Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Ujang Komarudin: Kita Harus Hormati Proses Hukum, DKPP Harus Tegas Menindaklanjuti

by Rupol
in Nasional
438 14
0
483
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah membalas surat somasi yang sebelumnya dilayangkan oleh dua firma hukum yang mewakili Koalisi Masyarakat Sipil.

Diketahui sebelumnya, somasi tersebut berkaitan dengan dugaan dugaan kecurangan, manipulasi data, dan pelanggaran hukum dalam proses verifikasi faktual partai politik untuk Pemilu 2024 oleh KPU.

RelatedPosts

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Menanggapi indikasi kecurangan yang dilakukan secara massive dan terstruktur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menurut pengamat politik Ujang Komarudin saat dihubungi RuPol, Senin (19/12) ini butuh pendalaman yang serius dan hati-hati ungkapnya.

“Jika ini benar terjadi maka yang berhak memberikan sanksi adalah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) sesuai dengan amanat undang-undang. Kecuali ada unsur pidana didalamnya baru berbeda keputusannya,” jelas Ujang.

Karena itu, dosen di Universitas Al-Azhar Indonesia ini menilai ada pelanggaran kode etik yang terjadinya jika ini benar terjadi di lapangan sesuai dengan fakta yang akan dibawa ke persidangan.

“Ini unsurnya pelanggaran kode etik ketika proses verifikasi. Maka harus dibuktikan ketika ada instruksi yang nyata dari KPU Pusat ke Propinsi dan kota, apakah benar ada atau tidak. Harus dibuktikan secara objektif oleh penggugat. Ini nanti yang akan terkuak dalam fakta persidangan. Bukti-bukti harus kuat,” jelasnya.

Karena ini adalah persoalan yang berat dan menghadapi kekuasaan, maka Ujang mengimbau agar DKPP berani bersikap tegas.

“DKPP harus berani memutuskan jangan takut kekuasaan,” tegasnya.

Namun Ujang menyarankan, untuk pembuktian praktek kecurangan itu pastinya tidak mudah, harus cukup alat bukti dan saksi untuk membuka kebenaran tersebut.

“Dalam sidang DKPP prosesnya nanti seperti apa? Ada perintah meloloskan parpol tertentu atau tidak? Jika tidak ada kecurangan clear. Tapi jika KPU curang maka ini akan merepotkan. KPU dianggap tidak kredibel, akurat dan profesional,” ulasnya.

Terkait kepercayaan publik sendiri ke KPU, Ujang menilai disinilah kredibilitas KPU akan dipertaruhkan.

“Kepercayaan publik ke KPU akan rendah dan ini berbahaya ini terkait dgn lembaga negara yang harus netral, profesional
nilai independensi,” ungkapnya.

Namun, ia enggan mendahului kewenangan DKPP terkait sanksi apa yang akan diberikan jika hal tersebut benar terbukti.

“Kita tidak tahu sanksinya apa dari DKPP, soal sanksi jika pelanggaran terjadi dari pengalaman sebelumnya, biasanya ada petugas yang dipecat. Apa yang akan dilakukan di DKPP tergantung sidang dari keputusannya. Kita tunggu saja proses yang belum terjadi,” jelasnya.

Ujang menilai rakyat pastinya menginginkan Pemilu yang berintegritas, jujur, rahasia dan proses demokrasi yang transparan dari KPU sebagai lembaga negara yang sangat dipercayai oleh publik.

Namun jika indikasi hasilnya nanti kuat dengan hasil kecurangan akan menggerus pemilu. Jadi pemilu yang memiliki legitimasi yang rendah. Untuk itu transparansi penting, proses pemilu penting, proses seleksi kepempimpinan penting. Karena kepercayaan publik adanya kejujuran, keadilan, tidak ada kecurangan demi menjaga demokrasi.

“Jika KPU curang, maka akan menghasilkan pemimpin yang rusak. Dan semua bentuk kecurangan akan menghasilkan pemimpin yang curang juga,” pungkasnya. (IY)

Editor: Ivo Yasmiati

Previous Post

Jawab Surat Somasi, KPU: Tidak Ada Intervensi dari Pusat ke Daerah

Next Post

KPU Akan Digugat, HenSat: Kita Tunggu Saja ICW dan Komentar dari KPU…

Rupol

Next Post
KPU Akan Digugat, HenSat: Kita Tunggu Saja ICW dan Komentar dari KPU…

KPU Akan Digugat, HenSat: Kita Tunggu Saja ICW dan Komentar dari KPU...

Recommended

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

2 minggu ago

Trending

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

4 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election