RUANGPOLITIK.COM — Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali menegaskan bahwa Koalisi Perubahan tidak akan bergantung terhadap manuver politik partai lain, termasuk PDIP. Terutama dalam penentuan cawpres Anies Baswedan, yang menurutnya Koalisi Perubahan bebas dari intervensi parpol manapun.
Dia mengatakan Koalisi Perubahan saat ini hanya tinggal menunggu momentum yang pas untuk melakukan deklarasi.
“Kita tidak tergantung dengan partai lain. Kita hanya menunggu waktu yang pas untuk mengumumkan itu,” katanya saat dihubungi, Senin (12/12).
Menurut Ali tidak ada siapapun yang ahli di dalam berpolitik. Semua orang akan bersiasat mengatur strategi yang tepat untuk memenangkan kontestasi.
“Politik itu tidak ada yang jago dalam istilah ahli politik. Sehingga semua orang pasti bersiasat mengatur strategi satu dengan yang lain,” katanya.
Ali juga menegaskan bahwa saat ini komunikasi yang terjalin di Koalisi Perubahan sudah semakin intens.
Dia juga memastikan bahwa 99 persen koalisi ini akan terbentuk sebagai kendaraan Anies Baswedan maju capres 2024. Tidak hanya itu, Ali menyakini bahwa Anies Baswedan akan menjadi capres 2024 meskipun arah koalisi belum terbentuk.
Kemudian perihal cawapres, Ali menegaskan bahwa eks Gubernur DKI Jakarta itu sudah mengantongi nama yang terbaik.
“Kalau cawapres pastilah mas Anies pasti punya calon terbaik insyallah bisa membawa Indonesia menjadi lebih berkeadilan,” pungkasnya.
Sementara itu menurut juru bicara PKS Muhammad Kholid, PKS punya prinsip jelas soal pasangan Anies Baswedan di Pilpres nanti.
“Kami punya prinsip, capres-cawapres harus punya kesamaaan pikiran, pandangan untuk bangsa ke depan. Indikator bukan sekadar kapasitas untuk sekadar menang, tapi kapasitas untuk menyatukan, kami ambil titik temu,” katanya.
Lantas, ia cerita soal simulasi kemenangan di Pilpres 2024.
“Dalam tahapan simulasi kami rundingkan terbaik bangsa. Nanti soal kapasitas, kita punya bobot masing-masing. Dalam bangun titik temu, kita tak bisa pakai harga mati, tapi harga hidup,” ujarnya.
“Dalam hal ini, baik PKS, Demokrat dan Nasdem sudah dewasa dan terbuka. Kami tidak sama-sama ngotot. Tapi politik kebangsaan di atas politik partai,” tuturnya. (FSL)
Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)