• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
28 - 09 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangIlmu

Berbeda Penetapan Idul Adha dengan Muhammadiyah, PBNU: Perbedaan Harus Dihormati

by Ruang Politik
in RuangIlmu
433 9
0
Ilustrasi Ramadan /Ist

Ilustrasi Ramadan /Ist

473
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU KH Zulfa Mustofa mengatakan, perbedaan penetapan Hari Raya Idul Adha antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan perbedaan yang harus dihormati.

“Perbedaan penetapan awal Idul Fitri, awal Syawal dan Idul Adha adalah perbedaan yg harus dihormati,” kata Zulfa kepada awak media, (30/6/2022).

RelatedPosts

itel POWER 80 Diuji di Gunung Halimun Bersama Wanadri, Andalkan Ketahanan dan Ultra Link

Senam Zumba Menambah Kebugaran Fisik dan Mental

Terapi Sengat Lebah Efektif Obati Berbagai Penyakit

Ia menyebutkan perbedaan tanggal tersebut terjadi karena perbedaan metode penetapan yang dilakukan oleh NU dan Muhammadiyah.

“Disebabkan perbedaan metode penetapan, Muhammadiyah menggunakan standar hisab wujudul hilal dan NU menggunakan metode imkanur rukya,” ujarnya.

Menurutnya, dalam hal ini, umat Islam harus belajar untuk menghargai perbedaan sama seperti yang terjadi pada jumlah rakaat salat tarawih antara NU dan Muhammadiyah.

“Umat islam harus diajarkan menghargai perbedaan ini, sama seperti perbedaan rakaat salat tarawih. NU berpendapat 23 rakaat dengan witir, sementara Muhammadiyah 11 rokaat,” kata Kiyai Zulfa.

Berita Terkait:
Iduladha Indonesia dengan Arab Saudi Berbeda, Ini Penjelasan PBNU

Hilal Awal Syawal di Indonesia Penuhi Kriteria Baru MABIMS

Hilal Belum Terlihat, Kemungkinan Awal Puasa Minggu 3 April

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1443 H Jatuh pada 2 Mei 2022

PBNU juga turut mengajak umat Islam untuk memperbanyak amal di bulan Zulhijah.

“PBNU mengajak umat islam Indonesia memperbanyak amal sholeh di bulan Zulhijjah, baik sadakah, silaturahim, puasa sunnah khususnya puasa arafah utk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah,” ujar dia.

Sebagai informasi, PBNU telah menetapkan 1 Dzulhijah 1443 Hijriah yang jatuh pada 1 Juli 2022. Hal ini berarti, Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijah 1443 H akan jatuh pada Ahad, 10 Juli 2022.

Keputusan tersebut dituangkan dalam surat resmi PBNU yang ditandatangani oleh Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Katib Aam Ahmad Said Asrori, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf.

Untuk diketahui pula, mulai tahun 2022 ini Lembaga Falakiyah PBNU menerapkan kriteria Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU) baru dalam menentukan kriteria hilal. Kriteria tersebut meliputi tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Hasil penetapan ini berbeda dengan Muhammadiyah yang telah menetapkan 10 Zulhijah 1443 H atau Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Sabtu (9/7/2022). (AP)

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: Idul AdhaMUPBNURuang Politik
Previous Post

Putin Sampaikan Perkembangan Terkait Ukraina ke Presiden Jokowi

Next Post

Empat Ketentuan dalam Penyembelihan Hewan Kurban

Ruang Politik

Next Post
Empat Ketentuan dalam Penyembelihan Hewan Kurban/Ist

Empat Ketentuan dalam Penyembelihan Hewan Kurban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Aspon Dodi Kembali Memimpin PWI Payakumbuh-Lima Puluh Kota, Setelah Meraih Suara Terbanyak

Aspon Dodi Kembali Memimpin PWI Payakumbuh-Lima Puluh Kota, Setelah Meraih Suara Terbanyak

7 jam ago
KRL Green Line Rangkasbitung Makin Padat, Sofwan Dedy Desak Infrastruktur Diperkuat

KRL Green Line Rangkasbitung Makin Padat, Sofwan Dedy Desak Infrastruktur Diperkuat

1 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Pengamat: Impor Beras Rugikan Petani, Padahal Indonesia Surplus Beras

Pengamat: Impor Beras Rugikan Petani, Padahal Indonesia Surplus Beras

4 tahun ago

Popular

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Anak-anak penyiram makam yang lazim ditemui saat ziarah Ramadan di TPU Tegal Alur Kalideres, Jakarta/Antara

Doa dan Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua, Bolehkah Menyiram Air di Atas Kuburan?

3 tahun ago
Zakka Arafah Harapan Masyarakat, Caleg DPRD Dapil Payakumbuh Utara dan Latina

Zakka Arafah Harapan Masyarakat, Caleg DPRD Dapil Payakumbuh Utara dan Latina

3 tahun ago
Tragedi Virgo Transport 8, Legislator PDIP Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor

Tragedi Virgo Transport 8, Legislator PDIP Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor

2 minggu ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive