RUANGPOLITIK.COM — Sebelumnya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan jika koalisi partai politik sebelum pendaftaran resmi ke KPU akan mudah mengalami perubahan.
PPP merespons pernyataan Ketua Umum (Ketum) PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut koalisi saat ini masih rawan berubah atau bubar.
Hal ini direspon oleh PPP melalui Ketua DPP PPP Achmad Baidowi.
“Ya paling koalisi Cak Imin dengan Gerindra yang bubar,” kata Awiek kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (12/12).
Cak Imin mengatakan hingga saat ini setiap koalisi yang terbentuk masih bersifat dinamis. Dia menyebut finalnya susunan koalisi akan terlihat di KPU.
“Semua koalisi sebelum janur melengkung tanggal 25 September ya semuanya masih rawan. Yang disebut koalisi sesungguhnya adalah nanti ketika sama-sama mendaftar ke KPU, sehingga sampai pendaftaran di KPU terakhir pendaftaran maka belum bisa final,” ujarnya.
Pria yang biasa dipanggil Awiek ini meminta Cak Imin tak mengajak koalisi lain agar bubar.
“Ya kalau koalisinya yang mau bubar jangan ngajak orang lain bubar, dong. Ha-ha-ha…,” katanya.
Awiek menegaskan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PPP, dan PAN sudah berkomitmen sejak awal. Menurutnya, sejauh ini KIB masih terus melakukan pertemuan-pertemuan lanjutan terkait pemantapan poros koalisi.
“Kalau KIB kan sudah dari awal pertama kali sudah membentuk komitmen dan sudah kita deklarasi,” kata Awiek.
“Bahkan pertemuan-pertemuan lanjutan terus kita lakukan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Cak Imin menyebut partainya terus mematangkan koalisi dengan Gerindra. Cak Imin mengaku PKB juga tengah merayu partai lainnya bergabung ke koalisi.
Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)