• Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
01 - 04 - 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

PKB Ajak Hindari Politik Identitas yang Bisa Memecah Belah Bangsa

by Ruang Politik
in Nasional
441 9
0
Ilustrasi Politik Identitas/Repro

Ilustrasi Politik Identitas/Repro

481
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hal tersebut disampaikan oleh Daniel usai menghadiri acara diskusi bertajuk ‘Politik Identitas Jelang Pemilu 2024, Efektifkah?’ yang diselenggarakan oleh Badan Persaudaraan Antar Iman (Berani)

RUANGPOLITIK.COM —Jelang Pemilu 2024, politik identitas yang digunakan kelompok tertentu kini menjadi sorotan. Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mendorong masyarakat untuk tidak menggunakan politik identitas yang bisa memecah belah bangsa.

“Selama politik identitas bisa menjadi kekuatan kebangsaan yang merajut persaudaraan yang memperkuat kebhinekaan, saya rasa sah-sah saja. Yang harus kita hindari adalah politik identitas yang memecah belah,” kata Daniel, dilansir Pikiran-rakyat.com dari Antara.

RelatedPosts

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Komitmen Pelayanan, Jasaraharja Putera Serahkan Armada Shuttle untuk ASDP

Mosi Tak Percaya BEM PTMA Indonesia ke Pemerintah

Hal tersebut disampaikan oleh Daniel usai menghadiri acara diskusi bertajuk ‘Politik Identitas Jelang Pemilu 2024, Efektifkah?’ yang diselenggarakan oleh Badan Persaudaraan Antar Iman (Berani).

Menurutnya, ada dua politik identitas yang menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia, yakni PKB dan Nahdlatul Ulama (NU), serta telah menjaga kebinekaan dan persaudaraan antara anak bangsa.

Dalam kesempatan itu, Daniel mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mempolitisasi identitas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Anggota Komisi IV DPR RI itu pun mengingatkan bahwa penting bagi masyarakat memiliki kesadaran untuk menjadi kekuatan perekat meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda.

“Kalau terjadi perpecahan, yang menjadi korban pertama adalah masyarakat, elite politik senang-senang saja,” tuturnya.

Hal serupa juga diutarakan oleh Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Tommy Kurniawan. Menurutnya, politik identitas harus dihapuskan karena berpotensi memecah belah bangsa.

“Politik yang identitas, politik pecah belah, dan juga yang tidak bermanfaat yang bikin ilfeel generasi Z, saya kira harus dihilangkan. Jadi (seharusnya) bagaimana memperbanyak pemikiran, ide dan juga gagasan untuk membangun bangsa dan negara,” ujar Tommy.

Berdasarkan hasil survei dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada tahun 2022 disebutkan bahwa generasi Z dan milenial dengan rentang usia antara 17-39 tahun akan mendominasi Pemilu 2024 di angka 60 persen.

Menurut Tommy, generasi Z cenderung memandang sosok yang visioner dan hebat dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang. Oleh karena itu, dia berharap agar visi-misi serta ide yang membangun Indonesia yang dikedepankan.

“Saya kira kalau mereka (generasi Z) tertarik dengan ide dan konsep itu. Apalagi (kalau) related dengan generasi Z, saya yakin pasti mereka akan berpartisipasi karena mereka berkepentingan untuk mengubah nasib dan juga masa depan mereka di kemudian hari,” katanya.

 

Editor: B. J Pasaribu
(RuPol)

Tags: HLPKBPolitik Identitas
Previous Post

Depo Plumpang Meledak, PKS Minta Copot Juga Ahok

Next Post

Tim Kuasa Hukum Bicara di Sidang Lanjutan Uji Materi UU Pemilu di MK

Ruang Politik

Next Post
Tim Kuasa Hukum Bicara di Sidang Lanjutan Uji Materi UU Pemilu di MK

Tim Kuasa Hukum Bicara di Sidang Lanjutan Uji Materi UU Pemilu di MK

Recommended

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

Walikota Payakumbuh Sampaikan Nota Penjelasan LKPP

5 jam ago
Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

Walikota Payakumbuh Tegaskan Disiplin ASN

5 jam ago

Trending

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

14 jam ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago

Popular

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

Kasus Suap DJKA Bergulir, Budi Karya Sumadi Absen dari Kursi Saksi

3 minggu ago
Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

Penghujung Ramadhan, Duka Menyelimuti POBSI Kota Payakumbuh, Rinaldi:Selamat Jalan Ketua

2 minggu ago
Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

Menjemput Asa di Harau: Kala Marsanova Andesra Menukar “Efisiensi” dengan Solusi Nyata

2 minggu ago
Ilustrasi Dugem/Ist

13 Night Club Terpopuler yang Paling Digemari di Jakarta

2 tahun ago
Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

Ucok Namara : Terkait Jembatan Ambruk di Sungai Rimbang, Sebuah Musibah yang Tidak Kami Inginkan

14 jam ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

ruang politik
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Login
  • Sign Up

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election - Cre4tive