Login
No Result
View All Result
Ruang Politik
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
No Result
View All Result
Ruang Politik
No Result
View All Result
Home Nasional

Analisis Arah KIB dan PDIP, Pasca Pertemuan Puan dengan Airlangga

by Rupol
in Nasional
435 9
0
475
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

RUANGPOLITIK.COM — Pasca pertemuan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kawasan Monas sikap politik Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) saat ini paling ditunggu, sebab KIB pemegang kunci berapa poros koalisi.

Menurut Pengamat Politik Citra Institute, Efriza saat ini di KIB ada dua kepentingan menguat khususnya bagi Golkar. Pertama, kepentingan pragmatis Airlangga Hartarto. Ia ingin menjadi cawapres dari PDIP siapa pun capres dari PDIP. Bagi Golkar hal itu Martabat diri dan Partai sebagai tiga besar.

RelatedPosts

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Pelaporan Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

PDIP Sebut RUU Penyiaran Bukan Untuk Bungkam Masyarakat

Kedua, kepentingan dari Partai Golkar yang sudah mencemaskan Airlangga Hartarto meski diusung sebagai capres Golkar tapi elektabilitas rendah. Ada kekhawatiran Partai Golkar hanya sebagai tim penggembira tak diperhitungkan sebagai bagian pasangan calon.

“Apalagi menguat Partai Golkar mulai memikirkan merapat kepada Anies Baswedan, dengan pernyataan tersirat dari Akbar Tanjung selaku Ketua Dewan Penasihat Golkar. Dan, juga PAN dan PPP yang mulai gelisah, ingin buru-buru menentukan menguat ke poros Nasdem,” kata Efriza, Minggu (9/10/2022).

Menurur Efriza, KIB bisa saja bubar atau tetap bulat dan koalisi pilpres menguat kepada tiga poros koalisi. Jika bubar, Golkar bisa koalisi dengan PDIP sedangkan PPP dan PAN ke Koalisi Nasdem.

Sementara itu PDIP saat ini sedang berusaha untuk tetap mengusung Puan Maharani namun jika KIB menolak Puan, maka bisa Ganjar Pranowo yang akan diajukan.

“Dengan syarat wakil presiden bisa diantara dari tiga partai itu atau dari unsur bukan atas tiga partai itu, tetapi sosok alternatif yang populer didukung Masyarakat,” jelasnya.

Kemungkinan PDIP memilih tidak berkoalisi juga bisa terjadi, dengan mengusung calon sendiri Puan-Ganjar atau Ganjar-Puan.

“Ini jika kemungkinannya membangun koalisi dengan KIB juga tak memberikan kans kemenangan bagi Puan Maharani misal ketika simulasi Puan-Airlangga,” ujarnya.

Efriza mengatakan selain menemui Golkar, Puan Maharani diyakini juga akan menemui Zulhas dan Mardiono berikutnya. Hanya saja, diantara kedua partai itu, yang masih menyimpan obsesi besar di usung Pilpres adalah Airlangga Hartarto.

“Golkar juga urutan partai ketiga. Golkar juga diyakini dapat memengaruhi PAN dan PPP sehingga partai ini yang duluan ditemui. Disisi lain, PDIP juga menemui Airlangga untuk memastikan kepastian suara partai Golkar terhadap Anies Baswedan,” jelas Efriza.

PDIP juga memahami Golkar mempunyai irisan dengan Partai Gerindra. Suara solid dari Gerindra yang kecewa terhadap Prabowo Subianto juga memungkinkan berlari kepada Partai Golkar.

“PDIP sedang memperhitungkan Golkar, tetapi juga bisa saja mereka kecewa terhadap Golkar jika akhirnya malah tak dapat memengaruhi PAN dan PPP dalam KIB, bahkan jika pemilih Golkar malah lari kepada Anies Baswedan sedangkan sebelumnya masih dinamis,” papar Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Sutomo tersebut.

Menurut Efriza PDIP menemui Golkar hanya untuk perhitungkan kepentingan, peluang, strategi dan kemenangan saja belum serius berbicara koalisi PDIP dan KIB. (Syf)

Editor: Syafri Ario
(Rupol)

Previous Post

Terkait Pencapresan Anies, Nasib Menteri NasDem Ditangan Jokowi

Next Post

AHY Respons Wacana Duet Bareng Anies Baswedan di Pilpres 2024

Rupol

Next Post
AHY Respons Wacana Duet Bareng Anies Baswedan di Pilpres 2024

AHY Respons Wacana Duet Bareng Anies Baswedan di Pilpres 2024

Recommended

Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan UHC Awards 2026

Pemko Payakumbuh Raih Penghargaan UHC Awards 2026

5 hari ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

6 hari ago

Trending

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Peserta membawa foto-foto Pahlawan Nasional saat Parade Surabaya Juang di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 6 November 2022./Antara

10 Pahlawan yang Dijadikan Nama Jalan di Indonesia

2 tahun ago

Popular

Tujuh Presiden RI /Repro

Julukan Presiden Indonesia dari Soekarno Sampai Jokowi

2 tahun ago
Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

Wacana Polri Dibawah Kementrian Ditolak Mahasiswa

6 hari ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

3 minggu ago
JM. Dt.Sampono Kayo : Sasek di Ujuang Jalan Baliak ka Pangka Jalan

Terkait Tanah Ulayat, Pemko Payakumbuh dan Kaum Adat Duduk Bersama Kembali

3 minggu ago
Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

Ditangkap Polisi, James Gunawan Akhirnya Dibui

1 bulan ago
  • Personalia
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Kilas Update
  • Daerah
  • RuangPolling
  • RuangTokoh
  • RuangOpini
Login

Copyright © 2023 Ruangpolitik.com - Smart Guide In Election