RUANGPOLITIK.COM — Ditengah dinamika politik yang masih dinamis, Koalisi Perubahan yang awalnya disepakati untuk mengusung Anies Baswedan menjadi Capres di 2023 diterpa sejumlah isu miring.
Termasuk satu diantaranya adalah Koalisi Perubahan yang dikatakan layu sebelum berkembang.
Hal ini menyusul langkah politik Surya Paloh, Ketum NasDem yang juga berkomunikasi ke sejumlah partai lain selain daripada koalisi yang awalnya disepakati.
Kabar kurang sedap yang menimpa Koalisi Perubahan itu pun dijawab oleh Jubir Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.
Menurut Herzaky Mahendra Putra, Demokrat memahami jika masih ada pihak-pihak yang kaget dan tidak percaya dengan terbentuknya Koalisi Perubahan dan kuatnya soliditas Demokrat, PKS, dan NasDem dalam koalisi ini.
“Mereka ini gamang dan khawatir, melihat arus perubahan yang menjadi aspirasi dan harapan besar masyarakat, mendapatkan saluran dan ruang yang luas serta terkonsolidasi dalam Koalisi Perubahan,” kata politisi asal Kalbar ini, Minggu (12/2/2023) Februari 2023.
Ia juga menegaskan jika Koalisi Perubahan satu-satunya koalisi yang sudah jelas bacapresnya, yaitu Anies Baswedan.
Kedua, lanjutnya, secara matematis, Koalisi Perubahan merupakan koalisi dengan total kursi dukungan di parlemen yang tertinggi, mencapai 28 persen, jika melihat pemetaan prediksi koalisi saat ini.
Kalau ternyata ada parpol lain yang memutuskan bergabung juga dengan Koalisi Perubahan, kata pria yang kini anggota Dewan Pakar Iluni UI Wilayah Kalimantan Barat ini, maka semakin besar dan kuat Koalisi Perubahan.
Ketiga, masih kata Herzaky Mahendra Putra, Koalisi Perubahan satu-satunya Koalisi yang memiliki mesin partai dengan kesiapan menghadapi Pemilu 2024 dan dukungan masyarakat akar rumput melalui relawan pendukung capres.
“Yang lain, ada yang punya mesin partai, tak punya dukungan relawan pendukung capres. Ada yang punya relawan pendukung capres, tapi belum jelas partai mana yang mendukung.
Kami satu-satunya yang sudah punya kombinasi keduanya,” katanya.
“Jadi, wajarlah kalau semakin banyak isu yang dihembuskan berbagai pihak, berupaya untuk mendegradasi ataupun mendiskreditkan Koalisi Perubahan,” tegas Herzaky Mahendra Putra.
Sekarang ini, dikatakannya, Koalisi Perubahan pun terus melakukan konsolidasi agar semakin solid dan tentunya menjadi pilihan masyarakat.
“Hanya, sesuai dengan pesan baru-baru ini dari Ketum kami, Mas AHY, kami saat ini fokus membangun Koalisi Perubahan untuk makin solid dan berharap koalisi dengan PKS dan NasDem ini bisa menghadirkan yang terbaik bagi masyarakat.
Bagi Mas AHY, bagaimana upaya penting itu benar-benar bisa kami kawal betul,” katanya.
AHY dikatakan Herzaky Mahendra Putra pun berpesan agar Koalisi Perubahan yang terbentuk khususnya internal Partai Demokrat tidak terganggu dengan hal-hal lain.
“Bagi beliau, sangat penting Demokrat dan juga teman-teman di Koalisi Perubahan mempersiapkan diri dan meyakinkan masyarakat bahwa jika masyarakat ingin perubahan dan perbaikan ke arah Indonesia yang lebih baik lagi, Demokrat siap memperjuangkannya bersama rakyat di Koalisi Perubahan,”tukasnya.
Editor: Ivo Yasmiati
(RuPol)