anies Baswedan. Karena sebagai bagian dari koalisi pemerintah, Jokowi pasti memberikan perhatian terhadap NasDem.

“Kalau ‘feeling’ saya, Jokowi mengingatkan tentang Formula E. Karena tentunya Jokowi tidak ingin NasDem terjebak, apalagi hubungannya dengan SP sangat dekat. Jokowi merasa berkewajiban menyelamatkan partai pendukungnya itu,” terang Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Sinyal itu juga tertangkap oleh Demokrat dan PKS, namun mereka tidak ingin melepaskan kesempatan untuk mendapatkan dampak elektoral suara dari kalangan oposisi. Kedua partai itu buru-buru untuk mendeklarasikan Anies, namun terkesan tanpa koordinasi.

“Itulah lucunya, Demokrat dan PKS terlihat terburu-buru bahkan ada yang deklarasi di bandara. Masak deklarasi capres hanya di bandara, kan seperti tidak serius. Suara oposisi itu ada sekitar 35-40 persen, itulah sasaran mereka. Jadi tidak benar-benar untuk mencapreskan Pak Anies. Saya lihatnya seperti itu,” sambung Sholeh.

Dengan menyatakan dukungan ke Anies secepatnya, baik NasDem, Demokrat maupun PKS berharap menjadi pilihan bagi suara kalangan oposisi oada pemilu nanti.

“Saat ini Pak Anies kan menjadi simbol dari oposisi, maka suara itulah yang diperebutkan. Jika suara itu sampai 40 persen dibagi 3 partai saja. Sangat besarlah, dibanding dengan suara pendukung pemerintah yang diperebutkan banyak partai. Jadi bagi NasDem, Demokrat dan PKS jelas itu peluang untuk menjadi partai besar,” pungkasnya. (ASY)

Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)

Tags: Anies BaswedanDemokratKoalisi PerubahanNasdemPKS
Previous Post

Posting Video Berlari Kejar Kereta, Ganjar Pranowo Dikuliti Netizen

Next Post

Tangis Ibu Yoshua Iringi Vonis Mati Sambo dan 20 Tahun Bui bagi Putri

Rupol

Next Post
Ibu mendiang Brigadir J, Rosti Simanjuntak histeris mendengar vonis hukuman mati Ferdy Sambo/Antara

Tangis Ibu Yoshua Iringi Vonis Mati Sambo dan 20 Tahun Bui bagi Putri

Recommended

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

2 minggu ago

Trending

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

2 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

4 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election