• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
10 - 06 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home RuangOpini

Calon Kepala Daerah Berorientasi Bisnis

by Rupol
in RuangOpini
450 23
0
506
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Syafri Ario, S. Hum

Sejak era reformasi mulai dari tahun 1999 hingga saat ini, otonomi daerah dengan azas desentralisasi terus disempurnakan penerapannya demi peningkatan keesejahteraan masyarakat. Persentase urusan pemerintahan semakin banyak yang diserahkan ke daerah sehingga kepala daerah dituntut untuk mampu meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

RelatedPosts

Nana Supiana, Pejabat Gagal Yang Ngotot Jadi Sekda! Mahasiswa Akan Kepung Kemendagri!

PJ. Sekda Banten Tidak Layak Definitif: Relawan Gubernur Terpilih Turun ke Jalan

PJ Gubernur Banten Main Licik! Jelang Angkat Kaki, Masih Berani Merusak Birokrasi?

Kepala daerah harus benar-benar yang mempunyai konsep yang jelas untuk pembangunan daerah. Jika tidak maka akan hadir kepala daerah yang hanya menghabiskan uang negara. Mengandalkan transfer dari pusat. DAU terkuras hanya untuk menggaji pegawai. Tanpa adanya inovasi untuk meningkatkan PAD.

Kepala daerah tingkat 1 (Provinsi) maupun tingkat 2 (Kabupaten/Kota) dipilih secara demokratis melalui pemilihan langsung. Dalam sistem yang menganut negara kesatuan dengan pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah daerah dan pemerintah pusat berbagi tugas dan kewenangan menyelenggarakan pemerintahan. Sehingga dibutuhkan kepala daerah yang berkompeten dan bermental pengabdian bukan berorientasi bisnis.

Kepala daerah dituntut mampu mengkomunikasikan kepentingan daerah dengan pemerintah pusat. Memahami persoalan daerah dan tahu apa yang dibutuhkan oleh daerah yang dipimpinnnya. Tidak hanya menghabiskan anggaran untuk gaji pegawai dan program-program yang tidak bermanfaat.

Sejak undang-undang no 32 tahun 2004 diberlakukan pemerintah daerah dituntut untuk bisa mengelola keuangan daerahnya seluas-seluasnya demi kepentingan daerahnya sesuai azas otonomi daerah. Kepala daerah yang berorientasi bisnis kerap memanfaatkan kewenangan yang seluas-luasnya itu untuk bisnis pribadi dan kroninya melalui program di pemerintahan daerah.

Berdasarkan data di sejumlah daerah, calon yang mempunyai kemampuan finansial kuat berhasil memenangkan pilkada. Bahkan calon kepala daerah sudah membranding dirinya bermodal puluhan miliar tanpa sadar secara tidak langsung mereka sudah menyatakan akan korupsi jika terpilih.

Data ini mengkhawatirkan bahwa tolak ukur memilih pemimpin saat ini adalah siapa yang mampu menawarkan money politik menjelang pencoblosan. Kemudian tingkat pengenalan masyarakat dan track record para calon biasanya tidak diketahui dengan baik karena pencitraan yang massive dengan berbagai cara.

Semoga kedepan masyarakat semakin cerdas dalam memilih pemimpin. Pemimpin yang mampu menggaransi dirinya tidak akan mengandalkan APBD untuk membangun bisnisnya namun pemimpin yang bercita-cita untuk kesejahteraan masyarakat.

Penulis adalah Alumni UIN Imam Bonjol, Mahasiswa UM Sumbar, Ketua SMSI Payakumbuh-Limapuluh Kota, Sekretaris BPD Nagari Andaleh.

Tags: Calon Kepada Daerah Berorientasi Bisnis
Previous Post

Ketua PWI Tanah Datar Apresiasi Balai Wartawan Luak Limopuluah dan Polres Payakumbuh Mengawal Bantuan Bencana Alam di Sumbar

Next Post

Rangkaian Bhakti Sosial di Maluku dan Maluku Utara Meriahkan HUT ke-67 Kodam XV/Pattimura

Rupol

Next Post
Rangkaian Bhakti Sosial di Maluku dan Maluku Utara Meriahkan HUT ke-67 Kodam XV/Pattimura/Puspen TNI

Rangkaian Bhakti Sosial di Maluku dan Maluku Utara Meriahkan HUT ke-67 Kodam XV/Pattimura

Recommended

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

Legislator PDIP: RUU Polri Harus Mampu Cegah Intervensi Politik dan Kepentingan Oligarki

1 hari ago
Ribuan Persepeda Ikuti Gowes GSA 2026 di Kota Payakumbuh

Ribuan Persepeda Ikuti Gowes GSA 2026 di Kota Payakumbuh

3 hari ago

Trending

Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Usai Kepala BGN Dicopot, DPR PDIP Minta Pengawasan Diperketat dan Jadi Momentum Evaluasi

Usai Kepala BGN Dicopot, DPR PDIP Minta Pengawasan Diperketat dan Jadi Momentum Evaluasi

7 hari ago

Popular

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

CIC Laporkan ke KPK Dugaan Mark Up Proyek Pembangkit Listrik PT. Bumi Siak Pusako

1 tahun ago
Kota Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara/Wikipedia

Menelisik Sejarah Kota Barus, Gerbang Dakwah Islam Pertama di Indonesia

3 tahun ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

3 tahun ago
Kajati DKI Jakarta Redha Mantovani resmikan Mall Pelayanan Pengaduan (MPP)/Ist

Adik Ipar Sufmi Dasco Jadi Jamintel Pengamat: Jangan Jadi Alat Politik

3 tahun ago
Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

3 tahun ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive