Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Apa Penyebab Jabodetabek Masih Diguyur Hujan?

by ruang politik
in Nasional
417 27
0
475
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM-Hujan diprakirakan akan mengguyur kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) paling tidak hingga pekan depan. Ini alasannya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut 51 persen wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau hingga dasarian (10 hari) pertama Juni ini, termasuk Jakarta, Banten, dan sebagian besar Jawa Barat.

RelatedPosts

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

PDIP Sebut RUU Penyiaran Bukan Untuk Bungkam Masyarakat

Namun, BMKG juga memprediksi hujan masih akan membasahi banyak zona musim (ZOM) di Indonesia paling tidak hingga pekan depan.

Plt. Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan dua fenomena atmosfer signifikan memicu hujan di banyak wilayah dalam beberapa hari ke depan, yakni Madden Jullian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby Equator.

“Untuk wilayah Indonesia bagian barat kedua fenomena tersebut cukup berpengaruh meningkatkan hujan hingga periode tanggal 20 Juni 2023,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (16/6/2023).

“Sedangkan untuk wilayah Timur masih cukup berpengaruh hingga sekitar tanggal 25 Juni 2023,” imbuhnya.

Dikutip dari situs BMKG, hujan diperkirakan bakal terjadi hampir seharian di mayoritas wilayah DKI Jakarta, Sabtu (17/6/2023). Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di semua wilayah Jakarta kecuali Kepulauan Seribu.

Siang hari, BMKG memprakirakan wilayah yang tak hujan cuma Jakut dan Kep. Seribu. Pada malam hari, Jakut, Jakpus, dan Jakbar diprediksi masih akan hujan.

Keesokan harinya, hujan diperkirakan masih akan turun pada siang hari di Jakbar, Jaksel, Jaktim.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di sebagian wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore hari,” tulis BMKG dalam kolom Peringatan Dini untuk Sabtu dan Minggu ini.

Fenomena atmosfer aktif

Andri mengatakan fenomena MJO saat ini bergerak dari arah Samudera Hindia ke Samudera Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30 sampai 40 hari.

Selain itu, fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia.

“MJO dan Gelombang Rossby Ekuatorial adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah yang dilewatinya,” jelasnya.

Andri juga menyinggung pengaruh gelombang atmosfer Kelvin Wave yang sedang aktif terutama di tengah dan timur Indonesia, dan pembentukan pola belokan angin dan perlambatan angin “yang turut memicu pertumbuhan awan hujan menjadi cukup signifikan.”

Berikut rincian wilayah yang diprakirakan masih akan dilanda hujan sedang hingga lebat pada hingga Minggu (18/6):

– Aceh
– Sumatra Selatan
– Lampung
– Bengkulu
– Banten
– DKI Jakarta
– Jawa Barat
– Kalimantan Timur
– Sulawesi Utara
– Gorontalo
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Tenggara
– Maluku Utara
– Maluku
– Papua Barat
– Papua

EDITOR: Adi Kurniawan

(RuPol)

Tags: BMKGHujanJabodetabekTwitter
Previous Post

Inilah Wilayah Indonesia yang Sudah Masuk ke Musim Kemarau

Next Post

Kilas Sejarah: Bagaimana Pengakuan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 Mengubah Hubungan dengan Belanda?

ruang politik

Next Post
Presiden Joko Widodo (tengah) dan Raja Belanda Willem Alexander (kedua kiri) didampingi Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti (kiri) melihat keris Pangeran Diponegoro disela kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda tersebut untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia./Ist

Kilas Sejarah: Bagaimana Pengakuan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 Mengubah Hubungan dengan Belanda?

Recommended

Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan UHC Awards 2026

Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan UHC Awards 2026

5 hari ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

6 hari ago

Trending

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Peserta membawa foto-foto Pahlawan Nasional saat Parade Surabaya Juang di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 6 November 2022./Antara

10 Pahlawan yang Dijadikan Nama Jalan di Indonesia

2 tahun ago

Popular

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

6 hari ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

3 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

3 minggu ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

1 bulan ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election