Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Megawati dalam Kudeta Oligarki, INSIS: Mereka Akan Memaksa PDIP Menerima Ganjar

by Rupol
in Nasional
450 14
0
496
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai satu-satunya parpol yang memiliki golden ticket untuk mengajukan capresnya sendiri, PDIP memiliki magnitude di mata kelompok oligarki di negeri ini,”

RUANGPOLITIK.COM — Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (INSIS) Dian Permata, menilai dibalik dinamika penetapan nama-nama capres yang terlihat sebagai proses politik yang wajar dan prosedural ada kuasa tersembunyi kelompok oligarki yang berupaya mengendalikan situasi sesuai political interest-nya.

Desakan kelompok oligarki ini mulai terlihat pada PDIP. Bahkan, mulai terlihat indikasi-indikasi politik yang berupaya mengkudeta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam hal kuasa menentukan atau pengusungan capres.

“Sebagai satu-satunya parpol yang memiliki golden ticket untuk mengajukan capresnya sendiri, PDIP memiliki magnitude di mata kelompok oligarki di negeri ini,” kata Dian Permata.

RelatedPosts

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Dalam konteks Indonesia, dijelaskan yang juga anggota Tim Pakar Pemerintah UU 7/2017 itu,  kelompok oligarki identik dengan para aktor yang memiliki kekuatan ekonomi serta politik yang bisa diarahkan untuk kepentingan tertentu. Aspek paling menentukan dalam Pilpres 2024 tak lain adalah penetapan nama capres dan cawapres.

Kelompok oligarki dipastikan berkepentingan kuat dalam proses tersebut. Sebisa mungkin capres dan cawapres yang didukung oleh kelompok oligarki berpotensi menang. Sebab dengan begitu, kombinasi kekuatan ekonomi dan politik tetap bisa dimainkan dalam jangka panjang.

Baca juga:

Puan-dinilai-mampu-persatukan-bangsa-daripada-ganjar

Harus diakui, kelompok oligarki ini merupakan para aktor atau kelompok elit memiliki banyak pundi-pundi kekayaan. Kelompok ini terus bisa eksis serta tetap mampu bertahan dalam setiap keadaan karena ditopang oleh relasi sosial. Relasi kapital menjadi aspek paling dominan yang menjadikan kelompok ini terus bertahan. Tidak mengherankan, situasi ini membuat para konglomerat punya ruang lebih besar untuk bertahan dan memperluas jejaring ekonominya dengan memanfaatkan instrumen-instrumen politik” ujar akademisi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta itu.

Dian mengatakan di luar kekuatan konglomerasi yang berupaya mengendalikan keputusan politik, kelompok oligarki juga tercermin dari adanya pengusaha yang bergabung dengan partai politik dan kemudian menjadi anggota DPR. Para pengusaha ini mengikuti prosedur yang baku dan parpol juga diuntungkan dengan adanya para pengusaha ini. Sebab, sumber daya finansial untuk kerja-kerja politik bisa tercukupi.

Mengutip penjelasan Winters pada 2014, oligarki adalah aktor yang diberdayakan oleh kekayaaan. Kekayaan dinilai paling serba-guna yakni mudah diubah menjadi bentuk kekuasan lain. Masih menurut Winters, oligarki berbeda dari kaum elit yang menggunakan pengaruh minoritas mereka  berdasarkan sumber daya kekuasaan non-material. Yang jelas, aktor oligark yang dimaksud Winters adalah mereka yang hanya memiliki sumber daya material.

Secara teknis, dibeberkan Dian, praktik-praktik oligarki bisa diterapkan di semua level pemilihan kepala pemerintahan. Mulai dari pemilihan kepala daerah, bupati atau walikota, hingga gubernur. Di setiap level pemilihan tersebut, berkelindan kelompok oligarki yang mendesain agar kandidatnya bisa menang sehingga kepentingan ekonomi mereka terlindungi. Pun dalam Pilpres 2024 ini. Kelompok oligarki sudah punya kandidat yang dirancang untuk bisa mendapatkan dukungan dari parpol-parpol bersuara besar.

Oleh karena itu, menurut Dian, situasi pelik kini sedang dihadapi Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum PDIP. Sikap Megawati yang cenderung diam dan minim komentar seputar pencapresan kian mendorong kelompok oligarki untuk cawe-cawe lebih dalam proses itu.

Harapannya, jagoan merekalah yang dimajukan oleh partai tersebut. Megawati beserta seluruh fungsionaris PDIP tentu memiliki kalkulasi politik yang berbasis pada referensi politik dan pengalamannya di masa lampau.

“Sebagai satu-satunya parpol yang memiliki presidential threshold, Megawati diharuskan menghitung sejumlah aspek sekaligus. Pertama, peluang capres dan cawapres dalam memenangkan Pilpres 2024. Kedua, menjaga kaderisasi dan disiplin PDIP. Ketiga, memastikan kelangsungan kepemimpinan di internal PDIP. Keempat, mengamankan posisi politik Megawati dan keluarganya sebagai pemegang klaim pewaris Soekarno”.

Ditambahkan Dian, saat ini, PDIP bisa diibaratkan dengan emas yang sangat berkilau jelang Pilpres 2024. Mengamankan empat aspek sekaligus membutuhkan kalkulasi politik dengan membaca serangkaian kemungkinan yang bakal terjadi. Politik elektoral mengharuskan adanya modal. Di sinilah para aktor oligarki bergerak dan memainkan posisi tawarnya.

Karenanya, tak mengherankan, apabila pencapresan Ganjar melalui kuasa pencapresan yang menggunakan tangan relawan diidentifikasi sebagai bagian dari kekuatan oligarki.

“Dimana mereka akan memaksa PDIP menerima Ganjar sebagai capres dari PDIP. Bila itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan akan mengambil alih posisi Ketum PDIP” ujarnya.(Syf)

Editor: Syafri Ario
(Rupol)

Tags: INSIS: Mereka Akan Memaksa PDIP Menerima GanjarMegawati dalam Dikudeta Oligarki
Previous Post

Gawat! China Disebut Membuka Kantor Polisi Ilegal di Berbagai Negara

Next Post

Jokowi Kecewa dengan Surya Paloh, Dua Menteri Diprediksi Lengser

Rupol

Next Post
Jokowi Kecewa dengan Surya Paloh, Dua Menteri Diprediksi Lengser

Jokowi Kecewa dengan Surya Paloh, Dua Menteri Diprediksi Lengser

Recommended

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

2 minggu ago

Trending

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

Tingkatkan Kompetensi Pendidikan, Pemko Payakumbuh Dukung Penuh HIMPAUDI

2 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago

Popular

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

Memperkokoh Kekuatan di Limapuluh Kota, Mantan Kader Golkar ini, Bergabung Bersama NasDem

2 minggu ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

3 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Foto Erick Thohir

Foto Erick Thohir Keturunan Tionghoa Tersebar, Lukman Edy: Benar, Tapi Isi Narasi Fitnah

4 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election