• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
02 - 07 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Zulhas Kenang Pembentukan KIB, Airlangga 4 Kali Menolak

by Rupol
in Nasional
419 32
0
482
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Pembentukan koalisi tiga partai besar yakni Golkar, PAN dan PPP merupakan satu poros kekuatan di pilpres 2024 yang dapat mengguncang posisi Anies Baswedan sebagai capres populer saat ini.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) blak-blakan mengenai asal pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas partainya, Partai Golkar dan PPP.

RelatedPosts

Yasonna Laoly Ajak Mahasiswa Kawal Revisi UU HAM

Dikunjungi Gubernur ASR di Madinah, Jamaah Haji Berterima Kasih pada Gubernur

Marinus Gea Dorong Penguatan Sistem Check and Balance dalam Program MBG

Zulhas mengungkapkan kala itu Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Suharso Monoarfa–mantan Ketum PPP–yang menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju baru melapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah KIB terbentuk.

Mulanya, Zulhas menceritakan Airlangga sempat tak merespons ajakan dirinya untuk berkoalisi pada Pemilu 2024. Zulhas bahkan telah bertemu dengan Airlangga hingga empat kali namun belum membuahkan hasil.

“Saya ketemu Pak Airlangga tiga kali, saya ajak beliau belum mau, bukan tidak mau, tidak merespons, ketemu empat kali makan bareng saya diajak makan ramai-ramai saya bertiga,” kata Zulhas Minggu (13/11).

Kemudian, di pertemuan kelima, barulah Airlangga mau diajak gabung berkoalisi bersama PAN. Kepada Airlangga, Zulhas menyebut Golkar merupakan partai yang memiliki kekuatan besar.

“Nah ketemu lima kali baru jadi. Saya bilang, ‘Pak, Bapak partai besar bisa lebih besar, lebih kuat, saya juga gitu, kalau kita bareng-bareng gitu’. Jadi berdua nih,” ungkap Zulhas.

Zulhas lalu menawari Airlangga untuk mengajak PPP gabung bersama Golkar dan PAN. Zulhas dan Airlangga pun lalu menelepon Suharso.

“Gimana kalau kita berdua nih, gimana kalau kita berdua kayaknya kurang seru. Tambah lagi, nah gimana Pak Harso. Telepon Pak Harso, Pak Airlangga telepon, saya juga telepon,” ungkap Zulhas.

Zulhas menyebut Suharso awalnya juga menolak ajakan koalisi ini. Namun, di tengah perjalanan, barulah Suharso mau gabung koalisi bareng Golkar dan PAN.

“Sudah telepon, Pak Harso bilang ‘Wah nggak, saya sudah sama..’ sudah dah, kalau kita saya bilang ya situ kalau cuma ikut silakan, kalau di sini setara, founder. Nah akhirnya mau tuh, sudah ya, sudah oke bareng-bareng gitu,” ujarnya.

Pertemuan pertama para ketum itu pun dimulai di rumah makan padang. Di sinilah, Zulhas mulai menyinggung apakah Airlangga dan Suharso sudah lapor ke Presiden Jokowi terkait koalisi yang diberi nama KIB itu.

“Nah jadi habis gitu kita pertemuan pertama tuh di rumah makan padang, saya tanya ‘Eh kalian berdua kan’ saya waktu itu belum menteri ya, sudah sudah, belum kayaknya, belum,” katanya.

Rupanya, mereka belum melapor ke Jokowi saat KIB dibentuk. Setelah KIB dibentuk, kata Zulhas, Airlangga dan Suharso barulah masing-masing melapor ke Jokowi.

“Saya tanya begini, ‘Eh nu Pak Airlangga kan menteri, menko, Pak Harso menteri, sudah lapor presiden belum’. ‘Belum nanti aja kalau sudah selesai baru kita lapor’. ‘Lho kalau begitu, ya kalau sekarang nggak boleh gimana’. Jadi kalau dengar cerita itu gimana, wong Pak Jokowi aja tidak tahu, belum dilaporin, setelah selesai baru lapor. Kita mengumumkan baru masing-masing cari waktu lapor gitu,” pungkasnya.

Editor: Ivo Yasmiati

 

Previous Post

PPP: Projo itu Bukan Parpol, tak Bisa Usung Capres

Next Post

Willy Aditya: NasDem Optimis Satu Komando Hadapi Pilpres 2024

Rupol

Next Post
Willy Aditya: NasDem Optimis Satu Komando Hadapi Pilpres 2024

Willy Aditya: NasDem Optimis Satu Komando Hadapi Pilpres 2024

Recommended

Yasonna Laoly Ajak Mahasiswa Kawal Revisi UU HAM

Yasonna Laoly Ajak Mahasiswa Kawal Revisi UU HAM

1 hari ago
FORKI Limapuluh Kota Gelar Kejurwil Forki Open se Sumatera 2026

FORKI Limapuluh Kota Gelar Kejurwil Forki Open se Sumatera 2026

1 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive